
Dominic membalikan badan dan mengepal kan tangannya.
"kamu masih punya waktu bicara jujur padaku Janice"
"Aku ada urusan,jangan tunggu aku!"
Dominic berjalan mengambil jas nya dan keluar dari kamar.
Janice menangis,badannya lemas.
Dia hanya bisa terisak duduk dilantai.
"Maaf Dom"
Diluar,,
Dominic masuk ke dalam mobil dan mobil melesat pergi.
"maaf Tuan,kita kemana?"
tanya sopir.
"pergi ke ZUESS"
Dominic geram.
"baik Tuan"
jawab si sopir.
Dominic menghubungi asistennya Jhony.
pengganti Boby,karena Boby sudah berhenti.
"Hallo,Jhon"
suara Dominic dingin.
"Ya,Tuan"
"ada perintah?"
kata Jhony sigap.
"atur kepulanganku besok"
perintah Dominic.
memenutus panggilan.
Mobil berhenti di lobby.
Dominic keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama ZUESS.
Penjaga membuka pintu.
"selamat datang tuan"
Dominic masuk ke dalam.
melihat sekeliling.
pelayan menghampiri Dominic.
"hallo tuan,mau diluar apa di dalam"
kata pelayan ramah.
"beri Tuan Willy kelas VIP"
kata seseorang dibelakang pelayan.
"hai"
"Andrew"
sapa Dominic.
Andrew tersenyum kepada Dominic.
"beri kami ruang VIP"
kata Andrew.
"baik Tuan"
"mari silahkan"
pelayan memandu jalan.
Dominic dan Andrew berjalan mengikuti pelayan.
"apa kabarmu?"
"sudah lama di inggris??"
Andrew membuka topik.
"kabarku seperti yang kamu lihat"
Dominic tertawa kecil.
"Baru sebulan menikah,kamu sudah keluyuran"
Andrew menggoda.
Pelayan membuka pintu,Andrew dan Dominic langsung duduk di sofa yang sudah tersedia.
"bawakan kami Wine terbaik yang kalian miliki"
" dan,carikan sesuatu yang menarik untuk kami"
kata Andrew pada pelayan.
"baik Tuan"
pelayan itu pergi keluar ruangan.
"istrimu baik baik saja kamu kesini?"
Andrew menatap Dominic.
"bisakah bahas hal yang lain?"
"aku lelah"
"aku hanya ingin bersenang senang"
Dominic mengeluh.
"baik baik"
"aku beri kamu sesuatu yang menarik"
Andrew menghubungi seseorang.
"hallo"
"bisa kirim Rossa padaku?"
...
ZUESS,VIP2
...
...
"oke baiklah"
"bye sayang"
"emuach..."
Andrew memutuskan panggilan.
"siapa yang kau hubungi?"
__ADS_1
"dan siapa Rossa?"
"pacarmu kah??"
Dominic penasaran.
"Dia sepupu wanita ku"
"cantik dan sexy"
"aku akan kenalkan dia padamu"
Andrew menjelaskan.
Pelayan datang dengan dua wanita cantik dan sexy.
"Hallo gadis gadis cantik,kemarilah"
Andrew menyilangkan kakinya dan merentangkan kedua tangannya di sofa.
Dua gadis itu dengan cepat sudah berada di samping Andrew.
Andrew membelai rambut ke dua gadis itu.
"kalian cantik sekali"
Andrew menggoda.
"Tuan tampan,terimaksih untuk pujiannya"
kata gadis disisi kanan.
"Tuan,bagaimana anda bisa setampan ini"
kata gadis disebelah kiri membelai wajah Andrew.
"Hei,kalian jangan menggodaku"
"ada temanku disini,jagan buat aku malu"
Andrew terseyum.
Wanita disisi kiri berdiri dan menuangkan wine untuk Andrew,dan memberikannya.
Andrew menerima gelas berisi wine.
"tuangkan juga untuk tuan tampan yang disana,sayang"
"baik tuan"
si gadis bicara lembut
lalu,menuang wine,dan memberikannya pada Dominic.
"silahkan tuan"
Dominic menerima dan tersenyum.
"terimakasih manis"
"Kemari,dan duduklah"
"baik,tuan"
si gadis duduk disamping Dominic.
"hei bung,dia milikku"
Andrew kesal.
"kau,kesini"
Andrew memanggil gadis disamping Dominic.
"ckckck"
"dasar serakah"
Dominic mengejek.
