
☆☆☆
Di Bandara
Janice melepas kepergian papi,mami,oma tercinta dan juga alberto.
Janice memeluk keluarga nya bergantian.
"janice sendirian lagi"katanya dengan wajah sedih
"sayang ini demi perusahaan,setelah lulus kamu boleh ikut kami"kata peter pada putrinya.
"baiklah"janice tersenyum.
"sayang kamu ucapkan salam perpisahan dengan alberto?"kata oma
"tidak oma,janice tidak mau"janice membuang muka.
"ahh.. dasar kalian anak muda,malam nya berpelukan,paginya bertengkar"kata oma menahan tawa,janice dan alberto terkejut,mereka saling memandang dan memberikan kode mata.
"ehemmm"peter menatap janice.
"sayang,sudahlah biarkan,kita dulu juga begitu"katau maudy.
"hahahaha(tertawa)bahkan kalian lebih buruk dari anak kalian"oma terkekeh,peter dan maudy saling menatap dan tersenyum malu.
Janice dan alfredo menahan tawa.
"baiklah paman,bibi,oma mari kita berangkat"kata alberto.
"bye papi mami,oma"janice lambaikan tangan saat mereka berjalan menjauh,janice melihat alberto.
"kamu?ngapain?cepat pergi.."janice mendorong lengan alberto menjauh.
Alberto menarik tangan janice dan memeluknya.
"baik baik ya,aku bakalan balik secepatnya"alberto mengecup kening janice,janece melepas pelukan alberto.
"apaan sih,malu tau dilihat orang"wajah janice merona.
"wajahmu merah jane,apa kamu malu?"goda alberto,mencolek pipi janice.
"sudah pergi sana"janice memalingkan wajah.
"oke oke"alberto tersenyum,"bye honey"alberto mengedipkan satu matanya,lalu pergi.
Janice melihat alberto dari kejauhan,dari jauh alberto terlihat melambaikan tangan,tanoa sadar janice membalas lambaian tangan alberto sambil tersenyum lebar,lambaian tangannya tiba tiba berhenti,wajahnya memerah,janice melihat kiri kanan,semua orang melihatnya.
"aduuh bodoh banget sih,kenapa juga gue senyum senyum"batin janice,janice pun langsung cepat cepat pergi meninggalkan bandaran.
Janice pulang dengan sopir alberto.
Diperjalan janice melamun,dia memikir kan kata kata alberto semalam.
__ADS_1
---
flashback
---
Alberto dan janice berjalan jalan di halaman depan,Alberto menggandeng tangan janice.
"aku boleh tanya sesuatu gak?"janice memandang alberto.
"ya tentu saja"jawab alberto.
"kenapa dulu kamu ninggalin aku?kenapa kamu bilang kamu gak cinta aku?kamu bilang kamu capek pura pura?,jujur sampai saat ini aku masih bingung"janice menunduk,alberto menghentikan langkah dan menarik janice dalam pelukannya.
"maaf soal itu jane,aku salah"ucap alberto pelan,alberto mengeratkan pelukannya.
"saat itu aku taruhan dengan dominic"janice kaget,dia pun melepaskan pelukan alberto.
"apa?? taruhan?? kamu dan dominic?? kamu mengenal dominic??"janice banyak bertanya.
"iya"jawab alberto singkat.
Alberto menarik janice untuk duduk di bangku taman bersama.
Alberto menceritakan semuanya kejadian dimasa lalu dan kejadian yang menimpa perusahaan keluarganya.
janice mendengarkan dengan baik dan sesekali menganggukan kepalanya tanda mengerti.
(1 jam kemudian)
"ah bodohnya aku,tertipu dengan kepolosan dominic"jawab janice kesal.
"dengar jane,aku burut kamu tetap berpura pura baik pada dominic,ini demi rencana kita"alberto meyakinkan janice.
"tapi aku takut,kamu tidak tau dia sudah menciumku dibioskop"janice menangis mengingat kejadian itu.
"sayang..(mengusap air mata janice)maaf merepotkanmu)"alberto memeluk janice.
"aku jamin dominic tak akan berani menyentuhmu lagi,nanti di sekolah aku akan suruh orang menjagamu"kata alberto,melepaskan pelukan.
"apa kamu sedang bercanda??kamu ingin aku membawa pengawal ke sekolah??"janice mengerutkan dahi dan memutar bola matanya.
"aku akan masukan seseorang yang menyamar sebagai anak sekolah"bisik alberto,janice kaget dan tertawa
"kamu lucu sekali alberto,pasti akan ketahuan,mana bisa pengawal jadi anak sekolah"janice tertawa sampai ingin menangis.
"kita lihat saja saat kamu di sekolah,kamu akan terkejut"kata alberto.
"baik baik,terserah kamu saja"janice menurut.
"jaga dirimu baik baik selagi aku pergi jane,aku mencintaimu"kata alberto,mencium punggung tangan janice.
"aku juga mencintai mu"janice memeluk alberto erat.
__ADS_1
"kau percaya padaku kan jane?"alberto menepuk punggung jane lembut.
"aku percaya,aku akan percaya semua kata katamu"kata janice mengeratkan pelukannya.
Alberto melepas pelukannya,mengusap lembut pipi janice,janice tersipu,pipinya merona,alberto tersenyum mengecup kening janice.
Alberto mendekat kan wajahnya ke wajah janice,janice menatap tajam mata alberto,alberto mencium lembut bibir janice.
"i love you honey"ucap alberto
"i love you too"janice tersenyum.
---
flashback off
---
☆☆☆
Kediaman Janice
janice masuk ke dalam rumah,sepeti biasa semua pelayan menyapanya.
"bibi lin"janice memeluk bibi lin erat.
"nona anda sudah kembali,saya senang sekali nona"jawab bibi lin menggosok punggung janice,janice melepaskan pelukan.
"bibi buat kan aku salad ya,aku rindu salad buatanmu"kata janice manja
"baiklah,nona istirahat saja dulu nanti bibi akan antar salad ke kamar"jawab bibi lin.
"oke"janice beranjak pergi ke kamarnya.
Di dalam kamar janice membaringkan tubuhnya di ranjang,dia menutup matanya menghela nafas panjang.
☆☆☆
Kediaman Dominic
(Kamar dominic)
Dominic merebahkan badannya bersandar pada bantal di ranjangnya,dominic mengangkat kepalanya kearah langit langit kamar,menghela nafas panjang.
Rencana dominic gagal untuk menjatuhkan perusahaan sanjaya.sekarang hanya harus menunggu waktu untuk serangan berikutnya.
dominic harus menemukan cela untuk menyerang.dan menumukan kelemahan perusahaan.Dominic berpikir keras,dia menutup matanya berfikir.
Tiba tiba dominic membuka mata dan terbangun,ia teringat sesuatu.
"ah iya janice,dialah kelemahan peter sanjaya,aku harus mendapatkan janice agar aku bisa mendapatkan perusahaan sanjaya dan menghancurkannya"guman dominic.
Dominic tersenyum jahat dan merebahkan tubuhnya,untuk saat ini,dirinya hanya perlu mendekati janice,untuk membalas dendam.
__ADS_1
Ya mendekati janice untuk balas dendam kematian orantuanya.
itulah tujuan dominic sebenarnya.