
~HARI PERNIKAHAN~
Janice menatap cerimin,terlihat wajah cantiknya yang terpoles make up natural.
"kamu sangat cantik janice"
kata ahli make up di samping nya.
"Terimakasih"
Janice tersenyum.
Usai make up Janice berjalan mengganti gaun pengantin.
Dia bantu oleh beberapa orang pelayan.
Rambut tertata rapi,make up yang alami.
Dan Gaun yang mewah membuat Janice seperti seorang putri raja.
Semua pelayan terpukau dengan kecantikan janice.
---
DI GEREJA
Pastor berdiri di hadapan Dominic.
Dominic sudah berdiri dialtar.
Dengan setelan jas nya Dominic terlihat tampan.
Dominic menunggu sang mempelai wanita.
Suasana Ramai saat mobil sang wanita datang.
Janice turun dari mobil dan disambut oleh Peter.
Tangan janice marangkul tangan Peter.
Janice dan Peter berjalan perlahan menuju altar.
Di sisi lain Alberto menatap dengan ke murkaan.
Lido yang ada di samping Alberto menepuk bahu alberto.
"sabar ya"
"Jodoh mu tidak akan tertukar"
Lido memberi semangat.
Janice cemas,
dia berharap Alberto tak perlu datang.
Janice tak ingin Alberto terluka dan sakit hati.
Semua orang kagum saat Janice berjalan anggun menuju Altar.
Peter memegang erat tangan Janice.
"Janice,putri papi"
"apa yang kamu rasakan sayang?"
bisik papinya lembut ditelinga.
"Aku cemas pi,seaeorang pasti akan terluka"
jawab Janice lirih.
Peter mengehela nafas panjang.
"berbahagialah sayang"
"selamanya,papi,mami dan oma akan selalu mendukungmu"
Kata peter.
"Terimakasih pa"
jawab Janice.
Lama berjalan,Janice melihat Dominic dihadapannya.
Sudah sampai di Altar.
Dominic mengulurkan tangan dan Peter menyerahkan tangan Janice pada Dominic.
"jagalah Janice kami"
Peter berkata lembut,matanya berkaca kaca.
Dominic menggenggam tangan Janice.
"pasti akan aku jaga"
Dominic tersenyum tampan.
Peter berjalan menjauhi altar dan duduk disamping Maudy dan mamanya.
Didepan altar Janice dan Dominic berdiri.
Saling berpegang tangan.
__ADS_1
"Dominic Willy"
"bersediakah engkau menjadikan Janice Sanjaya sebagai istrimu"
"dalam suka dan duka"
"kaya ataupun miskin"
"hingga maut memisahkan"
kata pastor pada Dominic
"saya bersedia"
jawab Dominic.
"Janice Sanjaya"
"Bersediakah Engkau menjadikan Dominic willy sebagai suamimu"
"dalam suka dan duka"
"kaya ataupun miskin"
"hingga maut memisahkan"
Kata pastor pada Janice.
Janice menghela nafas panjang.
"saya bersedia"
Janice merasa tidak senang.
"Dengan ini kalian sah menjadi sepasang suamu istri"
kata pastor.
"silahkan mempelai pria dan memepelai wanita saling bertukar cincin"
Dominic memesangkan cicin dijari manis Janice.
Janice juga memasangkan cincin di jari Dominic.
Dominic membuka kain transparan berenda yang menutupi wajah janice.
Terlihat wajah janice yang sangat cantik.
Dominic merangkul pinggang Janice dan mencium bibir Janice mesra.
semua undangan yang hadir bertepuk tangan.
Di sudut lain Alberto geram.
Hatinya terasa sesak.
Janice mengandeng lengan Dominic.
Meraka berjalan perlahan meninggalkan altar.
Janice mamasang senyum palsu.
Semua tamu undangan memberi selamat dan doa untuk kebahagiaaan mereka.
Janice terlihat masih tersenyum dan melihat lihat sekitar.
Matanya menyusuri tiap tamu yang datang.
"Alberto"
batin Janice saat melihat Alberto yang tersenyum tampan padanya.
Alberto mengedipkan satu matanya sebagai kode.
Janice tersenyum melihat alberto.
"maaf kan aku Alberto"
"jika kita berjodoh,kita pasti akan bersama"
Janice memejamkan mata sesaat menahan agar tidak menangis.
Dominic dan Janice masuk dalam mobil menuju tempat resepsi pernikahaan.
mobil pun melaju.
Di jalan Dominic terus memegang erat tangan Janice.
Janice tersenyum paksa.
"Terimakasih sayang,aku mencintaimu"
Dominic mengecup kening Janice.
Setibanya di tujuan,Dominic dan janice turun dari mobil dan masuk ke dalam ballroom Hotel,
banyak tamu undangan yang sudah hadir.
---
Semua undangan memberi selamat.
"selamat menempuh kehidupan yang baru"
Yohana memeluk janice.
__ADS_1
"semoga bahagia selalu"
kata olivia,juga memeluk Janice.
"thankyou teman teman"
Janice menangis haru.
"terimakasih sudah mau datang"
kata dominic.
Yohana dan olivia juga berjabat tangan denga Dominic.
Mereka juga berfoto bersama.
---
Janice resah,pikirannya selalu tertuju pada Alberto.
"selamat temanku"
kata Lido yang langsung memeluk Dominic.
Dominic melepas pelukan.
"thanks do"
kata Dominic.
Lido menatap Janice,
"selamat cantik,semoga kalian bahagia"
kata Lido tersenyum.
"Terimakasih"
Jawab Janice dengan senyum cantik.
Deg..
Deg..
Deg..
Lido seperti tersihir kecantikan janice.
"Wow.. luar biasa,daya tarik wanita ini sungguh menggoyahkan hatiku"
"inilah alasan dua sahabatku saling bertikai"
"Tidak heran,wanita ini sangat cantik dan mempesona"
batin Lido.
"ah baiklah,aku ada hal penting"
"sekali lagi selamat ya"
Lido langsung pergi.
Alberto muncul di hadapan Janice dan Dominic.
"selamat untuk pernikahanmu Dom"
kata Alberto mengulurkan tangan.
"terimakasih"
menjabat tangan Alberto.
mereka saling berpelukan.
"jagalah istrimu baik baik teman"
"jika tidak,aku akan menculiknya"
Alberto berbisik ditelinga Dominic.
Alberto melepas pekukan dan mendekati janice.
Alberto tersenyum
"berbahagialah jane"
Alberto mengukurkan tangannya,Janice dengan berat hati menyambut tangan Alberto.
Alberto menuliskan kata 'i love you ' di telapak tangan janice dengan jari telunjuknya,saat mereka berjabat tangan.
Meski tak terlihat tapi janice bisa merasakan tiap goresan yang ditulis alberto.
"i love you jane"
batin Alberto,menatap janice dalam.
"i love you too,Alberto"
batin Janice,membalas goresan kata kata di telapak tangannya.
"aku pergi dulu,semoga kalian bahagia"
Alberto pergi.
Janice merasa sedih.
__ADS_1
dadanya sesak.
ingin menangis tapi air matanya tak bisa keluar.