CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 14


__ADS_3

DI SEKOLAH


Hari ke lulusan pun tiba.


Semua siswa siswi merayakan ke lulusan mereka.


Janice tidak terlihat senang.


Bagaimana bisa senang,minggu depan dia akan menikah dengan Dominic.


Dominic dan Janice pergi ke inggris menemui keluarga Janice.


Tepat dua hari setelah kejadian hari itu.


Keluarga Janice menyambut baik Dominic.


Meski awalnya kaget,karena Peter berencana akan menjodohkannya dengan Alberto.


Karena Dominic menunjukan sikap yang baik makan keluarga Janice menyukainya.


Dominic menceritakan kejadian dimasa lalu,antara dirinya dan janice.


Dan membuat kesan yang baik dimata keluarga Janice.


1 Bulan setelah setelah bertemu keluarga Janice.


Dominic dan Janice bertunangan di Inggris.


Tak disangka Alberto pun hadir,


meski melihat dari kejauhan dan datang dengan sembunyi sembunyi.


Janice tak menyangka hari kelulusan datang begitu cepat.


Janice masih merasa sedih.


Meski sudah lewat 2 bulan di hari kejadian itu.


Tapi hatinya masih terasa sakit saat mengingatnya.


"nice..."


Yohana memeluk Janice.


"biarpun kita sudah lulus,kita akan tetep jadi sahabat kan"


Olivia merangku Yohana dan Janice.


"iya lah!"


"aku menyayangi kalaian"


Janice tersenyum manis.


"nice,kamu lanjut dimana?"


"jadi ke inggris kah??"


Olivia penasaran.


"Janice akan tetap disini dan kalian bisa bermain bersama"


"Janice tidak akan kemana mana"


Dominic datang dan langsung merangkul mesra Janice.


Yohana dan Olivia melongo,melihat Dominic yang terang terangan menunjukkan kemesraan di depan umum.


"ehemmm... apakah kalian??"


Yohana mengerutkan dahi.


"kalian benar!"


"aku dan janice.. kami sudah berunangan,dan minggu depan akan menikah"


Dominic menatap Janice,lalu melihat ke arah Yohana dan Olivia.


"kalian jangan lupa datang ya


Dominic memberi undangan kepada Yohana dan Olivia.


Yohana dan Olivia senang sekali.


Karena jujur,inilah yang diinginkan Yohana dan Olivia.


Agar Dominic dan Janice bersatu.


"kami pasti akan datang"


Yohana dan Olivia saling menatap dan tersenyum ke arah Dominic dan Janice.


"Thankyou ya teman teman"


Janice memasang senyum paksa.


"kami akan doakan agar kalian bahagia"

__ADS_1


kata olivia malu malu.


"Thankyou,Yohana.. Olivia"


Dominic tersenyum tampan.


---


RUMAH DOMINIC


-KAMAR JANICE-


Janice menatap ke arah jendela kamar.


Janice merindukan Alberto.


Sangat merindukan Alberto,hingga sesak rasanya.


Tok..


Tok..


Tok..


(pintu diketuk)


Pintu terbuka,terlihat Dominic masuk membawa nampan berisi susu dan kue kering.


Dominic berjalan kearah meja dekat sofa dan meletakkan nampannya.


Dominic mendekati janice,dan memeluknya erat dari belakang.


"i love you"


bisik Dominic di telinga janice.


Janice memegang tangan Dominic yang melingakar di perutnya dengan erat.


"me too"


jawab janice pelan.


Tapi sebenarnya hatinya menangis keras.


"minumlah susumu,sebelum dingin"


Dominic menggandeng tangan janice berjalan ke arah sofa.


Mereka duduk bersama.


Janice meminum susunya ,dan memakan kue nya.


Berharap aktingnya selalu sempurna di hadapan Dominic.


Selama dua bulan lebih,Dominic selalu bersikap baik padanya.


Semenjak kejadian hari itu,Dominic tidak penah bertindak lebih.


Sekarang jauh lebih perhatian.


Entah ini hanya akting atau kebenaran.


Janice tak peduli.


Asalkan keluarganya baik baik saja,itu sudah cukup.


Janice rela kehilangan cinta dan menderita untuk keluarganya.


"bersiaplah sayang,kita akan mencoba baju pernikahan kita"


"aku keluar dulu ya"


Dominic mengecup kilas kening Janice.


Lalu pergi keluar kamar.


Janice menghabiskan sususnya cepat.


Janice lekas bergegas untuk siap siap.


Dia tidak mau membuat Dominic menunggu.


Apalagi sampai membiat Dominic marah.


Bisa bisa Dominic akan menghancurkan dirinya dan keluarganya.


---


Janice sudah siap dan menungu dibawah.


Dominic turun dan menghampiri Janice.


"cepat sekali"


kata dominic tersenyum


"ah iya tadi langsung siap siap setelah minum susu"

__ADS_1


Jawab janice dengan senyum cantik.


Dominic mencium pipi janice lembut.


Dominic merangkul janice dan mereka berjalan keluar rumah.


Janice dan dominic masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju boutique.


Diperjalan Dominic dan Janice saling diam.


Dominic fokus mengemudi,dan janice lebih memilih tidur.


---


BOUTIQUE


Dominic dan Janice akhirnya sampai.


Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam.


"selamat datang Tuan dan Nyonya Willy"


sapa pelayan dengan ramah.


Janice tersenyum cantik.


"Hallo.."


Janice menyapa.


"silahkan lewat sini nyonya,gaun anda sudah siap"


pelayan itu menujukan arah kemana janice harus pergi.


Janice menatap Dominic,Dominic tersenyum tampan.


"pergilah sayang,nanti aku akan datang melihat.


Dominic mengecup kening Janice.


"oke"


Janice tersenyum dan dan pergi mengikuti pelayan.


Sampai di ruang ganti.


Janice perpukau,Gaunnya bener benar indah.


Janice tersenyum lebar.


pelayan datang menghampiri dan membatu mengganti gaun.


---


Ditempat ruang ganti lain.


Dominic memakai setelan jas nya.


Setelan jas berwarna hitam yang membuat Dominic terlihat sangat tampan.


"wah Tuan willy sangat tampan"


"Nyonya willy sangat berntung"


kata pelayan memujinya.


"Terimaksih"


"sekarang saya akan melihat mempelai saya"


Dominic keluar dari ruang gantinya dan memasuki ruang ganti Janice.


Di dalam ruang ganti Janice,Dominic di sambut oleh pelayan.


"Nyonya sebentar lagi selesai Tuan,silahkan duduk"


Pelayan mengantar Dominic ke sofa.


Dominic duduk di sofa dan menyandarkan badannya.


Dominic menunggu Janice dengan tenang.


Pelayan keluar dari ruang ganti.


Janice mengangkat sedikit bawah gaunnya dan berjalan perlahan keluar ruang ganti.


Dari jauh Dominic melihat,


Dominic langsung terpesona.


Janice begitu cantik.


Dominic berdiri dari duduknya dan menghampiri Janice.


Dominic tersenyum melihat Janice.


"kamu sangat cantik sayang"

__ADS_1


Janice terseyum malu.


"Thankyou"


__ADS_2