CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 28


__ADS_3

AMERIKA


Dominic,Janice,Rossa dan Jhon sudah sampai.


mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang.


---


RUMAH DOMINIC


Dominic dan Rossa keluar dari mobil.


Rossa kagum,


"wow..."


"kenapa?"


"kamu senang?


Dominic merangkul Rossa,Rossa mengangguk.


Janice ada di belakang Dominic dan Rossa,


berjalan beriringan dengan Jhony.


"Nyonya baik baik saja?"


Jhony bicara pelan.


"baik Jhon,terimakasih perhatianmu"


Janice tersenyum.


Mereka disambut oleh para pelayan.


Rossa semakin senang.


Hidupnya sudah seperti seorang putri.


Janice berjalan cepat menuju kamarnya.


"tunggu"


kata Dominic,menghentikan langakahnya.


"kamu mau kemana?"


Dominic menatap dingin.


"mau kekamar istirahat"


"ada masalah?"


Janice bingung.


"bibi Lin"


Dominic menekankan suarannya.


"baik tuan,maafkan saya"


bibi Lin buru buru menghampiri Janice dan menarik nya.


"dengar semua"


"ini adalah Rossa"


"Nyonya rumah ini"


"jadi kalian harus patuh padanya"


"mengerti??"


Dominic dengan nada dingin.


"baik tuan"


"selamat datang Nyonya Rossa"


pelayan menyambut Rossa.


Janice kaget.


"apa??nyonya??"


"lalu aku apa??"


batin Janice


"ayo sayang,istirahatlah"


"kamu pasti lelah"


Dominic mengajak Rossa ke kamar utama.


Janice menatap sedih.


"jadi kamar itu untuknya dan Rossa ya"


"aku sudah digantikan"


batin Janice.


Air mata Janice perlahan jatuh.


para pelayan ribut.


mereka kaget.


"apa ni semua"


"tuan membawa seorang Nyonya baru"


kata seorang pelayan.


"iya kasihan Nyonya Janice"


pelayan yang lain menyahut.


bibi Lin mengajak Janice ke kamar barunya.


Didalam kamar,Janice menangis tersedu.


"ada apa sayangku?"


"jangan menangis lagi"

__ADS_1


"Dominic sudah tau bibi"


"kalau ini bukan anaknya"


Janice memeluk bibi Lin.


"apa tuan Dominic tau,ayahnya?"


bibi Lin gelisah.


Janice menggeleng,


"tolong bibi jangan beritahu ya.."


"aku tidak mau Alberto dalam kesulitan bi"


"Dan lagi Alberto juga akan bertunangan"


Janice melepas pelukan.


mengusap wajahnya.


"aku baik baik saja bibi"


Janice tersenyum.


"istirahatlah,bibi akan buatkan sup"


bibi Lin pergi meninggalkan kamar Janice.


Didapur bibi Lin menyiapkan makan untuk Janice.


Jhony menghampiri bibi Lin.


"bi,bagaimna Nyonya Janice?"


berbicara pelan.


"baik tuan Jhon"


"apa yang terjadi sebenarnya"


bibi Lin sedih.


"ntah lah bi"


"Tuan terlihat marah besar,dan datanglah wanita itu"


"seperti nya tuan sudah kemasukan setan"


Jhony mengambil gelas dan menuang air dalam gelas.


"jagalah Nyonya baik baik bi"


"aku yakin Rossa memiliki niatan yang jahat"


Jhony meneguk habis air dalam gelas.


"aku pergi dulu bi,jika ada apa apa hubungi aku saja"


"ini"


memberi secarik kertas berisi nomor ponsel.


Jhony melihat kanan kiri,dan sekitar dapur.


"ini nomor ponsel ku bi,simpanlah untuk jaga jaga"


"aku pergi dulu bi"


"jaga dirimu"


Jhony berlari keluar dapur.


"Tuhan,lindungilah nonaku"


"jauhkan dari yang jahat"


Batin bibi Lin.


bibi Lin menyimpan kertas dalam kantongnya dan melanjutkan memasak.


