CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 15


__ADS_3

RUMAH ALBERTO


-RUANG KERJA-


Alberto memandang komputernya.


Meskipun fokus berkerja tapi pikiran Alberto tidak bisa lepas dari Janice.


Janice..


Janine..


Dan Janice..


(Nada dering panggilan)


"Hallo"


jawab Alberto dengan nada lemah.


"hei teman"


"ayolah jangan mengurung diri,datanglah bersenang senang"


"malam ini jam 10,aku mengundangmu"


Kata seseorang di ujung telepon.


"oh.."


"hai,do apa kabar??"


"iya aku akan datang"


"tunggulah"


jawab Alberto lemas.


"aih.. mana alberto yang aku kenal"


"baiklah,aku akan tunggu"


"Di tempat bisa diruang biasa nya juga"


"byee...."


Seseorang itu memutuskan panggilan.


Alberto menyandarkan badannya,melihat jam .


Jam sudah menunjukan jam 8 malam.


Alberto menutup mata sejenak lalu membuka matanya kembali.


Alberto berjalan ke kamar mandi.


Alberto akan bersiap untuk datang ke pesta temannya,LIDO.


---


RUMAH DOMINIC


-KAMAR DOMINIC-


Dominic sedang berbincang dengan seseorang lewat telepon.


sesekali terlihat Dominic tertawa lepas.


"baiklah teman aku akan datang"


"aku siap siap dulu"


"sampai bertemu"


Dominic menutup panggilannya.


Dominic bergegas mandi dan bersiap.


Dominic mendapatkan undangan pesta ulang tahun temannya.


Tok..


Tok..


Tok..


(pintu diketuk)


Pintu dibuka,dan terlihat Janice sedang mengintip.


"Dom,"


sapa Janice.


Janice masuk kedalam kamar dan menutup pintu.


Janice melihat setiap sudut kamar,Dominic tidak ada.


Saat akan berbalik pergi keluar kamar Janice dikejutkan dengan Dominic yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk di pinggangnya.


"aaaaaaa"


Janice berteriak menutup matanya dan berbalik.


Dominic juga terkejut,Dia kembali masuk ke kamar mandi dan memakai kimononya.


Dominic keluar kamar mandi dan menghampiri Janice.


"sory janice,aku nggak tau kamu masuk kamar"


Dominic bicara canggung.


"iya nggak papa kok,,aku yang salah main masuk aja"


Janice masih menutup matanya.


"aku cuma mau bilang kalau besok aku akan pergi dengan Yohana dan Olivia"

__ADS_1


"kamu beri ijin tidak??"


Janice bebicara lembut.


"Ya.. pergilah"


"Dan buka lah matamu,aku sudah pakai kimono"


kata Dominic tertawa kecil.


Janice membuka mata dan melihat Dominic memakai baju rapi.


Janice mendekati Dominic.


"mau keluar??"


"iya,ada uandangan ulang tahun"


jawab Dominic.


"siapa??"


Janice penasaran.


"Teman sekolah saat diinggris"


Dominic mengancingan kemejanya.


"kamu tidurlah lebih awal,setelah kamu pergi dengan teman temanmu,kita akan melihat dekorasi hotel"


kata dominic


"baiklah,kamu hati hati ya"


"bawalah sopir untuk jaga jaga"


"jaga dirimu baik baik"


Janice pergi meninggalkan Dominic.


Dominic merapikan baju dan rambutnya.


Dominic berdiri di depan cermin.


Dia bersiap berangkat,Dominic membawa beberapa undangan untuk teman temannya yang alamatnya tidak ditemukan.


Dominic keluar kamar,


menuruni anak tangga dengan langkah cepat.


Keluar dari rumah menuju mobil dan diantar oleh sopir.


Mobil dominic melaju tempat tujuan.


---


CLUB ☆


Alberto mencari ruang VIP yang dimaksud!


Alberto melihat setip nomor yang tertera dipintu.


batin Alberto.


Alberto membuka pintu ruanganan,terlihat suasana ramai.


beberapa teman yang di kenal dan tentu saja wanita wanita sexy yang hanya mengenakan bikini dan sedang menari erotis.


