CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 06


__ADS_3

Yohana dan olivia sudah sampai.


Janice pun terlihat dari kajauhan.


"haii"sapa janice mendekati yohana dan olivia.


"mr.dom mana nice?kalian nggak barengan?"


tanya yohana,sambil melihat lihat sekitar.


"ya nggak lah,ngapain juga bareng dominic"jawab janice tegas.


"biasa aja dong.. kamu sensi banget sih hari ini"kata olivia mengerutkan dahi.


"enggak kok,biasa aja,nah tuh yang kalian cari"menunjuk ke arah penjualan tiket dan terlihat dominic tersenyum dikejauhan menghampiri mereka.


"hallo,kalian masuk duluan aja,aku beli makanan kecil dan minuman dulu"memberikan tiket pada janice.


"perlu ku bantu kah?"menerima tiketnya.


"aku bisa sendiri,kalian tunggulah di dalam"kata dominic melangkah pergi.


Janice dan 2 sahabatnya masuk duluan karena film akan segera diputar,di dalam mereka mencari tempat duduk sesuai tiket,mereka akhirnya menemukan dan duduk ditempat masing masing.


Tak lama terlihat dominic berjalan mendekat dengan tangan yang penuh.


Dominic duduk di sebelah kanan janice,Dominic membagi bungkusan untuk masing masing.


Film pun dimulai.


Terdengar suara jeritan san tawa menyeramkan,ya tentu saja filmnya bertemakan pembunuhan berantai.


Yohana dan olivia saling berpegangan tangan.


Dominic melihat kearah janice yang terlihat tenang menikmati film.


"aih..untung cuma film"celoteh janice tanpa sadar.


"mau gimana?mau lihat pembunuhan yang nyata?"bisik dominic di telinga kanan nice.


"dom.."janice menoleh,karena posisi yang terlalu dekat bibir mereka bersentuhan,janice panik dan langsung bepaling kedepan,dominic tersenyum.


"asatagaaaa.. astaga astaga"jerit olivia saat melihat adegan dalam film dimana pembunuh menusuk nusuk si korban dan menyeretnya"


"sereeeem"yohana menambahkan.


Olivia dan yohana semakin mendekat.


Janice beberapa kali mengubah posisi duduknya,mencari kenyamanan.


Tangan dominic memegang tangan janice.


Janice melonggarkan tangannya,namun tangan dominic semakin kuat menggenggam.


Janice moleh ke arah dominic,dengan cepat dominic mencium bibir janice,******* bibirnya yang kecil dengan lembut.


Tangan dominic bepindah menahan tengkuk janice.


Janice pun melepas paksa ciuman dan menutup mulutnya dengan ke telapak tangan nya.


Janice merasa kesal,dia belum pernah berciuman dengan siapapun kecuali alberto.


Dominic menahan diri.

__ADS_1


2 jam akhirnya berlalu,film pun selesai.


Usai menonton Dominic mengajak makan malam,Yohana dan olivia langsung meng iya kan,Janice hanya mengikuti tanpa bicara.


Janice masih kesal dengan sikap dominic yang tadi.


☆☆☆


Di Kediaman Alberto


(Ruang kerja)


"lalu apa rencanamu selanjutnya?"tanya seseorang yang duduk di sofa.


"kita bermain sesuai naskah"jawab alberto.


"kau kembalilah,jangan sampai ketauan kau bekerja untuk ku"Sambung alberto.


"baik..aku pergi dulu"jawabnya lalu pergi.


"tunggu bob.."menghentikan orang itu.


"ada apa"berbalik dan mendekati alberto.


"selidiki dengan jelas koneksi koneksi dominic,dan juga saham yang mereka punya"jelas alberto.


"oke.."boby mengedipkan 1 matanya,tersenyum lalu pergi.


"baiklah,saatnya bermain"batin alberto.


Alberto menghubungi seseorang.


....


....


....


braaaak..(suara keras)


Alberto menggebrak meja dengan kesal.


"bisa bisanya dia mencium gadisku"guman alberto.


"aku akan membunuhmu dominic"dengan nada marah lalu pergi.


☆☆☆


Alberto menemui bawahannya.


"tuan mereka makan disana"menunjuk sebuah restoran di sebrang jalan.


"baik lah,kau bisa pergi,cukup untuk hari ini"ucap alberto.


"baik tuan,saya permisi"meninggal kan alberto.


Alberto mengamati dari dalam mobil,terlihat kesal.


Sesekali mengacak acak rambutnya.


---


Di Dalam Restoran

__ADS_1


"kami pamit dulu ya,bye janice mr.dom"kata yohana


"kami duluan ya"sambung olivia.


"hati hati ya kalian"jawab janice.


"sampai jumpa disekolah"dominic melambaikan tangan.


Yohana dan olivia meninggalkan restoran dan pergi dengan taxi.


"aku juga mau pulang,kamu hati hati di jalan" janice berdiri dari tempat duduk hendak berjalan tapi tangananya ditahan oleh dominic.


"aku antar kamu"kata dominic


"gak perlu,aku bisa naik taxi"janice menolak dan menarik tangannya.


"janice maaf soal tadi,aku salah"dominic mendekati janice.


"lupakan,aku tak mau ingat itu"janice membalikan badan dan lagi lagi dominic menahan,dia memeluk janice dari belakang,janice berontak tapi tak bisa lepas,janice semakin kesal.


"lepaskan aku dom,kau melewati batas"janice bicara dengan nada tinggi.


"aku mencintaimu nice,aku mencintaimu"ucap dominic lirih,membuat janice kaget.


"apa???,kau gila dom"janice melepaskan tangan lalu berlari meninggalkan dominic.


---


Di Luar


Alberto melihat janice keluar dari restoran dan berlari menuju halte bus,alberto mengikuti janice.


Janice kesal kenapa dominic berubah,dia menjadi kasar dan menyebalkan.


Bukan dominic yang lembut dan pengetian seperti dulu.


Mobil alberto menghadang janice,alberto keluar dari mobil dan menarik janice ke dalam mobil.


Di dalam mobil mereka terdiam.


Alberto memberi tissu basah pada janice.


"bersihkan"kata alberto


"bersihkan apa?"janice bingung.


"jangan pura pura,aku tidak suka itu,cepat bersihkan"nada kesal alberto.


Janice tak menghiraukan perkataan alberto.


Janice memasang muka masam.


Alberto geram dengan kasar dia merebut tissu basah dan mengeluarkan isinya,alberto menarik tangan janice agar tubuhnya mendekat,alberto memegang kepala janice dia mengelap bibir janice dengan tissu basah dengan lembut,diambilnya lagi tissu yang baru lalu mengusap seluruh wajah janice.


Alberto memandang wajah janice.


Alberto tersenyum tampan.


"apa yang kamu lakukan?"tanya janice


"aku tidak suka wanitaku di cium pria asing"kata alberto lembut.


Janice terkejut,sepertinya sedang bermimpi.

__ADS_1


Tapi ini nyata,Janice merasakan tangan alberto mengusap lembut bibirnya.


__ADS_2