---


RUANG MAKAN


Makan malam telah dihidangkan.


Janice keluar kamar,dan bertemu Dominic.


Dominic dingin kepada Janice.


Janice berjalan cepat dan menarik tangan Dominic.


"kenapa kamu begitu jahat?"


"sampai membawa perempuan lain?"


Janice sedih.


Dominic menghentikan langkahnya,menatap Janice dingin.


"apa aku tidak salah dengar?"


"jika aku berkata"


"kamu juga jahat,mengandung anak orang asing"


"apa yang bisa kamu katakan?"


"aku.. aku.."


Janice menunduk.


"aku memang salah"


"tapi..."


kata katanya terpotong saat Rossa berteriak.


"sayang aku lapar"


Rossa keluar dari kamar.


"turunlah,makanan sudah siap"


Dominic lembut.

__ADS_1


Janice terdiam,berjalan perlahan menuju ruang makan.


Janice menarik kursi dan duduk.


Rossa berjalan mendekati meja makan.


duduk di samping kanan dominic.


"wah,telihat lezat"


Rossa tersenyum cantik.


"nah,makanlah saladmu"


"makan yang banyak,agar tenaga mu pulih"


Dominic menyodorkan salad di hadapan Rossa.


Janice tak menghiraukan,Janice makan dengan santai.


Rossa mencuri pandang pada Janice.


"gadis jelek seperti ini,apa yang bisa dilihat"


"aku lebih darinya"


"aku akan rebut Dominic sepenuhnya"


batin Rossa,berniat jahat.


"sayang,aku mau kamu suapi"


Rossa merengek.


"wanita ini,menggunakan kesempatan dengan baik"


batin Dominic.


"ah baik sayang,ayo sini"


"aaaa..."


"buka mulutmu"


Dominic menyodorkan sendok kemulutnya,dan Rossa melahapnya.


Janice melihat,namun bersikap biasa saja.


Dominic menjadi kesal,Janice tidak ada rasa cemburu sedikit pun melihat dirinya bermesraan dengan Rossa.


Janice berdiri dan meninggalkan meja makan.


"bibi Lin,tolong bawakan salad ku masuk ke dalam kamar"


"baik nona"


bibi lin,berlari membawa salad dan air mengikuti Janice.


Dominic tak bisa menahan emosi.


meletakan sendok dengan kasar,


"Makan lah sendiri,aku sedikit lelah"


"jangan ganggu aku dulu"


Dominic berdiri dan berjalan ke ruang kerjanya.


Rossa tersenyum jahat.


"jadi aku hanya alat pemanas?"


"lucu sekali.."


"lihat saja,aku akan singkirkan Janice jauh jauh dari hidupmu Dom"


batin Rossa.


Rossa tetap menikmati saladnya.


duduk santai bermain ponsel.


ponsel Rossa bergetar,ada pesan masuk.


---


Andrew❤


(bagaimana keadaamu?? jangan sampai lengah,Dominic adalah tambang emas kita sayang😘.. jangan sia sia kan waktumu)


---


(aku baik,hanya saja aku kesal! Dominic terlihat sangat mencintai istrinya.. apa yang harus aku lakukan?? )


-kirim-


---


Andrew❤


(pertahankan posisimu sebagai nyonya rumah! aku selalu ada dibelakangmu,, apapun yang terjadi jangan lepaskan Dominic.. oke?? aku mencintaimu)


---


(aku juga mencintaimu😘😘... awas kakak sepupuku melihatmu,, bisa hancur rencana kita.. sudah dulu,jangan kirim pesan,, bye)


-kirim-


---


"hapus hapus"


"oke"


guman Rossa.


saat menghapus semua pesan masuk di ponsel nya.


Rossa mengelap mulutnya dan minum air putih,lalu berjalan menuju kamar tidurnya.


Rossa membuka galery foto.


melihat foto nya dengan Andrew.


Rossa tersenyum lebar.


"love you Andrew"

__ADS_1


batin Rossa.


__ADS_2