"Alberto"


sapa seseorang dengan berteriak dan melambaikan tangan.


Alberto menoleh dan menghampiri.


"Hai Do,selamat ulang tahun ya"


Alberto dan Lido berpelukan ringan.


"Thankyou bro,duduklah"


Alberto duduk disamping Lido dan meraka berbincang.


"Hei,lupakan lah gadis itu!"


Lido menupuk bahu Alberto.


"kamu lihat,disini banyak hiburan"


Mata Lido menatap wanita wanita yang sedang manari.


"ya.. "


"mereka semua seleramu"


Alberto tertawa.


"coba lah satu,semua yang disini pilihan"


Lido berbisik.


"sudah lah,aku tidak berminat"


Gerutu alberto.


Lido dan Alberto saling pandang dan tertawa.


Mereka bercanda bersama.


Tak lama pintu ruangan terbuka,


Lido menatap dan tersenyum.


"nah.. teman kita datang lagi"


Alberto mengerutkan dahi dan memandang ke arah tatapan Lido.


Alberto terkejut.

__ADS_1


"Dom"


Lido berteriak memanggil Dominic.


Alberto memegang pangkal hidungnya.


Dominic datang menghampiri Lido,mereka berpelukan.


"selamat ulang tahun lido temanku"


"sukses untukmu"


Dominic menepuk punggung Lido.


"Thankyou bro"


"oh ya,Alberto juga datang"


Lido menatap alberto yang sedang duduk membawa wine ditangannya.


Dominic juga menatapnya.


"Hai Dom!"


Sapa Alberto dengan tatapan tajam,tanpa berdiri.


"Hai"


Dominic balas menyapa dengan kaku.


"Hei hei.. ada apa dengan kalian?"


"kalian sudah berubah,mana teman temanku yang selalu ceria dulu??


Lido mengerutkan dahi dan berfikir.


Lido merasa antara Alberto dan Dominic ada sesuatu.


"ah baiklah,kalian nikmati pestanya nya dulu"


"aku keluar sebentar"


Lido menepuk bahu Dominic dan pergi keluar ruangan.


Dominic duduk bersebelahan dengan Alberto.


Mereka tak saling bicara.


Hanya sesekali saling menatap tajam seakan ingin membunuh satu dengan yang lain.


---


Diluar ruangan Lido berbincang dengan bawahannya.


Bawahan Lido berbisik ditelinga Lido.


Lido kaget dan mdngerutkan dahinya.


"kalian yakin dengan informasi ini?


tanya Lido seakan tak percaya.


"Saya sangat yakin Tuan"


jawab Bawahannya.


"baik,pergilah"


kata Lido memerintah.


Lido Kembali masuk ke dalam ruangan.


Lido duduk diantara dua temannya itu.


Dominic memeberiakn undangan kepada Lido,


"datanglah minggu depan"


kata Dominic.


Lido menerima undangan itu.


"ah ternyata benar!"


batin Lido saat melihat undangan itu.


"aku pasti datang denga alberto,ya kan??


Lido melihat ke arah Alberto.


"aku ada perjalanan bisnis Do,maaf!"


Alberto mencari alasan.


"Selamat untuk pernikahanmu Dom!"


"Semoga Bahagia"


Alberto langsung meneguk habis wine ditangan nya.


"Thanks"


jawab Dominic.


"wah.. hanya karena seorang wanita,mereka berperang dingin"


batin Lido.


"bahas pernikahannya sampai disini saja,sekarang ayo kita perpesta"


Lido mengangkat gelas winenya di ikuti Alberto dan Dominic.


Sepanjang pesta perang mata antara Alberto dan Dominic tak terhindarkan.


Lido yang tau sesekali melerai dengan kata kata halus seolah tidak tahu apa apa diantara mereka.


Lido hanya bisa berada ditengah,Dia tak bisa memebela salah satu diantara alberto atau Dominic.

__ADS_1


Karena Alberto dan Dominic adalah sabahat terbaiknya.


Albseto dan Dominic sama sama penting baginya.


__ADS_2