
“Allea bangunlah bukan nya kau sekarang ada ujian? Pergilah bersama Bagas, dia akan ke sekolah juga,”ujar seseorang menggoyangkan tubuh kecil Allea di sebalik selimut dengan pelan.
Kicauan burung yang indah dan suasana mansion yang sejuk karena di tumbuhi pohon di sekeliling lingkungan mansion mereka, walaupun tinggal di tengah ibu kota yang ramai. Mansion William memang di desain seperti rumah hijau saking banyak nya tanaman dan pohon serta kebun bunga yang indah terbentang di samping mansion.
Ehmmm…
Lenguh Allea meregangkan badan nya kala di bangunkan, gadis itu mengucek mata nya lalu terduduk di atas kasur empuk itu. Dengan wajah bantal nya dia tersenyum manis menatap seorang wanita cantik.
“Selamat pagi mommy Ratna,”senyum Allea menyapa wanita itu.
“Selamat pagi juga sayang, ayo mandi mumpung masih jam 6. Sekalian habis itu kita sarapan, pakai seragam mu yah,”jawab Ratna tersenyum mengusap rambut Allea dan meninggalkan gadis itu sendiri di kamar.
Allea yang di tinggalkan itu tersenyum sambil terus melihat pintu kamar nya verell yang sekarang menjadi milik nya itu, Allea sekarang sudah tidak bangun siang lagi karena memiliki mommy Ratna yang selalu bahagia membangun dan menyambut nya ketika pagi hari.
“Masih jam 6 kalau sendiri di rumah sering kesiangan soalnya ga ada yang bangunin,”gumam Allea tersenyum geli mengingat sifat nya itu.
Langkah kaki kecil Allea menuju kamar mandi, gadis itu bersiap siap memakai seragam putih abu abu nya itu. Ujian akhir semester ini sekaligus ujian kelulusan nya yang di mana penutup jika Allea akan lulus dari sekolah menengah atas.
“Sudah rapi, saat nya turun,”gumam gadis itu melihat tampilan diri nya di cermin.
Ayolah gadis itu sangat manis dengan rambut panjang bergelombang sedikit ikal, yang hitam pekat. Lalu hidung mancung dan kulit putih itu membuat nya seperti proporsi gadis Turki saja, tapi beda nya kalau gadis Turki tinggi tinggi Allea sebaliknya.
Allea melangkah kan kaki nya menuju ruangan makan, terlihat semua orang sudah berkumpul disana. Termasuk Bagas yang seperti biasa Allea lihat, pria itu memakai kacamata nya kembali, lalu menyisir rambut nya kotak itu sungguh aneh.
“Allea sini sarapan,”panggil Ratna menatap gadis itu.
“Iyah mom, selamat pagi daddy, verell, dan pak Bagas atau om Bagas yah?”gumam Allea di akhir kalimat nya.
__ADS_1
Sungguh gumaman Allea itu sama sekali tidak di acuhkan sedikit pun oleh Bagas, dia sangat terlihat bodo amad atas perkataan Allea, pria hanya dengan nikmat menyantap makanan nya seperti biasa dengan sebuah kopi hangat.
“Mom apa kau yakin Allea kenyang makanan seperti ini? Dia pasti butuh banyak makan nasi? Benar kan?”kata verell mengejek gadis itu.
“Verell!”kesal Ratna kepada anak bungsu nya itu yang sangat usil kepada Allea.
Sungguh candaan itu sama sekali tidak pernah Allea masuk kan ke hati karena mommy Ratna pernah bercerita verell jika sudah akrab dengan seseorang atau dia merasa nyaman dengan seseorang dia akan menunjukkan rasa keakraban nya itu sambil mengusili orang itu.
Tapi berbanding terbalik jika dia malah jarang mengusili orang itu, berarti verell sama sekali tidak menyukai orang tersebut. Begitulah Allea mendengar nya maka dari itu Allea hanya tersenyum.
