
Ser….
Suara keran air di kamar mandi wanita itu terdengar jelas di keheningan sekolah karena jam pelajaran yang sedang berlangsung, di sana terlihat Allea sedang mengisi air untuk ember karena dia ingin menyirami semua lantai yang penuh bau bau naga itu.
“Arghh, duh maafin Allea bunda. Kalau tau anak mu ini banyak tingkah sekolah, pasti bunda bakal cubit Ale,”gumam nya mengingat sang bunda yang walaupun baik baik begitu tapi juga seram kalau sedang marah.
Ya Allea saat ini sedang di hukum oleh guru sosiologi nya tadi, karena bisa bisa nya mengatakan hal kotor seperti itu di depan guru. Gadis itu yang melamun ketika itu tersada saat kaki nya yang tidak memakai sepatu itu terkena air dari dalam ember yang keluar karena penuh.
Sengaja Allea melepaskan sepatu nya karena dia pasti tahu jika untuk membersihkan kamar mandi akan membuat nya sedikit basah, dan dia tidak mau membuat sepatu butut nya itu makin rusak. Jari kaki putih milik Allea terangkat merasakan air yang mengalir di sela sela jari nya.
“Eh eh udah penuh,”kaget Allea mengatakan itu.
Dirinya seketika itu juga mengangkat ember yang berisi air lalu menyiramkan semua nya ke depan dekat wastafel biasa teman siswi berkaca, karena ember yang terlalu berat membuat Allea hampir terpeleset dan benar saja.
Bruk…
Ember itu memang menumpahkan semua air nya tapi Allea yang hampir terjatuh itu menahan pinggang nya agar rok nya tidak basah, lalu baju putih milik Allea sedikit basah.
Huft…
“Untung saja ga ke pentok, malu kan keluar dari wc tiba tiba bengkak kepala nya,”ujar Allea berceletuk sendiri dengan imut nya dan pipi yang sedikit bulat itu tapi tidak terlalu cubby juga.
Dengan rajin Allea dengan cepat membersihkan kamar mandi itu, berkisaran sekitar setengah jam an kamar mandi pun bersih karena Allea. Gadis itu sedikit bangga karena berhasil membuat kamar mandi ini wangi dan bersih.
“Akhirnya bau bau pesing kalian hilang semua,”ujar Allea bangga.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan semua nya Allea pun pergi membawa pel dan lain nya untuk di letakan kembali ke dalam gudang penyimpanan, karena memang begitu ketentuan nya.
Drap… drap…
Derap langkah kaki Allea menyusuri jalanan lorong sekolah yang panjang karena dia membersihkan wc wanita di lantai 3 yang emang di khususkan untuk anak kelas 12. Allea berdendang sepanjang jalan.
“Akhirnya udah selesai mending boci aja deh di taman belakang hehe,”gumam Allea dengan santai nya melenggang sambil membawa barang-barang yang dia pegang.
Saat gadis itu hampir menuju gudang yang di sebalah kelas 12 IPA 1 itu, ketika mata nya ingin melirik seseorang yang dia kagumi dari dalam kelas itu. Bukan nya orang yang dia suka, tiba tiba malah datang seorang pria tampan dari sebalik pintu masuk kelas 12 IPA 1 itu.
Ya dia adalah Bagas, Allea yang melihat itu seketika berdecak malas menatap Bagas dari jauh, dia pura pura memainkan mata nya kanan dan kiri tidak menyadari seolah olah Bagas ada di sana.
“Duh guru killer ini banyak kali bunsin nya di mana mana ada, takut kali,”gumam Allea berusaha berjalan lalu pergi dan menghindar.
“Oke Ale santai Gausah panik, nanti malah kena hukum. Entah kenapa aku nafas aja berasa bakal di hukum sama ini orang,”gumam Allea kembali.
Drap… drap…
langkah sepatu hitam milik Bagas terdengar jelas karena suasana sepi, yang mana membuat Allea semakin merasa tegang karena entah kenapa membuat nya keringat dingin karena itu, perlahan lahan mereka semakin mendekat untuk berpapasan satu sama lain.
Set…
Mereka pun melewati satu sama lain tanpa tegur sapa, apalagi Allea dia bukan tidak mau menyapa guru satu nya itu. Dia takut akan ketahuan dengan pak Bagas atas kelakuan nya tadi pagi, maka nya Allea bernafas lega mengira Bagas tidak menyadari wajah nya berputar menghindari tatapan Bagas.
“Uh akhirnya Le-,”
__ADS_1
Belum sempat Allea melanjutkan perkataan nya, tiba-tiba dia merasa tangan nya di tarik seseorang dari belakang. Yang mana membuat tubuh Allea terpaksa berputar menghadap seseorang yang tidak lain adalah Bagas itu sendiri.
“Eh eh jatuh aku,”ucap Allea panik.
Tapi itu tidak mungkin terjadi, karena Bagas yang menarik tangan Allea saat berpapasan itu langsung menahan gerak tubuh Allea dengan menahan bahu gadis itu, pria itu menatap tajam wajah Allea.
“Pa pa pak Bagas? Ale ada salah lagi kah? Perasaan tadi cuman diam lewat?”ujar Allea dengan gugup menatap Bagas, bagaimana dia tidak gugup jika guru killer itu sangat dekat.
Jika orang lain akan gugup karena melihat ketampanan Bagas dari dekat, maka Allea akan gugup mengingat masa kelam nya karena sering di hukum oleh Bagas dari diri nya kelas satu sampai sekarang. Mungkin hukuman terbanyak di berikan oleh Bagas itu sendiri.
“Ikut saya, dan lalu tinggalkan itu di sana saja,”ucap Bagas tanpa menjawab pernyataan Allea, dan melirik barang yang Allea bawa di tangan nya tadi.
Allea yang gugup itu langsung mengiyakan dan menjatuhkan semua alat untuk membersihkan toilet itu ke lantai. Dia hanya bisa menunduk mengikuti langkah kaki besar Bagas.
“Aduh aku di hukum apalagi ya? Baru juga selesai di hukum malah di hukum lagi,”cicit Allea merasa lelah dengan kehidupan nya.
Langkah kaki Bagas yang besar tidak sebanding dengan langkah kaki Allea yang kecil, gadis itu tertinggal beberapa jauh dari Bagas, yang mana membuat Bagas menengok ke belakang.
“Apa jalan anda bisa sedikit di percepat nona Allea Mallposa?”ujar Bagas kepada siswi nya itu.
Allea yang kaget mendongkak kan kepala nya lalu melihat Bagas yang sedikit jauh dari nya gadis itu berlari kecil agar bisa menyeimbangi langkah besar milik guru killer satu ini.
‘Duh kau aja yang jalan nya cepat pak, buru buru banget sih udah tau aku pendek langkah ku ya kecil lah, tapi di lihat lihat pak Bagas tinggi juga, jika aku berdiri di samping nya cuman se dada nya, Arghh apa yang aku pikirkan? Dasar gila,’ batin Allea berkelahi dengan pikiran nya sendiri.
Saat Allea membatin itu Bagas berhenti tepat di depan ruangan nya yang mana membuat Allea yang tidak tersadar kembali menabrak Bagas.
__ADS_1
Brak…
“Apa hobi mu menubruk saya seperti banteng?”