CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 05


__ADS_3

Disekolah


(Dikantin)


"nice kok bengong aja sih?sudah lah sedih sedih nya ntar aja,nih makan dulu"via menyodorkan salad sayur kehadapan janice.


janice tersenyum tipis"thanks"


"nice,kamu yang sabar ya,kita dukung kamu kok"kata yohana memegang erat tangan janice.janie tersenyum lebar penuh arti.


"makasih kalian sahabat terbaik"ucap janice.


"hallo wanita wanita cantik,boleh duduk bareng gak?"seseorang sedang berdiri di samping meja,dengan tersenyum.


"wah Mr.Dom silahkan duduk"olivia antusias


"Mr.mau pesan apa?saya pesankan"tanya yohana,


"hmm apa saja yang kalian pesan,saya makan"jawab dominic


"oke Mr siap,ayo hana"olivia dan hana pergi memesan makanan untuk dominic.


Dominic pindah tempat duduk disamping janice,menatap janice yang terdiam sedari tadi.


"Janice kamu kenapa??ada masalah??"dominic menggenggam erat tangan janice.


"gak ada apa apa kok"tersenyum paksa,dominic menepuk bahu janice.


"kalau ada masalah cerita aja,aku pasti bantu kamu,kita sahabat"kata dominic meyakinkan janice.janice memang tangan dominic yang ada dibahunya.dan tersenyum memandang dominic.dominic juga tersenyum.


"oke,Mr.Dom"kata janice mebuat dominic tiba tiba tertawa,mengagetkan janice.


"hahahahahaha..coba ulang,kamu panggil aku apa?"pinta dominic

__ADS_1


"oke, Mr.Dom"mengulangi ucapannya.


"kamu guruku disini,jadi harus sopan"kata janice menegaskan,dominic mengangguk kan kepala mengiya kan pendapat janice.


"oke cantik,(mecolek hidung janice)tapi diluar sekolah jangan panggil aku seperti itu,aku merasa aneh"dominic mengusap rambut janice.dominic dan janice saling memandang dan tersenyum.


olivia dan yohana datang dengan makanan dan minuman,meletakan dihadapan dominic.


"silahkan Mr.Dom"kata olivia dan yohana serentak.di padu dengan tawa kecil mereka.


"wow,thankyou..apa imbalan untuk ini?"tanya dominic kepada olivia dan yohana.


"nggak perlu Mr.Dom"tolak olivia


"iya kita melihat anda tersenyum saja sudah senang"goda yohana sambil tertawa


"mana bisa begitu,saya traktir kalian nonton film,bagaimana?"tawar dominic dengan melihat ke arah janice dan 2 sahabatnya.


"hih dingin"janice memegang pipinya terkena gelas dingin minuman dominic.


"apa an sih,bikin kaget aja"geritu janice.


"ayo kita nonton film,pasti seru"kata dominic


"ayo nice"olivia memelas


"ayolah nice,mau ya.."yohana memohon


"oke,tapi hanya menonton tidak belanja"jawab janice.disambut tepuk tangan tangan bahagia dari 2 sahabatnya.


☆☆☆


Teeettt.. Teeettt..(bel pulang)

__ADS_1


Suasana ramai menuju lobby sekolah,dengan pikiran tidak menentu janice berjalan menyusuri lorong kelas menuju lobby utama.olivia dan yohana sudah pamit dahulu,mereka janjian bertemu langsung ke bioskop nanti malam.dari kejauhan dominic melihat ke arah janice dengan senyuman jahat.senyumannya seolah ingin meracuni janice.membuatnya mati tanpa suara.


Dilobby janice melihat kekiri dan kekanan,sudah sepi hanay tinggal beberapa orang saja,janice berjalan keluar lobby menuju gerbang sekolah.Dia ingat bahwa sekarang hidupnya sudah jatuh,Dia tidak lagi naik mobil mewah seperti dahulu,Dia harus berhemat dengan uang tabungannya paling hanya bisa bertahan beberapa tahun saja.Dia memikirkan cara mendapatakan uang dan membantu orangtuanya,Tak terasa langkah kaki janice sudah jauh meninggalkan gedung sekolah,Tiba tiba ada mobil berhenti didepan janice dan membuatnya kaget.


"aaaah"janice memegang erat dadanya dengan 2 tangan,janice menoleh ke arah dalam mobil,kaca mobil terbuka


"masuklah,cuaca panas,kamu bisa sakit"ucap.seseorang dari dalam mobil.


"alberto"kata janice memastikannya.


"woii nona jelek,buruan mau masuk gak?"pinta alberto membuat janice kesal.janice masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju.


Di perjalanan mereka hanya terdiam,sesekali janice melirik ke arah alberto,dengan tersenyum kecil.


"lihat apa?kalau mau lihat lihat aja,gak usah malu malau"kata alberto dengan gaya sok keren.berbaur senyumannya yang manis.


Deg..


Jantung janice berdetak,melihat pria tambah yang dulu pernah singgah dalam hatinya,tersenyum padanya saat ini.


"astaga,tampan sekali alberto ini"batin janice,membuat mukanya merona


"kamu kenapa jane?"alberto panik,tanpa sadar tangan alberto mendarat ke dahi janice membuat muka janice semakin memerah.


"ih apa sih,aku gak papa kok,cuma kepanasan aja"menyingkirkan tangan alberto dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"aduh resek banget,ketauan gak ya,iih malu banget"batin janice,janice jadi salah tingkah dihadapan alberto.alberto hanya tersenyum melihat janice dan menggeleng geleng kan kepalanya.


Sampai di rumah janice masih menutup mukanya.Dia merasa malu.Dia mengintip dari sela sela jari.dia membuka tangannya,janice menutup matanya,menghembuskan nafas panjang.janice membuka mata dan


cup...


alberto mengecup hidung janice dengan cepat,membuat janice terbelalak kaget.Tak lama tersadar,janice pun gugup cepat cepat dia turun dari mobil masuk ke dalam rumah,tanpa menghiraukan alberto.Alberto hanya tersenyum,langkahnya untuk mendapatkan janice kembali terbuka lebar...

__ADS_1


__ADS_2