“Gapapa mom, aku bisa kok makan begini, apalagi telur nya ada tiga pasti kenyang, tapi sedikit aneh tidak makan nasi hehe. Ternyata makan orang kaya seperti ini yah,”tawa Allea kepada verell.
“Kau bisa memakan nya tiap hari jika sudah berumah tangga dengan anak mommy, bener kan Bagas?”tanya Ratna menaik turunkan alis nya.
Sedangkan Allea yang mengunyah makanan nya itu hanya mendengar obrolan Bagas dan Ratna yang sama sekali dia tidak mengerti apa maksud dan tujuan nya itu.
“Kenapa om bag-,”
Belum sempat Allea menyelesaikan perkataan nya bagas terlebih dahulu memotong perkataan gadis itu dengan sedikit tatapan kesal nya kepada Allea.
“Jangan panggil aku om, panggil saja kak, atau nama ku sekalian. Aku belum setua itu!”kesal Bagas kepada Allea.
“Oiya kenapa kak bagas? Di sekolah sama di rumah gaya rambut nya beda? Kenapa tidak sama saja? Padahal mirip aja kan mom, gajelas banget,”ujar Allea mengatakan itu sambil terus memakan.
“Hah sama apanya? Mang Asep aja waktu itu ketemu kak bagas depan pagar, di kira bukan kak bagas malah di kira maling yang mau maksa masuk haha,”tawa verell mengingat itu semua.
__ADS_1
“Benarkah Allea kau melihat sama saja?”tanya Ratna heran.
“Iyah,”jawab Allea mengangguk cepat.
Ratna yang melihat itu seketika tersenyum, dia tentu memahami bentuk putra nya seperti apa. Tapi benar adanya yang di kata verell juga, penampilan bagas hanya di kenali oleh keluarga nya saja, di luar dari mereka penampilan aneh itu yang memang bagas masih terlihat tampan tapi orang mengira dia bukan seorang ceo William group.
‘Memang batin kalian saling terikat dari dulu, ih gemes,’ batin Ratna mendengar itu.
Begitulah acara sekedar berbincang sedikit di meja makan ketika pagi hari, Joan lebih banyak diam ya karena itu memang tipe pria itu dia lebih banyak berbicara kepada sang istri saja. Lalu saat ini di dalam mobil ada Allea dan bagas yang menuju sekolah.
“Ingat jangan sampai orang tahu kita tinggal satu rumah, dan memb-,”
Belum sempat bagas menyelesaikan ucapan nya dengan kesal Allea malah menjawab duluan dengan wajah yang lebih kesal dari pria itu.
“Iyah Iyah tau kok kak, ogah banget sampai tahu juga aku serumah sama guru killer kayak kakak, ga aku kasih tau kok nanti ribet. Oiya berhenti aku turun di sini aja, biar ga ketahuan juga,”ujar Allea mengatakan itu.
Bagas langsung menghentikan mobil nya, lalu Allea langsung turun dengan menghentakan kaki nya karena kesal atas perkataan bagas, toh siapa juga yang mau mengumbar itu. Dia juga gamau kali.
Brak…
Pintu di tutup dengan kasar, bagas melanjutkan melaju mobil nya menuju sekolah yang hanya tinggal berjarak beberapa puluh meter lagi itu. Gadis itu yang cemberut seketika, terdiam kala motor ninja hitam berhenti tepat di depan nya, pria itu membuka kaca helm nya, lalu tersenyum.
“Eh lu yang kemarin, ayo naik. Bentar lagi ujian mulai nanti telat,”tawa Rian kepada Allea.
Allea yang dapat tumpangan itu seketika merasa diri nya antara mimpi atau tidak beberapa kali dia mencubit pipi nya.
“Emm serius? Gapapa?”tanya Allea kembali.
__ADS_1
“Iyah gapapa, sekalian ucapan permintaan maaf gua karena udah kasar kemarin padahal baru pertama kali ketemu. Soal nya lagi kesal sama guru yang ajarin haha,”