Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 32-AKU INGIN BEKERJA!


__ADS_3

“Ini udah ini udah,”gumam Allea memasukan semua pakaian nya yang sedikit dia bawa dari kos itu ke mansion William, karena Allea hanya cuti sebentar untuk memberikan hadiah kepada keluarga William sekarang dia harus berkemas kembali ke kos nya.


Terik panas matahari yang menembus masuk di sebalik jendela ketika sore hari di kamar Allea itu, dengan tersenyum senang Ratna masuk dengan senyum manis nya melihat Allea mengemasi barang itu.


“Loh loh mau kemana Allea?”tanya Ratna dengan bingung nya menatap gadis itu.


Gadis itu menutup tas ransel nya, bewarna biru langit yang di belikan Ratna itu. Dengan tersenyum Allea memeluk Ratna lalu dengan polos nya dia berkata.


“Allea kan mau balik ke kos mommy, Allea kan kerja besok, harus cari uang, buat suami Allea juga, kan Allea sudah menikah,”jawab Allea dengan semangat yang membara.


Perkataan Allea yang cukup semangat itu terdengar oleh Bagas yang baru balik dari kantor bersama Derell dan Robert yang selalu mengekor kedua orang itu, Bagas yang terlihat lelah membuka dasi nya pelan, dan dengan santai masuk ke dalam kamar Allea.


“Apa maksud mu menafkahi ku? Aku nafas saja sudah bisa menghasilkan uang,”ejek Bagas kepada Allea.


Sontak jawaban yang tiba tiba dari Bagas itu membuat tatapan kedua orang itu teralihkan, Allea menaikan satu alis nya mendengar pernyataan Bagas yang terdengar songong, tapi kedua orang itu hanya mengabaikan satu sama lain.


“Benarkah? Jadi Allea tidak harus menafkahi suami Allea? Yaudah Gausah nikah aja kalau gitu, masa Allea diam di rumah aja,”kesal Allea cemberut menatap Ratna.


Wanita cantik itu mengusap kening Allea lembut lalu menjelaskan dengan perlahan agar gadis itu mengerti apa yang di maksud Bagas, memang penuturan pria itu sedikit kasar jika di dengar.


“Sayang maksud Bagas kau bisa saja berhenti kerja, Bagas akan membiayai mu karena sekarang kau istri Bagas,”tutur Ratna dengan lembut.


Brak…

__ADS_1


Bagas menjatuhkan badan nya di kasur Allea dia cuek dengan penjelasan dari Ratna itu, sambil berbaring dia memperhatikan dua wanita yang masih berbincang itu.


“Apa boleh Allea tetap bekerja suami ku?”tanya Allea kepada Bagas tiba tiba memutar badan nya.


Pria itu hanya terdiam, sedangkan Ratna dengan kesal berteriak kepada sang anak acara segera sadar dengan diri nya yang dari tadi hanya diam tanpa menjawab perkataan Allea.


“Bagas, itu Allea nanya loh!”kesal Ratna.


“Aku?”ucap bagas menaikan satu alis nya.


“Tentu kau b0doh, atau Allea apa adik kecil mau punya suami dua saja? Sama kakak besok menikah yah?”tanya Robert tiba tiba kepada Allea yang melihat sumber suara itu.


“Emang boleh punya suami dua? Yasudah besok kita menikah saja kak,”jawab Allea kepad Robert itu.


Bagas yang mendengar percakapan kedua orang b0doh itu seketika langsung berdiri dari tidur nya, dia langsung menarik tangan Allea berdiri di belakang nya dengan tatapan tajam bagas mendorong tubuh Robert yang tadi berdiri di samping Allea kini di depan nya.


“Ya terus kenapa kau tidak menjawab pertanyaan dia, harusnya kau menjawab Iyah istriku, apa kau lupa sudah menikah,”kekeh Robert kepada pria itu.


“Aku baru akan menjawab nya, menikah seperti ini membuat ku lupa akan diri ku yang terasa masih melajang,”gumam bagas dengan suara kecil nya.


“Maka nya mommy bilang adakan resepsi!”kesal Ratna kepada bagas.


Ya sebelumnya bagas sempat menolak mengadakan resepsi pernikahan dia yakin pasti mommy nya akan membuat satu negara tau jika putra sulung William itu sudah menikah, bukan nya bagas tidak mau memberitahu nya, dia hanya merasa Allea tidak mungkin menyukai nya, dia akan menunggu gadis itu jatuh cinta kepada nya, dan membenarkan perasaan nya.

__ADS_1


“Aku tidak peduli apa pun itu asalkan jangan resepsi, pernikahan ini cukup kita yang tahu yang lain jangan,”kesal bagas kepada semua orang.


Sontak perkataan bagas membuat Allea terdiam, apakah bagas tidak mau mengakui nya sebagai istri? Tapi Allea tidak sakit hati sama sekali karena apa juga keuntungan nya akan hal itu, dia hanya ingin menjalani hidup nya semesti nya.


“Jaga ucapan mu bagas, ingat perasaan Allea, Allea tetap tinggal disini dan diskusikan itu dengan bagas, kalian semua keluar!”teriak Ratna kepada orang orang yang menonton drama pasutri itu.


Semua orang akhirnya keluar dari ruangan itu, bagas membuka pintu yang ada di kamar samping nya, ternyata terkunci dia membuka lemari pelan dan melihat semua barang barang nya sudah ada di lemari Allea satu dengan pakaian gadis itu.


“Sepertinya mommy sudah merencanakan ini,”gumam bagas dengan tatapan datar nya.


Mungkin bagas lupa akan kehadiran Allea yang masih di sana gadis itu kembali meletakan tas ransel nya dan berdiri di belakang bagas sambil memanggil pria itu.


“Suamiku jadi bagaimana? Kata mommy aku harus menunggu keputusan mu, karena kamu sekarang suami ku aku harus menurut, tapi aku ingin bekerja, jangan melarang ku tapi jangan terpaksa juga mengikuti perkataan ku, karena aku tidak mau durhaka tapi tetap saja aku mau bekerja jangan melarang ku intinya dengan ikhlas,”celoteh gadis itu dengan cepat.


Bagas menghela nafas nya, akhirnya dia sadar menikahi gadis yang lebih kecil dari usia nya membuat pria itu harus ekstra sabar, dengan senyum kesal bagas memutar badan nya dia menunjuk Allea, gadis itu yang melihat bagas menunjuk di atas kepala nya langsung menarik tangan bagas ke bawah, atau lebih tepat nya telunjuk nya.


Pria itu salah menunjuk karena Allea yang lebih pendek dari nya dia malah menunjuk angin di depan nya.


“Salah suami ku menunduk sedikit, di sini,”ujar Allea membenarkan telunjuk bagas di depan wajah nya.


“Ck dasar kurcaci, makanan mu kurang bergizi, bisakah kau lebih tinggi lagi aku takut anak kita akan memiliki tubuh seperti mu juga,”ucap bagas.


“Tapi aku tidak ingin memiliki anak bersama mu, anak itu di hasilkan dari dua insan yang mencintai aku tidak mencintai mu karena kau om om, suami ku,”senyum Allea tanpa bersalah.

__ADS_1


Ayolah apakah gadis itu tidak menyadari perkataan polos nya menyakiti hati bagas yang suci itu, rahang bagas mengeras berusaha menahan kesal, pria itu menarik nafas panjang dan menghembuskan nya.


“Baik istriku, bisakah kau tutup mulut mu menggunakan tisu lalu diam setidaknya untuk sementara!”


__ADS_2