
Cahaya matahari menerpa wajah Janice yang masih tertidur pulas.
Janice merasa sialu dan perlahan membuka mata.
"umhhhh"
Desah Janice,dengan mengusap matanya perlahan.
Janice memalingkan wajah dan melihat Alberto yang masih tidur di sampingnya.
Janice tersenyum.
Janice mencium kening Alberto.
"Morning honey,i love you"
katanya lembut.
Seketika Alberto mendekap erat tubuh Janice yang terbungkus selimut.
Alberto mencium kilas bibir janice.
"i love you too"
Janice tersenyum cantik membelai wajah Alberto.
jari jari cantiknya bermain di pipi Alberto,kdang juga hidung dan kening Alberto.
Alberto hanya menutu matanya.
"Andai selamanya kamu bersamaku"
"aku akan bahagia"
batin Janice.
"Apa aku harus merelakanmu Jane?"
batin Alberto,yang masih menutup matanya.
Tak lama Alberto membuka matanya.
"Ayo kita mandi bersama?"
"aku akan menggosok punggungmu"
kata Alberto.
Janice mengangguk.
Alberto meraih handuk disamping ranjang,dan memakainya.
Alberto membuka selimut yang Janice pakai.
dengan sigap Alberto langsung menggendong Janice ke kamar mandi.
Janice terlihat malu,dia memendamkan wajahnya ke dada Alberto.
"Hei.. sekarang bisa malu ya?"
"beberapa jam lalu siapa yang liar?"
Alberto menggoda.
"aku malu,jangan bicara lagi"
Janice menutup wajah Alberto.
"Sayang,aku tak akan bisa melihat jika tanganmu seperti itu"
Alberto menggeleng gelengkan kepala menyingkirkan tangan Janice.
Janice pun menarik tangannya kembali.
"tidak perlu malu malu lagi,kita juga sudah melakukannya"
kata Alberto,menurunkan Janice di lantai.
Janice berdiri.
Alberto menyalakan kran air,air di shower pun jatuh membasahi kepala dan tubuh mereka berdua.
Janice meraih sabun di yang ada diatasnya tapi tangannya tidak sampai.
Alberto membantu Janice mengambilnya,Tubuh Janice tertekan Tubuh Alberto dari belakang.
"eh"
kata Janice kaget.
"hmmmm.."
guman Alberto.
Alberto membalikan badan Janice dan ******* bibir janice.
Tangan Alberto mencari sasaran.
Janice melepas lumatan Alberto dan membalikan badannya menghadap dinding.
"belum puaskah?"
"jangan mulai lagi"
Nada Janice kesal.
Justru membuat Alberto bergairah.
Alberto mematikan kran shower.
Alberto mencium tengkuk mulus Janice.
Terlihat Janice menahan diri karena geli.
Janice tak bergeming.
__ADS_1
Alberto mengusap lembut bahu Janice dan mencium punggung Janice.
"Alberto,sudah hentikan"
Janice membalikan badannya dan menatap.
"ayo cepat mandi"
kata Janice.
"hmm.. kamu lihatlah"
Alberto memberi kode.
"menurutmu,bisakah aku menahan diri?"
kata Alberto yang langsung membalik Tubuh Janice.
Alberto merangkul perut Janice mendekat.
"kamu merasakan nya kan?"
Alberto berbisik di telinga Janice.
"ahh.."
"emmmhh.."
Janice mendesah saat Alberto beraksi.
Alberto mencimbui bagian belakang Janice.
"Aku mencintaimu Jane"
Alberto mencengkram kuat pinggang Janice.
"ahh.... akuuu juga mencintai mu,emmmhh"
Janice mencakar tangan Alberto.
Permainan Akhirnya usai.
Alberto dan Janice saling ******* kembali.
Tangan Janice meraba kran shower dan menyalakannya.
Air turun mengguyur kepala dan tubuh mereka.
Janice melepas lumatan Alberto.
"aku mencintaimu Alberto"
"aku sangat mencintaimu"
Janice memeluk Alberto.
"Aku juga mencintai mu Jane"
Alberto mengeratkan pelukan.
Alberto melepaskan pelukan dan membalikan badan Janice.
Janice berbalik dan menyuruh Alberto berbalik,Janice menggosok sabun di punggung Alberto.
