CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 29


__ADS_3

3BULAN KEMUDIAN


waktu berjalan lama,semakin lama Rossa semakin menguasai Dominic.


Dominic tak pernah menolak keinginan Rossa.


Dominic memanjakan Rossa.


dan mengabaikan Janice.


Rossa keluar rumah untuk shopping.


Dominic dan Janice di rumah.


saat Janice keluar kamar tak disangka bertemu dengan Dominic.


Janice menghindari Dominic,Janice masuk kembali ke dalam kamar,kaki Dominic menahan pintu kamar.


"buka"


Dominic bersuara.


"tidak,pergilah"


Janice mendorong sekuat tenaga.


Dominic mendorong,Janice pun tak bisa menahan lagi.


Dominic buru buru masuk dalam kamar,dan mengunci pintu kamar.


"apa yang kamu lakukan?"


"kenapa dikunci?"


Janice panik.


"masuk kedalam kamar istri sendiri harus ijin kah?"


Dominic menarik tangan Janice dan mendorongnya ke ranjang.


"kenapa kamu menghindariku??"


Dominic kesal.


Janice bangun dan duduk.


"aku.. aku.."


"aku hanya tak ingin mengganggumu dengan Rossa"


"aku tidak ada maksud apa apa"


Janice membela diri.


"huh"


"kamu selalu membuatku kesal"


Dominic berdiri dan mengeluarkan kartu.


dan melempar ke ranjang sisi Janice.


"pakailah,bukankah ini jadwalmu periksa kandungan"


Janice kaget,


memang setiap bulan Dominic selalu memberinya uang untuk periksa kandungan.


meski kadang bersikap kasar.


tapi dominic masih punya rasa manusiawi.


"ingat lah Janice"


"aku tak akan pernah menceraikanmu"


"kamu selamanya akan jadi istri Dominic Willy"


---


Diluar kamar,


Rossa tak sengaja mendengar suara Dominic di kamar Janice.


Rossa menguping dan kaget.


"apa?? Janice hamil??"


"anak Dominic??"


"nggak boleh,aku harus singkirkan anak itu"


"atau rencanaku akan hancur sia sia"


batin Rossa.


Rossa buru buru pergi agar tidak ketahuan.


Dikamar Rossa mondar mandir,sesekali berhenti.


lalu berjalan lagi,memikirkan cara melenyapkan janin dalam kandungan Janice.


Rossa berfikir keras.


Dia tidak ingin rencananya dengan Andrew sejauh ini gagal dengan adanya bayi.


"huh sial,kenapa juga Janice harus hamil"


"aku harus buat Janice keguguran,apapun caranya"


"Anak itu akan jadi penghalang buatku"


batin Rossa kesal.


kleeek...(suara pintu)


Dominic masuk dalam kamar.


"kamu sudah kembali?"


"ya.."


"sudah puas shopping dab aku lelah"


Rossa beralasan.


"hmm"


berguman.


Dominic masuk ruang ganti,tak lama keluar menggunakan stelan jas.

__ADS_1


"mau pergi?"


Rossa ingin tahu.


"ya"


"jangan tunggu aku,tidurlah dulu"


"aku akan pulang larut"


Dominic berjalan,namun langkahnya terhenti saat Rossa memeluknya dari belakang.


"aku akan menunggu"


"karena aku merindukanmu"


Rossa lembut.


Dominic melepas pelukan dan membalikan badan.


"aku ads beberapa pertemuan penting hari ini,tidurlah lebih awal,oke??"


Dominic mencium kening Rossa.


"baiklah,besok sebagai gantinya,kosongkan jadwalmu"


Rossa memasang wajah sedih.


"oke,sayang"


Dominic,berjalan keluar kamar.


Rossa menghela nafas lega.


"huh"


"untung aku bisa berakting dengan baik"


batin Rossa.


Rossa mengirim pesan kepada Andrew meminta bantuan,untuk menyingkirkan Bayi dalam kandungan Janice.


---


RUMAH SAKIT.


Dominic mengantar Janice dan bibi Lin sampai di Lobby.


"terimkasih sudah mengantarku Dom"


Janice melambai ke arah Dominic.


Dominic menatap dingin dan berlalu.


"ayo nona kita masuk"


kata bibi Lin.


Janice dan bibi Lin berjalan menuju ruang dokter.


Didalam ruangan,Janice diperiksa.


saat di USG Janice dan bibi Lin dapat melihat dua janin yang bergerak gerak.