"akan ada Rossa untukmu"
Andrew membela diri.
"ya,baiklah"
"terserah kau saja"
Dominic meneguk habis wine digelasnya.
pintu ruangan terbuka.
dari luar berjalan masuk seorang wanita cantik.
Wanita berambut pirang,dengan minidress hitam.
"hallo kak"
sapa wanita itu.
menghampiri Andrew.
"Hallo sayangku"
Andrew berdiri dan memeluk wanita itu.
"aku akan kenalkan kamu pada teman baikku saat kuliah"
"bos besar,tampan dan kaya raya"
Andrew tertawa kecil.
"hahaha"
wanita inu tertawa kecil.
"kali ini tidak menipuku kan?"
"jangan berikan aku pada om om tua"
wanita itu merengek.
"oh sayangku,maafkan kakakmu yang jahat ini ya"
"ayolah"
Andrew membujuk.
Wanita itu tersenyum.
Andrew merangkul wanita itu mendekati Dominic.
"hai kawanku,ini lah Rossa"
"sepupu iparku"
Rossa dan Dominic saling menatap.
Dominic hanya tersenyum tipis.
"wow.. tampan"
"aku akan dapatkan pria ini,cepat atau lambat"
batin Rossa.
"Hallo kakak tampan"
sapa Rossa.
"hai"
Dominic lembut.
"kalian salinglah mengenal,aku akan ajak dua gadis ini bersenang senang"
"oh ya,nanti kau antarkan Rossa pulang ya Dom"
Andrew mengedipkan satu matanya.
__ADS_1
"baik,pergilah"
"nikmati malammu yang panas"
Dominic meledek.
Andrew melambaikan tangan,menarik tangan dua gadis keluar ruangan.
Susana hening,
Dominic dan Rossa saling diam.
"ehem.."
"jadi siapa namamu kakak?"
Rossa memulai pembicaraan.
"Dominic"
Jawab Dominic lembut.
"kamu teman baik kakak Andre?"
"atau hanya teman bermain?"
Rossa menatap Dominic.
"aku teman satu kampus kakakmu"
"tapi sekarang kita jarang bertemu,aku tidak tinggal di Inggris"
"aku kesini hanya berlibur saja"
Dominic meneguk wine lagi,sampai habis.
Rossa mengambil gelas kosong Dominic,meletakkan di meja dan mengisi lagi.
"seperti nya kamu sedang sedih"
"ada apa?"
"ah,bukan apa apa"
"itu tidak penting"
Dominic mengambil gelas wine dan meneguk lagi.
"kamu sudah menikah kak?"
tanya Rossa.
"sudah,pernikahanku bulan lalu"
"kenapa?"
"kamu tidak menyukaiku?"
"jika aku sudah menikah?"
Dominic bersandar di sofa.
"bukan.. bukan seperti itu maksudku"
"aku hanya ingin bertanya saja"
Rossa menyandarkan kepalanya ke dada Dominic.
jari jarinya bermain di kancing baju Dominic.
"sudah berapa kali kau ditawar orang Ross?"
Dominic bertanya.
"aku sering menemani teman bisnis kakak Andrew minum,tapi untuk tidur bersama masih belum"
"aku menolak"
jawab Rossa.
"kenapa?"
"bukan kah kau inginkan uang?"
"teman kakakmu juga pasti bukan orang yang biasa biasa saja"
Dominic mendesak.
"aku memang inginkan uang"
"tapi aku tidak menyukai mereka,aku menyukai kak"
"jadikan aku wanitamu"
Rossa meremas kemeja Dominic.
Dominic mengusap lembut kepala Rossa.
"apa yang bisa kau berikan padaku?"
"aku butuh jaminan"
Rossa mengangkat kepalanya,dan menatap Dominic.
"Aku akan setia padamu kak"
"aku janji"
"aku tidak akan....."
Dominic melumat bibir Rossa yang mungil.
"umh.."
desah Rossa.
Rossa membalas ciuman Dominic panas.
Dominic melepaskan ciuman.
"ayo lakukan di tempat yang hanya ada kita berdua"
Rossa tersenyum dan mengangguk.
Dominic berdiri,dan menggandeng tangan Rossa.
mereka pergi meninggalkan ruangan.
"yes"
"akhirnya aku akan dapatkan kakak tampan ini"
"aku senang"
"persetan dia sudah menikah,yang terpenting aku bisa memuaskannya,dia akan lebih memilihku kan"
batin Rossa.
__ADS_1