
RUMAH DOMINIC
Semua acara berjalan dengan lancar.
usai pesta orang tua dan oma Janice langsung pulang ke Inggris.
Yohana dan Olivia juga berpamitan saat pesta pagi tadi.
Meraka besok akan ambil penerbangan awal.
-DIKAMAR DOMINIC-
Janice sudah berganti pakaian tidur dan duduk di sofa.
Menatap ke luar jendela.
"kamu sedang apa?"
"Tidurlah"
kata Dominic yang baru keluar dari kamar mandi.
Dominic berjalan mendekati Janice di sofa.
Dia duduk di samping Janice,sambil mengering kan rambutnya.
Janice merebut handuk dari tangan Dominic.
Dengan lembut dia mengeringkan rambut Dominic.
"keringkan dengan benar"
kata Janice.
"jika tidak kamu akan terkena flu"
tambahnya.
"oke sayang"
jawab Dominic lembut.
Selesai mengeringkan rambut,Janice merapikan rambut Dominic.
Janice membelai lembut rambut Dominic.
Dominic memegang tangan Janice.
"kau hanya akan membelai rambutku saja?"
kata Dominic.
Janice kaget.
"ah.. aku hanya merapikan rambutmu saja"
jawab Janice.
Dominic menarik Janice mendekat.
Janice berada di pangkuan Dominic.
Dominic dengan cepat ******* bibir Janice.
Tangan dominic mulai berkeliaraan.
Tangannya meraba dada Janice.
Janice kaget dan secara spontan mendorong Dominic.
Janice berdiri cepat dan membalikan badannya.
"uh maaf Dom,Aku masih belum siap"
kata Janice.
"oke"
"Aku akan menunggu,mungkin aku yang terlalu terburu buru"
jawab Dominic memeluk erat Janice dari belakang.
"ayo kita tidur"
Dominic melepas pelukan dan menggandeng tangan Janice.
Janice menurut dan mengikuti langkah Dominic.
Mereka berbaring bersama,saling berhadapan.
Dominic membelai lembut wajah Janice dan tersenyum.
"Tidur lah gadis kecil"
kata Dominic lembut.
Janice tersenyum cantik.
"selamat ridur kakak baik hati"
Janice menutup matanya.
Dominic mengusap kepala Janice dan mengecup kening Janice.
Janice kaget,Janice tak berani membuka matanya.
Dominic bergeser membalikan badan ke arah lain.
Janice juga melakukan hal yang sama.
Janice membuka mata.
"maaf Dom"
__ADS_1
"entah mengapa aku tak bisa melakukannya denganmu,padahal kamu orang pertama yang membuka bajuku dan melihatku"
"sebelum Alberto"
batin Janice.
Disisi lain Dominic juga masih membuka mata.
"apa yang sudah kamu lakukan dengan Alberto malam itu?"
"itulah alasan kamu menolak ku,malam ini?"
batin Dominic.
Lelah memikirkan banyak hal,Dominic dan Janice tertidur.
---
1 MINGGU KEMUDIAN.
---
KANTOR ALBERTO
-RUANG PRESDIR-
Alberto duduk bersandar pada kursinya.
mengangakat kepalanya dan menutup matanya.
Alberto terlihat lelah,1 minggu ini terlalu giat bekerja bahkan samapai lembur.
Tok..
Tok..
Tok..
(pintu diketuk)
seseorang masuk.
"Tuan,mobil anda sudah siap"
"oh baiklah,kau bisa pergi"
"aku akan turun ke bawah"
kata Alberto yang masih dalam posisinya.
"baik Tuan"
Sekertarisnya pergi.
Alberto membuka mata,merenggabgkan badannya.
Alberto berdiri,dia menatap foto Janice dia atas meja kerjanya.
kata Aalberto lirih.
Alberto mengambil jasnya dan berjalan cepat keluar ruangan.
Di Luar ruangan sepanjang jalan para pegawai mengucapkan kalimat 'Tuan,hati hati dijalan'.
Alberto sampai di lobby di dampingi sekertaris dan Boby tangan kanannya.
"kalian bekerjalan dengan baik"
"aku pergi dulu"
kata Alberto yang langsung masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melesat pergi menuju bandara.
---
DI RUMAH DOMINIC
-KAMAR-
Janice duduk disofa memeluk lututnya.
Dia merindukan Alberto.
kenapa selalu Alberto yang ada dalam pikirannya.
Dan Dominic sudah tidak pernah meminta hal itu pada Janice.
1 minggu ini sikap Dominic juga biasa biasa saja.
Pintu dibuka,terlihat Dominic masuk ke dalam kamar.
Janice melihat dan menyapa.
"hei,sudah pulang ya?"
Janice tersenyum.
"iya"
Jawab Dominic singkat dan langsung kekamar mandi.
Janice heran kenapa sikap Dominic aneh.
"ah mungkin ada masalah di kantor"
batin Janice.
Seperti biasannya,
Janice menyiapakan pakaian ganti untuk Doninic.
Janice duduk di tepi ranjang menunggu Dominic.
__ADS_1
Dominic keluar dari kamar mandi.
Janice menghampiri Dominic.
"sini aku bantu keringkan"
kata Janice.
"Tidak perlu,kamu istirahat saja"
Dominic berjalan ke arah lemari.
membuka lemari dan mengeluarkan baju.
"Dom,aku sudah menyiapakan pakaianmu"
kata Janice.
"Aku mau keluar"
jawab Dominic dingin.
"hah??"
"ini sudah malam,kamu mau kemana?"
Janice penasaran.
"ketemu teman"
lagi lagi jawaban singkat yang meragukan Janice.
"apa kamu marah?marah karena aku belum mau melakukannya?"
tanya Janice memaksa.
"Tidak,itu hak mu menolakku"
"aku pergi dulu,kamu tidurlah"
"aku akan pulang larut"
Dominic langsung keluar kamar.
Janice hanya diam,dia duduk di tepi ranjang.
Dominic menjadi dingin,dan sangat aneh.
Janice bingung kenapa Dominic jadi berubah.
Janice menunggu Dominic.
1jam..
2jam..
3jam..
Dominic belum pulang.
jam di dinding sudah jam 12.00 malam
Janice keluar kamar dan duduk di sofa ruang tamu.
Dia menunggu Dominic.
1jam..
2jam..
Mata Janice tidak tahan kantuk,Janice pun tertidur.
"Nyonya bangun,Nyonya,Nyonya.."
suara yang didengar Janice,Janice membuka mata perlahan.
"ah iya bi"
Janice segera tersadar dan teringat akan Dominic.
"Doninic,bi Dominic dimana?? sudah pulang belum?"
Janice bertanya.
"Belum nyonya,mobil Tuan juga tidak ada di depan"
jawab pelayan itu.
"apa??"
"Dominic tidak pulang?"
"ini pertama kali nya Dominic tidak pulang kerumah"
batin Janice.
Janice berlari kekamar.
Sampai di kamar dia mengambil ponsel dan menghubungi Dominic.
Ponsel Dominic tidak aktif.
Janice melihat jam,
"jam 8,seharusnya ada dikantor"
batin Janice.
Janice mencoba menghubungi kantor,sekertarisnya bilang Dominic tidak ada dikantor.
Janice cemas.
Apakah Dominic baik baik saja.
__ADS_1