
RUMAH DOMINIC
Janice masuk kedalam rumah dan disambut oleh pelayan.
Janice mendekati pelayan itu dan bertanya.
"Apa Tuanmu sudah bangun?"
"belum nona"
kata pelayan itu.
Janice berjalan cepat menuju kamar tamu,mengintip Dominic.
"ah masih tidur ya"
batin Janice.
Janice berjalan ke dapur,
"aku akan buat air madu"
"bibi tolong siapkan bahan membuat sup dan bubur ya"
kata Janice lembut.
"baik Nona"
Pelayan itu melaksanakan perintah.
Karena tak berhati hati punggung tangan Janice tersentuh panci di atas kompor.
"auuh"
Janice meniup tangannya dan langsung mengaliri tangannya dengan air mengalir.
"haih.. tadi malam gak kena,kena nya sekarang"
batin Janice.
Pelayan yang tau segera mengambil kotak P3K.
dan membantu mengoles obat.
"lebih baik nyonya diam dan duduk disini saja"
"saya yang akan menjalankan instruksi anda"
kata pelayan.
"ah baiklah bi"
"Terimakasih"
Janice tersenyum cantik.
"saya senang Anda dan tuan akan menikah,Tuan pasti bahagia"
kata pelayan itu saat sedang mengaduk bubur.
"Tapi aku tidak yakin akan senang"
batin Janice.
"nona dari mana?"
"pagi pagi sudah keluar?"
Tanya bibi pelayan.
Janice membuat alasan.
"ah itu.. dari rumah temen"
"tadi pagi pagi terbangun"
---
DIKAMAR TAMU
Dominic terbangun dari tidurnya.
Dia membuka matanya perlahan,kepalanya terasa pusing.
Dominic melihat sekeliling.
"aduh pusing banget"
Dominic perlahan duduk.
Kepalanya terasa berat.
Dominic mencoba mengingat kejadian tadi malam.
"ah sial pasti mabuk"
kata Dominic kesal.
Dominic berdiri dari kasur dan berjalan perlahan keluar kamar.
Di Luar kamar Dominic melihat Janice yang cantik sedang menata sarapan.
"pagi sayang"
Dominic berbisik dan memeluk Janice dari belakang.
Janice kaget,dan segera berontak.
"pagi"
"Dom tolong jaga sikapmu"
kata Janice dan dengan cepat menjauh.
"ayolah sayang ku"
"aku merindukanmu"
Dominic menggoda Janice.
"sudah,pergi mandi sana"
Janice kesal.
"ok Nyonya Willy"
kata Dominic dengan berjalan ke kamarnya.
"Nyonya Willy ya.."
"Padahal aku bermimpi menjadi nyonya Edden"
batin Janice.
Dominic pun turun dari kamar.
Terlihat rapi dan tampan.
ya meski bagi Janice Alberto lah yang paling tampan.
Dominic menarik kursi dan duduk.
Janice menyiapkan Air madu, bubur dan sup.
"makan lah"
"semalam kamu mabuk berat"
Janice bercerita.
"ah iya,aku tidak jago minum"
"maka dari itu cepat mabuk"
kata Dominic.
"apa kamu ingat siapa yang membawamu pulang?"
__ADS_1
Janice bertanya.
"Tidak"
"siapa?"
Dominic kembali bertanya.
Janice menghela nafas panjang.
"Alberto"
jawab Janice.
Dominic terdiam sejenak,lalu melanjutkan sarapan.
"Kamu bertemu dengannya"
tanya Janice.
Janice tak menjawab.
Dia bingung harus bicara apa.
Alberto dan dirinya tentu bertemu dan mereka juga sudah melakukan hal tak terduga.
"Janice,kamu tidak makan?"
"makanlah,nanti kamu sakit"
Dominic memandang Janice.
Janice malamun.
Dan tak mendengarkan Dominic.
"janice"
Dominic memanggil.
"Janice"
Dominic memanggil sedikit keras.
"ah itu,iya aku bertemu dengannya"
"Dia juga yang mengganti pakaianmu"
Janice menjelaskan.
Dominic mengerutkan dahinya.
Memandang Janice,
"Aku bertanya kenapa kamu tidak makan?"
"ah aku sudah makan,tadi aku ke rumah Olivia"
kata Janice beralasan.
"oh.."
Dominic mengangguk.
"Baiklah,aku ke kantor dulu,kamu jika bosan bisa ke kantor atau pergi ketempat yang kamu mau"
Kata Dominic,menyodorkan kartu
"ah iya sayang,terimkasih"
Janice menerima kartu itu dan tersenyum paksa.
