CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 13


__ADS_3

Dominic keluar dari kamar mandi membawa handuk,melemparkan ke arah janice.


"mandilah,sudah aku siapkan airnya"


Di kamar mandi ada kimono baru,pakailah"


Dominic duduk disofa merebahkan badannya.


Janice tak berkata apa apa,dia hanya terdiam.


janice membungkus badannya dengan handuk dan berjalan ke kamar mandi.


Dominic menepuk dahinya.


"aduuuh sial,kenapa jadi gini sih!"


"kacau.. gara gara gak bisa tahan nafsu jadi berantakan semua rencana"


Dominic mengerutkan dahinya dan berfikir.


---


Di dalam kamar mandi.


Janice menangis.


Janice terisak,Dia hanya bisa menangis dengan keadaannya.


---


Selesai mandi Janice keluar dari kamar mengenakan kimono dan handuk di kepalanya.


Janice melihat Dominic yang sudah rapi mengenakan kaos dan clana rumah.


Dominic menatap janice dan menghampirinya.


"pakailah pakaian yang baru aku beli,lalu turunlah untuk sarapan"


"kita akan bahas hal penting setelah kita sarapan"


"dan ya... aku,minta maaf soal tadi"


Dominic berkata lembut dan pergi keluar kamar.


Janice memandang diatas ranjang ada baju dan keperluan wanita.


Dominic sudah menyiapkan semuanya.


Janice mengganti bajunya dan bersiap.


---


Di meja makan,sudah tersedia roti isi dan salad sayur kesukaan janice.


Janice turun dan menghampiri Dominic di meja makan.


Janice duduk disamping dominic.


"makanlah!"


perintah dominic.


Janice menurut dan makan.


Janice tak dapat bicara apa apa.


Dia seperti seorang yang bisu.


"setelah selesai makan,temui aku ke ruang kerjaku,aku menunggumu"


kata dominic,mengelap mulutnya,


beranjak dari kursinya menuju ruang kerjanya.


Janice selesai sarapan,dia berjalan menuju ruang kerja dominic.


Janice berdirindi depan pintu.


Tok..


Tok..


Tok..


(pintun diketuk)


Janice membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.


Janice menutup pintu kembali dan berjalan mendekati dominic.


Janice berdiri di depan meja dominic.


Dia menundukan keplanya


"Dudulah janice,ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan mu"


kata dominic.


Janice duduk di sofa,Dominica berjalan mendekati janice dan duduk dihadapan janice.


"menikahlah dengan ku usai kelulusan sekolah janice,aku akan bertanggung jawab untuk perbuatanku tadi"


Dominic menghela nafas panjang.


Janice kaget dan menatap dominic.

__ADS_1


"apa yang kau inginkan dariku dom?"


Suara janice bergetar.


"Aku hanya ingin grub san dan papamu membayar perbuatannya pada keluargaku"


Dominic menaikkan nada suaranya.


Janice terkejut!


"papa ku tidak bersalah dom! pamanku yang melakukannya"


Janice membela.


"papa ku hanya pengganti saat pamanku tiada"


Jawab janice.


"maksudmu aku salah mengenali orang??"


saat itu usia kun13 tahun,tak mungkin aku salah mengingat."


"papamu dengan kejam menusuk dab menyayat leher papaku"


Dominic menunduk.


"jika kamu bukan orang yang aku sayang,aku pasti sudah melenyapkan mu"


"papamu seorang pembunuh janice!"


Dominic menghempaskan vas di atas meja dengan tangannya,tangnnya terluka.


"kau salah sangka dom! yang membunuh bukan papaku,itu adalah pamanku, saudara kembar papaku!"


Janice berteriak kepada dominic.


"aku bisa buktikan itu padamu jika kau mau"


Janice mendekati doninic.


"jangan sakiti papaku dom,aku mohon"


janice memegang erat tangan dominic.


Dominic menatap janice,melepaskan tangannya dan memeluk janice.


"menikahlah dengan ku,maka aku akan lepaskan papamu dan grub san"


Dominic berbisik di telinga janice.


Janice kaget dan melepas pelukan.