"Aku tak akan bisa melihat punggung indah ini lagi"
Batin Janice.
(10MENIT KEMUDIAN)
Mereka keluar bersama dari kamar mandi.
Mereka menggenakan kimono.
"duduklah,aku keringkan rambutmu"
kata janice,meenarik Alberto ke sofa.
Alberto duduk di sofa,Janice menggosok lembut kepala Alberto untuk mengeringkan rambut.
Tak lama selesai.
Alberto berdiri dan mendudukan Janice.
"Sekarang gilirannku"
kata Alberto yang dengaan lembut dan perlahan mengusap rambut janice dengan handuk.
"maaf aku tak punya pngering rambut"
kata Alberto lirih.
"Tidak apa"
"nanti juga kering sendiri"
jawab Janice dengan senyuman.
Alberto membalas senyuman Janice.
Selesai mengeringkan rambuta Alberto beeanjak dari posisinya menuju lemari.
Dia membuka pintu lemari dan berfikir.
"seperti nya ada bajumu yang tertinggal di paviliun waktu itu,tapi dimana ya?"
Alberto mencari di antara baju bajunya.
Dan akhirnya menemukannya.
"ah ini dia"
mengeluarkan dari lemari,dan memanggil janice.
"kamarilah dan ganti bajumu"
__ADS_1
Janice datang menghampiri Alberto.
Dia melihat bajunya lengkap dengan dalaman.
"ah.. terimakasih,untung ada bajuku yang tertinggal"
kata Janice senang.
Selesai berganti,Alberto dan Janice keuar kamar.
Mereka berjalan bergandeng tangan menuruni anak tangga menuju meja makan.
Janice dan Alberto saling tersenyum.
Dimeja makan sudah tersedia salad kesukaan Janice.
Janice tersenyum lebar.
"thankyou Alberto"
"Aku bahagia"
kata Janice.
"akan aku buat kamu selalu bahagia Jane"
kata Alberto.
Alberto melihat pelayan yang berdiri di sebelahnya.
"Bersihkan kamarku,ganti alas tidurku diranjang dan selimutnya"
kata Alberto.
"Baik Tuan"
jawab pelayan itu.
Janice tertawa kecil.
Janice sebenarnya malu,jika sampai pelayan itu melihat kamar Alberto yang berantakan.
apa yang akan terpikir kan oleh pelayan itu.
"kenapa tertawa?"
"ada yang lucu?"
"kamu sudah membuat kotor ranjangku,jadi aku harus beesihkan"
kata Alberto,Alberto mengerutkan dahinya.
"ya tentu saja,tidak hanya aku,kamu juga kan?"
Janice tersenyum
Pelayan di sebelah Alberto juga ikut tersenyum.
pelayan itu malu sendiri dengan tingkah laku tuannya dan kekasihnya.
Alberto jadi malu sendiri,dia tidak bisa menjawab kata kata Janice.
"ehemmm"
menegangkan suasana.
"cepat habiskan dan aku akan mengantarmu pulang"
kata Alberto.
"baik Tuan"
"Anda juga silahkan menikamati makanan"
jawab Janice dengan penuh kelembutan.
Setelah sarapan,Alberto dan Janice pergi.
Karena Janice membawa mobilnya sendiri.
Dia memberi tumpangan kepada Alberto.
Kali ini Janice jadi sopir.
Diperjalanan mereka terlihat bercanda dan tertawa bersama.
Janice terlihat selalu tersenyum.
Sampai di Kantor Alberto.
"terimakasih nona cantik"
kata Alberto.
"eh,bayar dulu baru boleh pergi"
kata Janice menatap Alberto.
Alberto tersenyum dan mencium bibir Janice kilas.
"sudah jika kamu terus menahanku,aku tak akan bisa melepasmu menikah dengan Dominic"
kata Alberto.
Janice mencium bibir Alberto kilas.
"Aku hanya akan mencintaimu Alberto"
"Terimakasih untuk hadiah perpisahan yang kau berikan"
Janice menatap dalam mata Alberto.
"Aku akan menunggumu Jane"
"kembalilah padaku jika kamu lelah"
__ADS_1
Alberto memeluk erat tubuh Janice.
Alberto berulang ulang mengecup kening janice.