Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 10-MASA LALU


__ADS_3

Beberapa puluh tahun yang lalu…


Dua orang gadis SMA dan satu pria berjalan beriringan menuju sekolah mereka, kicauan burung di tepi sawah dan angin sejuk di daerah pegunungan itu membuat nikmat perjalanan mereka bertiga.


Para gadis saling bergendang an sambil tampak bercerita sedangkan satu orang pria yang di belakang itu mengawasi dua teman nya di depan sesekali menikmati udara segara.


“Wir, kok kamu Gajadi datang ke rumah aku semalam?”tanya Ratna kepada Wira yang dapat di ketahui nama pria yang ada di belakang itu.


Wira yang mendengar pernyataan teman nya itu, tersenyum kaku sambil mengaruk belakang kepala nya karena tidak enak dengan pembicaraan itu, terlebih tatapan Suci yang mulai terlihat penasaran kepada mereka berdua.


“Maaf Ratna, semalam aku harus pergi dengan kakek ku mengambil durian di kebun.”alasan Wira kepada gadis cantik tinggi dan berkulit mulus itu.


“Benarkah? Tidak apa-apa kalau begitu, tidak masalah Wir,”senyum manis Ratna kepada Wira.


Penampilan Ratna kala masih muda masih sangat cantik, wajah nya yang fresh kulit putih dan rambut hitam yang sangat gelap serta lurus itu sangat cantik untuk ukuran wanita SMA seumuran nya. Malah ratna di juluki kembang desa kala itu.


Sedangkan suci hanya gadis pendek, berkulit hitam manis dengan hidung mancung, dan rambut pendek sebahu. Kala itu Suci tidak bisa sama sekali merawat diri nya, yang hanya dia tahu pekerjaan nya dan sekolah nya kala itu.

__ADS_1


“Emang ada apa di rumah mu semalam Ratna?”tanya Suci dengan tatapan polos nya.


Ratna melirik sang sahabat lalu tersenyum setengah berbisik kepada Suci agar pria di belakang mereka tidak mendengar nya sama sekali, dengan nada malu malu Ratna mengatakan sesuatu.


“Gini suci, kamu tahu kan aku suka sama Wira. Aku bilang ke ayah, lalu ayah mengatakan akan melakukan tunangan untuk kami sekedar informasi dari keluarga saja dahulu Suci, karena kau tahu kan? Aku mendapat beasiswa penuh ke Eropa untuk kuliah, aku tidak ingin Wira di ambil setelah aku kembali,”kekeh Ratna melirik itu lalu tersenyum malu kepada Suci.


Lalu Suci yang mendnegar itu hanya mengangguk dengan polos nya seolah mengetahui apa maksud dari perkataan sang sahabat kepada nya, memang saat ini mereka sudah menginjak kelas 3 sma dan bentar lagi akan lulus setelah ujian sekolah minggu depan.


Ratna termasuk siswi pintar dan berprestasi sang ayah yang sudah tua mampu membuat diri nya memamerkan putri cantik nan pintar dan berbakat nya satu satu ini.


“Gitu yah, enak yah jadi Ratna. Tuhan sangat adil padamu, sudah cantik pintar sekolah, lalu dapat calon seperti Wira yang tinggi putih dan tampan, kalian sangat cocok,”senyum manis Suci kepada sahabat nya itu.


Lama perjalanan mereka karena saat itu masih menggunakan kaki dari pada kendaraan, hingga sampai akhirnya mereka ke sekolah. Kala itu suci dan Wira duduk di kelas yang sama sedangkan Ratna di kelas unggulan dan beda jurusan.


“Apa aku terlalu cepat memikirkan itu? Tapi ayah bilang tidak apa apa? Dia akan senang melihat aku tunangan, setidaknya jika penyakit ayah tidak menyerang umur nya sewaktu waktu,”gumam Ratna menatap jendela sekolah nya dengan sedih.


Ya Ratna adalah anak tunggal orang tua nya memiliki diri nya ketika umur yang tidak terbilang muda, karena Tuhan baru berkehendak kala itu. Lalu ratna sudah di tinggalkan sang ibu sejak usia 10 tahun, sekarang dia tidak mau tanpa siapa pun saat itu, tentu ratna memikirkan pasangan hidup nya secepat mungkin.

__ADS_1


“Ck apa yang aku pikirkan, ayo ratna belajar yang rajin, karena sukses bukan hanya menunggu tapi butuh tujuan,”yakin Ratna pada diri nya sendiri.


Bel belum berbunyi tapi Ratna ingin sekali ke kantin, diri nya meminta izin menuju kantin kala itu. Ratna berjalan melewati lorong belakang sekolah, tapi apa yang dia dengar? Suara seseorang yang dia kenal kala itu. Sangat dia kenal, saling berbicara intens, Ratna yang penasaran menguping di sebalik tembok sambil memegang roti yang dia beli tadi.


“Lepaskan aku Wira! Apa kau sudah gila! aku memang menyukai mu juga, tapi aku lebih menyanyangi Ratna dari pada rasa cinta ku pada mu, jadi cintai Ratna demi aku,”teriak Suci dengan suara gemetar.


Sontak pernyataan itu membuat Ratna terkejut mulut nya tiba-tiba dia tutup, apa maksudnya semua ini? Apa Suci dari awal juga menyukai Wira? Tapi kenapa Suci tidak pernah menyangkal pembahasan tentang Wira kala Ratna mengatakan dia mencintai lelaki itu.


“Apa kau bodoh! Dia akan pergi ke luar negri sana, pandangan nya akan luas, dia tidak akan mencintai ku untuk waktu lama suci, tapi aku tahu. Kau akan setia kepada ku bukan? Kita di sini bersama sama, aku tidak menerima perjodohan itu sama sekali. Tipe Ratna lebih baik dengan orang se pemikiran dengan diri nya juga,”jawab Wira menyakinkam Suci.


Suci terlihat terus menolak lalu menangis dan meinggalkan Wira, lalu Wira ikut mengejar. Tapi apa yang di lihat Suci dan Wira, mereka melihat Ratna yang menatap mereka sambil mengeleng tanda tidak percaya, rasa kecewa sangat mendalam kala itu, Ratna menjatuhkan roti yang dia bawa tadi.


Semenjak kejadian itu Ratna tidak bertegur sapa dengan Suci atau pun Wira, soal perjodohan Ratna minta di batalkan? Lalu tidak lama berselang itu ayah Ratna harus jatuh sakit dan meninggal dunia.


Dunia Ratna harus hancur untuk kedua kali nya, ujian kelulusan telah usai. Sama sekali Ratna masih belum bertegur sapa kepada sahabat nya itu, dia hanya menyisihkan surat untuk suci sebelum keberangkatan nya ke kota dan menuju Eropa untuk memenuhi kuliah nya di sana.


Di dalam surat itu Ratna berusaha berbesar hati atas semua kehilangan yang dia terima, dia tidak memaki suci. Dia hanya sedikit kecewa kenapa suci tetap bisa tersenyum kala diri nya bahagia mengatakan semua hal itu.

__ADS_1


Suci, ini aku Ratna.


Yang nama nya cinta tidak akan bisa di paksa, cinta datang dari dua orang yang ingin membangun kebahagian. Sempurna kita yang ciptakan, jika satu orang tidak ingin menyempurnakan kekurangan yang ada, lantas untuk apa aku bertahan, aku ikhlas meninggalkan Wira bersama mu, doa kan aku agar tetap bisa tersenyum sampai dunia menjemputku.


__ADS_2