Janice memikirkan Alberto,bagaimana bisa dia mengingkari janjinya pada alberto.


"apa kamu memikirkan kekasihmu alberto??"


"kamu tak bisa meninggalkan kekasihmu demi papamu?"


Dominic menatap Janice tajam.


"aku tahu,papamu punya penyakit jantung,dan apa jadinya jika papamu melihat ini??"


Menunjukan foto foto di ponselnya pada janice.


"apa jadinya jika papamu tau anak kesayangnnya seperti ini?"


Dominic tersenyum kecut.


"jangan dom,jangan berikan foto itu pada papaku,baiklah!kita menikah!"


Janice dengan mata berkaca kaca.


"oh benarkah?? Kau tidak akan menyesali keputusanmu?? kau harus merelakan alberto pergi??"


Dominic merebahkan tubuhkan ke sofa.


"Alberto beruntung mendapatkan cintamu,tapi dia tidak bisa memiliki tubuhmu"


Dominic menyilangkan kakinya.


"aku akan ikuti semua maumu dom!"lepaskan alberto dan papaku.


"meraka laki laki berharga dalam hidupku"


Janice menunduk.


"Ya tentu,asalkan kau meurut aku akan penuhi semua keinginnamu!"


Dominic tersenyum.


Tiba tiba pelayan masuk tanpa mengetuk pintu,


Dengan gemetaran dan tak bisa berkata kata.


Janice terkejut dan berdiri,


Dominic berdiri pelahan.


"saatnya kamu buktikan bahwa kamu setuju dengan semua syaratku,


Alberto mu datang! sapalah"


Dominic menatap tajam ke arah Janice.


Janice berjalan keluar ruangan di ikuti Dominic dari belakang,

__ADS_1


Di depan pintu terlihat alberto dengan luka luka berdiri.


"Alberto"


Janice berteriak dan berlari ke arah alberto.


Janice memeluk alberto dan menangis.


"Alberto kenapa kamu kesini?"


Janice melepas pelukan dan meraba wajah Alberto yang penuh noda darah.


"jane,apa kamu baik.baik saja?"


"apa pria gila itu menyakitimu??


"ayoo kita pulang"


Alberto memegang tangan janice erat.


Janice melepaskan tangannya dan mundur beberapa langkah.


"maafkan aku,aku tak bisa pergi denganmu"


Janice menangis.


"pergilah,aku akan tetap disini bersama dominic"


Janice terisak.


"apa maksdumu jane,apa pria ini mengancam mu??


"apa yang dia lakukan padamu??katakan"


"akan aku bunuh dia"


Alberto akan mengampiri dominic,Tapi janice menghadang nya.


"Tidak alberto,jangan lakukan itu!"


"pergilah"


"pergi......."


Janice teriak.


"Aku tak mau melihatmu seperti ini,aku mohon pergilah alberto"


Janice dengan pandangan memelas.


"aku tak akan pergi jane,aku mencintaimu!"


"aku akan selalu disisimu!"


"aku tak bisa kehilanganmu lagi"


Alberto mendekati janice tapi janice melangkah mundur menjauhi.


Alberto.


"Tapi aku tak mencintaimu"


Janice memalingkan wajahnya.


Alberto terkejut dengan kata kata Janice.


"Aku tak pernah mencintaimu,jadi pergilah"


Janice menutup matanya.


"Aku membencimu alberto"


"Ake membencimu ....."


Janice berteriak.


Janice pergi meninggalkan Alberto di depan pintu.


Janice masuk ke dalam, menaiki tangga tangga.


Alberto menatap janice berlari.


Hati Alberto hancur.


Plok..


Plok..


Plok..


(suara tepuk tangan)


"Dramamu berakhir teman"


"pergilah,Janice tak akan bisa kau miliki"


Dominic tersenyum jahat.


"Aku tidak akan menyerah dom!"


"Aku akan buat kau membayar semua ini"


Alberto mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya.


Alberto Berbalik dan pergi meninggalkan rumah Dominic dengan hati yang hancur dan rasa kecewa.

__ADS_1


__ADS_2