Dominic mengecup kening Janice dan pergi.
Seketika Janice langsung menghela nafas.
"huuufffhh"
"hampir aku tak bisa beralasan"
batin Janice.
Ting..
Ting..
"siapa"
batin Janice
Janice melihat.
A.E
•A.E
sayang aku merindukanmu😘
"hah??Alberto"
batin Janice.
Janice melihat kekiri ke kanan,tak ingin terlihat orang,janice pun berlari ke kamar.
Janice membalas pesan
---
•Sejak kapan namamu ganti diponsel ku?
kamu yang mengganti?
jangan merayuku🙄
(kirim)
---
•A.E
Iyalah,mau siapa?
Aku tidak mau ketahuan oleh Dominic.
Dia boleh menjadi suamimu, Tapi hanya aku boleh jadi kekasihmu.
---
•Dasar gilaa.
menjauh lah dariku.
aku tidak ingin kamu menjadi kekasihku!
(Kirim)
---
•A.E
Terserah saja.
Yang terpenting,aku lah yang pertama mendapatkanya😉
---
•Dominic yang pertama melihatnya.
kamu sudah kalah dari awal.
(Kirim)
---
(Nada dering panggilan)
"Hallo"
__ADS_1
jawab Janice.
"masih belum puaskah?"
"perlu aku menculikmu dan kita lakukan lagi?"
suara Alberto yang sedang kesal.
Janice tertawa.
"aku suka melihatmu cemburu"
"itu berarti kau mencintaiku"
kata janice berbisik
"aku mencintaimu jane"
"selamanya"
kata Alberto.
Dada Janice berdebar.
Janice rasanya ingin meledak.
"ah sudah lah,fokuslah bekerja"
"aku ada urusan"
"byee"
Janice memutus panggilan.
"haih....."
"apa harus aku seperti ini??
batin Janice.
---
DIKANTOR ALBERTO
-RUANG PRESDIR-
Aberto duduk bersandar di kursi dan memandang fotonya dengan Janice.
"Aku akan merebutmu dari Dominic"
"Akulah Tokoh utama Pria dalam kisah cinta kita,bukan Dominic"
guman Alberto.
Tok..
Tok..
Tok..
(pintu diketuk)
Sekertaris Alberto masuk kedalam ruangan.
"maaf presdir,ada tamu"
kata sekertarisnya.
"siapa?"
tanya Alberto bingung.
Dia tidak ada janji dengan siapapun.
"aku"
kata Dominic yang berdiri di belakang sekertaris.
Sekertaris itu menundukan kepala dan pergi dari ruangan.
"oh kamu"
"ada apa repot repot datang ke sini?"
kata Alberto tenang.
Dominic duduk di sofa dan menyilangkan satu kakinya.
"aku kesini memberimu ini"
meletakkan seseuatu di meja.
"kemaren tidak sempat berikan,aku sudah mabuk"
kata Dominic.
Alberto tersenyum dalam hati.
"Aku sudah dapatkan hati wanitaku Dom,kamu selamnya tak akan bisa mendapatkan hatinya"
batin Alberto.
"lalu?"
"tidak mungkin kamu hanya karena undangan datang kesini kan?"
Alberto langsung bertanya tanpa berbelit belit.
"Tentu saja"
"Apa kamu bertemu janice tadi malam?
tanya Dominic.
"hmm.. tentu,dialah yang membuka pintu"
jawab Alberto.
"hanya itu?"
"kami tidak melakukan apapun?"
tanya Dominic lagi.
"Tentu harus aku lakukan,aku bodoh jika menyia nyiakan waktu yang berharga"
jawab Alberto,Dominic merasa kesal.
"oh baguslah"
"Tapi kamu harus tau,aku tak akan melepaskan Janice untukmu"
kata Dominic.
"lakukan lah sesukamu Dom"
"aku lah mendapatkan hati dan cinta Janice"
"Tak akan ada orang lain yang merubah posisiku dihatinya"
jawab Alberto.
"baik lah"
Dominic berdiri,dan menatap Alberto.
"aku akan pergi,selamat berjuang teman"
"Dan jangan lupa datang"
Dominic pergi meninggalkan ruangan.
Alberto berdiri dari duduknya,berjalan menghampiri meja.
mengambil undangan itu lalu membuangnya ke tempat sampah.
"sampah!!"
__ADS_1
batin Alberto