CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 24


__ADS_3

RUANG MAKAN


Janice sudah menyiapakan sarapan untuk Dominic.


Janice duduk,dan menunggu Dominic.


Tak lam Dominic datang,menarik kursi dan duduk.


"Aku akan keluar kota"


Dominic memecah keheningan.


Janice sedikit kaget,


"kapan??"


"hari ini"


Dominic mwnjawab singkat.


"berapa lama?"


Janice terlihat sedih.


"2hari,kamu baik baik lah"


Dominic berdiri dari duduknya dan pergi.


"eh langsung pergi"


guman Janice.


Janice selesai makan dan pergi ke kamar.


Dia melihat ponselnya.


membuka galery foto.


Janice melihat Fotonya dan teman teamannya.


Janice merindukan Yohana dan Olivia.


Melihat Foto keluarganya.


Papai,Mami,dan Omanya.


Melihat foto nya dan Alberto,


Janice mengusap wajah Alberto di layar ponsel.


Janice tersenyum.


Menggeseranya lagi dan melihat foto pernikahannya,ya 3 minggu sudah pernikahannya dengan Dominic.


Dominic terlihat tampan dan mempesona di foto itu.


---


2 hari dilalui tanpa Dominic.


Janice merasa sedih.


Biasanya dia selalu melihat Dominic.


meskipun kadang sikapnya seperti bunglon.


Janice selesai berganti pakaian.


perutnya terasa lapar,Janice bergegas turun untuk makan.


---


Dimeja makan tersaji berbagai hidangan.


Janice mengambil salad kesukaannya,dia mengaduk nya.


Janice pun melahapnya,mengunyahnya dan menelan.


Tapi aneh,Janice merasa mual dan ingin muntah.


Janice berlari ke kamar mandi yang ada di dapur.


Janice memuntahkan makanannya.


makanan sudah dimuntahkan,tapi janice tetap saja merasa mual dan ingin muntah.


Puas di kamar mandi,janice keluar mengusap mulutnya dengan Tissu.


Bibi lin yang tau datang dengan air hangat di tangannya.


"nona minumlah"


menyodorkan gelas.


Janice meneguk air hangat itu.


dan memeberikan gelas itu kembali pada bibi lin.


"nona baik baik saya?"


"apa kita perlu ke dokter?"


kata bibi lin.


"ah aku baik baik saja bibi"


Kata Janice.


"aku ke kamar dulu bi"


janice bergegas pergi ke kamarnya.


Janice duduk di sofa dan gelisah.

__ADS_1


Janice berfikir,


"apa mungkin akau hamil?"


"Tapi Dominic tidak pernah melakukannya"


"hanya Alberto yang........"


"ahhhhhhh tidak!!!!"


Janice menjerit.


"nggak mungkin,nggak mungkin"


"bagaimana bisa hamil anak Alberto?aku hanya melakukannya 2x saja"


batin Janice.


Tok..


Tok..


Tok..


(pintu diketuk)


Bibi lin masuk,dan menutup kamar.


bibi lin berjalan menghampiri Janice.


"nona"


"ada apa?"


"ceritalah pada bibi"


kata bibi lin duduk di samping Janice.


Janice menangis,


"bi antar aku ke rumah sakit pi"


"sepertinya aku hamil"


kata Janice sedih.


Bibi Lin kaget.


"ah bibi lihat tadi seperti juga begitu"


"kenapa menangis,jika hamil kan seharusnya senang"


bibi lin membelai rambut Janice.


"ini bukan Anak Dominic bi"


kata Janice lirih


"apa?"


"nona,apa yang terjadi?"


bibi lin mendesak Janice.


"seminggu sebelum aku menikah,aku sudah melakukannya dengan Alberto bi"


"bagaimana ini?"


Janice menangis keras.


Bibi lin memeluk Janice dan menepuk pelan.


"ayo kita pastikan dulu ke rumah sakit"


"iya bi"


"bibi ikut ya"


kata Janice,bibi lin mengangguk.


Janice dan bibi lin pergi ke rumah sakit.


mereka naik taxi.


Dijalan Janice menggenggam erat tangan bibi lin.


"bi,aku takut"


kata Janice


"tidak apa nona"


"ada bibi,nona tidak perlu takut"


Bibi lin menenangkan.


Taxi pun sampai di Rumah sakit.


Janice dan bibi lin buru buru masuk ke dalam.


---


Janice dan bibi lin duduk dihadapan seorang dokter.


Dokter itu membaca laporan hasil tes Janice.


"Congratulations on your pregnancy"


kata dokter wanita itu dengan senyum mengembang.


"what??"


kata janice spontan.

__ADS_1


"you are pregnant"


Dokter mengulangi.


"Thank You"


kata Janice lemas.


Janice dan bibi lin keluar dari ruangan dokter.


Badan Janice gemetaran.


Bibi lin mengajaknya duduk.


"sudah 4 minggu bi"


"dan aku baru menikah 3 minggu"


Janice memendamkan wajahnya ke pelukan bibi lin.


"sabar nona,jika ada kesempatan nona harus cerita pada Tuan Dominic"


kata bibi lin menasihati.


"iya bi,tolong bibi jaga rahasia ini dulu ya"


"jangan bibi ceritakan pada papi,mami dan oma"


"oke bi?"


kata Janice memelas.


"baik nona"


"sekarang ayo kita pulang"


Bibi lin membatu berdiri dan memapah Janice.


---


setibanya di rumah Janice melihat Dominic.


seketika Janice kaget dan gugup.


Dominic yang sedang minum melihat Janice dan menyapa.


"dari mana?"


"ah.. jalan jalan"


Janice beralasan.


"oh.."


"masuk lah kekamar,ada hal penting yang aku bicarakan"


Dominic berjalan menuju kamar.


Janice menatap bibi lin tanpa bicara.


Janice memberikan laporan rumah sakit pada bibi lin.


Bibi lin menerimanya dan bergegas ke kamarnya.


Janice pun berjalan perlahan ke kamar.


---


Di dalam kamar


Dominic sudah menunggu.


Dia duduk di sofa.


Janice msndekat dan duduk disamping Dominic.


"ada apa?"


Janice ketakutan.


"heii sayang"


"kenapa kamu ketakutan?"


tanya Dominic.


Dominic mendekati Janice dan memeluknya.


"ada apa?"


"maaf jika aku menyakitimu sayang?"


kata Dominic mengusap punggung janice.


"ah tidak,aku hanya sedang rindu pada orangtua ku dan oma"


kata Janice.


"kebetulan sekali"


"aku ingin mengajakmu bulan madu ke inggris"


kata Dominic.


"aku akan bertemu temanku disana"


"kamu mau ikut?"


Dominic menatap Janice.


"iya"


Jawab janice pelan.

__ADS_1


"jika ada kesempatan aku akan cerita pada papi dan mami"


batin Janice.


__ADS_2