"nona lucu sekali"


kata bibi Lin.


kata Janice.


"bayi anda sangat sehat nyonya"


kata dokter.


Janice bahagia,air matanya menetes.


"Alberto,aku akan lahirnya dua anak mu"


"meski kita tidak akan pernah bisa bersama,aku akan tetap bahagia dengan anak anak kita"


batin Janice.


Usai periksa Janice pergi berjalan jalan dengan bibi Lin.


Janice mampir membeli ice cream dan cemilan.


"bi,aku bahagia sekali"


Janice tersenyum cantik.


"iya nona,bebahagialah selalu"


bibi lin memegang erat tangan Janice.


puas makan ice cream Janice dan bibi Lin pulang.


saat berdiri Janice melihat Alberto dengan seorang wanita disampingnya.


wanita itu merangkul lengan Alberto.


Alberto terlihat senang.


"nona ada apa?"


bibi Lin melihat arah pandangan Janice.


"ya Tuhan.."


bibi Lin membungkam mulutnya sendiri.


"nona ayo cepat pergi,akan ada masalah jika bertemu"


"iya bi,ayo.."


Janice memakai kacamata hitamnya,bibi lin memakai syal menutup mukanya.


berjalan melewati Alberto.


Karena dari arah pintu masuk ramai,Janice sedikit menghindar,dan lengannya menyentuh kilas lengan Alberto.


Jantung Janice berdetak kencang.


Janice menekan dadanya dan cepat cepat keluar.


Alberto memalingkan wajah dan menatap sekeliling.


"aneh,aku seperti merasa ada Janice"


"apa hanya perasaanku saja ya??"


batin Alberto.

__ADS_1


"berto,ada masalah?"


tanya wanita disampingnya(GRACE WHITE)


"ah tidak"


"ayo"


"kita harus cepat"


"waktu kita tidak banyak"


Alberto dan Grace meninggalkan kedai Ice cream.


Alberto dan Grace naik kedalam mobil,dan pergi.


Di samping pohon dekat ice cream Janice melihat Alberto.


Janice menahan tangais.


"bi,aku tiba tiba merindukannya"


kata Janice lirih.


"sabar nona"


"jangan sedih,ingatlah bayi bayi dalam perut anda nona"


bibi lin menenagkan.


"iya bi,biarlah Alberto menjadi kenanganku"


"ayo bi,kita pulang saja"


Janice dan bibi Lin pulang ke rumah dengan taxi.


---


Dalam perjalan di dalam mobil Alberto hanya terdiam.


...


...


...


...


"bagaimana menurutmu berto?"


Grace menatap Alberto.


"hei"


Grace menepuk bahu Alberto.


"eh iya,ada apa?"


Alberto gagap.


"hmm"


"melamun saja dari tadi"


"aku sudah panjang lebar bercerita"


Grace kesal.


"maaf,aku banyak pikiran akhir akhir ini"


Alberto menjelaskan.


"apa?"


"kamu ada masalah apa??"


"biacaralah"


Alberto fokus menyetir.


"ah tidak perlu,lain kali saja aku sampaikan"


"kamu sepertinya tidak fokus"


Grace mengehela nafas.


"kenapa aku jadi kepikiran Janice ya"


"aduh..."


"membuatku tidak fokus saja"


"ayolah Alberto,fokuslah pada misimu"


"bisa gagal hanya karena rindu"


batin Alberto.


"maaf Grace,aku tidak bermasud acuh padamu"


"hanya saja beberapa hari ini kepalaku sedikit sakit"


Alberto beralasan.


"apa kamu sakit?"


"kita perlu ke rumah sakit?"


Grace khawatir.


"tidak,tidak perlu"


"istirahat sebentar juga sembuh"


"terimkasih perhatianmu"


Alberto tersenyum.


Alberto dan Grace akan mengadakan pesta pertunangan di akhir tahun.


pertunangan mereka merupakan pertunangan bisnis.


Alberto terpaksa bertunangan demi membantu Janice dan keluarga Sanjaya lepas dari jeratan Dominic.


Yang selalu curiga bahwa Peter Sanjaya adalah pembunuh orangtu Dominic.


Alberto menemukan beberapa petunjuk bahwa,pembunuh orang tua Dominic masih hidup dan bersembunyi.


dan orang itu dekat dengan Grace.


maka dari itu demi misinya Alberto harus selalu bersama Grace.

__ADS_1


__ADS_2