Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 7-BEDA SIFAT


__ADS_3

“Eh maaf pak,”ujar Allea mendadak kaget karena diri nya kembali menabrak tubuh Bagas yang berdiri di depan nya itu.


Bagas yang mendengar permintaan maaf Allea tidak menggubris nya sama sekali, dia hanya membuka pintu ruangan nya dan membiarkan Allea di luar tanpa menyuruh gadis itu masuk, yang mana membuat Allea heran.


‘Aneh banget nih pak Bagas nyuruh orang ikutin dia tapi di suruh tunggu di luar macam kurir,’ batin Allea dengan wajah kesal nya yang terlihat imut itu.


Sedangkan Bagas seolah olah sibuk mengambil sesuatu di sebalik meja nya, pria itu mengeluarkan sebuah hodie milik nya, lalu melemparkan nya tepat di depan muka Allea tanpa aba-aba.


Bruk…


Tentu hal itu membuat Allea kaget, dan langsung menangkap hodie yang di lemparkan Bagas kepada nya. Ayolah tindakan itu sangat tiba tiba tentu membuat nya sedikit panik karena ulah psikopat di depan nya ini.


“Pakai itu, baju mu basah dan dalaman mu terlihat,”ujar Bagas dengan wajah datar nya tanpa bersalah.


Allea yang mendengar ucapan Bagas itu seketika melirik baju nya, dan ternyata benar ayolah. Bra hitam nya sangat tercetak jelas di sana dan dia malah memakai tanktop bewarna putih juga yang mana membuat warna nya tidak bisa menutupi bra diri nya itu.


Gadis itu yang menyadari hal itu tentu sedikit panik karena ucapan yang tiba-tiba itu, diri nya langsung dengan kalap. Memakai hodie milik Bagas tanp mengucapkan apa-apa.


“Iy Iy Iyah pak, makasih,”teriak Allea berlari meninggalkan ruangan Bagas dengan wajah merah karena malu.


Lalu Bagas yang tadi nya berwajah datar seketika, mengusap wajah nya kasar. Pria itu tersenyum kecil yang hampir tidak kelihatan dengan jelas sambil bergumaman.


“S!al, gadis kecil itu membuat ku sunggu G!ila,”gumam nya.


Drap… drap…

__ADS_1


Langkah kaki Allea yang menyusuri ruangan kelas 12 itu tergesa gesa tanpa mempedulikan lingkungan sekitar nya, diri nya yang merasa itu kembali di kaget kan dengan seseorang yang tiba tiba. Hampir menabrak nya.


“Hei apa bisa jalan mu lebih pelan? Kau bisa menjatuhkan semua nya Ck,”gumam seseorang itu yang kaget karena Allea yang mengerem mendadak dan membuat nya tersungkur di lantai.


Bruk…


“Aduh sakit,”ucap Allea mengusap kening nya yang terbentur ke lantai.


Nasib apes Allea harus kembali hampir menabrak seseorang karena dia sangat suka berlari seperti nya, seseorang yang Allea tabrak itu seperti nya Allea kenal suara nya. Gadis itu berusaha berdiri ketika diri nya terjatuh.


Hodie yang di berikan Bagas tadi terlihat sangat imut di badan nya yang kecil, tentu itu lucu. Karena badan Bagas lebih besar dari Allea yang mana hodie itu menutupi hampir seluruh rok di atas paha nya.


“Eh maaf,”ucap Allea dengan gugup ketika menatap seseorang yang ternyata dia tabrak adalah Rian.


“Apa kau baik baik saja?”tanya Allea kepada rian.


“Tentu aku baik-baik saja, jangan berlari seperti itu lain kali. Dan kenapa bau mu seperti toilet, sudahlah aku hancur karena mengerjakan soal yang sangat tidak masuk di akal oleh guru satu itu, dan sekarang aku hampir di tabrak oleh gadis seperti mu, sudah sampi jumpa,”jelas Rian setelah mengatakan itu berlalu pergi dari hadapan Allea.


Gadis itu yang mendengar ucapan demi ucapan yang di lontarkan Rian membuat hati nya sedikit sakit dan kecewa, apakah Rian tidak melirik gadis kalangan bawah seperti nya? Apakah dia harus jadi gadis kaya seperti Rifka dulu agar bisa di lihat?


Saat gadis itu sedih dengan pemikiran nya, dia melihat lutut nya yang sedikit berdarah dan tergores, diri nya menatap kaki nya itu. Walaupun kaki nya terasa sakit perkataan Rian jauh lebih membuat nya sakit.


“Padahal aku baru hampir menabrak nya bukan menabrak nya, aku malah terjatuh. Dan kenapa harus mengatakan hal seperti itu? Padahal pak Bagas hampir setiap hari aku tabrak dia bukan nya menghindar tapi menahan ku agar tidak terjatuh, aku kira semua pria itu baik, pak Bagas yang wajah nya seperti mau makan orang saja masih peduli, tapi kenapa Rian yang wajah nya seperti pangeran baik hati tega mengatakan itu,”gumam Allea menduduk meneteskan air mata.


Cinta pertama nya sirna, kenapa bisa seperti itu? Padahal belum sempat mereka berkenalan dengan baik. Allea sudah memberikan kesan buruk kepada Rian, gadis itu mengangkat lengan nya.

__ADS_1


“Hmm aku tidak bau kok, malah wangi parfum pak Bagas di hodie ini? Apa rambut ku yang bau toilet ya?”gumam Allea menciumi semua badan nya karena perkataan Rian tadi.


“Tapi emang sedikit bau toilet rambut ku, apa gara-gara jatuh tadi yah. Sudahlah mungkin Rian lagi stress karena Olimpiade itu, anggap saja aku tidak pernah mendengar nya,”jelas Allea kembali tersenyum dengan manis.


Gadis itu melenggang masuk berjalan menuju kelas nya dengan santai, ternyata sudah tidak ada guru karena pergantian jam pelajaran. Teman teman Allea yang bukan nya fokus dan khawatir dengan kaki Allea mata mereka malah terfokus kepada hodie gadis itu.


“Woe guys,”teriak Allea dengan riang.


Sontak Gita dan Tasya yang mendengar itu memutar wajah mereka ke depan pintu, lalu melihat Allea yang mendekati mereka dan duduk bergabung kembali.


“Cape banget anjy bersihin toilet nya, pesing pesing manusia jahanam ini bau banget coy,”ngeri Allea menunjukkan wajah merinding nya.


“Bod0amat, Heh punya siapa ini? Kok ukuran nya besar? Perasaan tadi ga pakai hodie, mana bau parfum cowo lagi,”curiga Gita menatap tajam sahabat nya itu.


“Haha Iyah Ale, terlalu besar ini untuk mu, badan kecil mu hilang karena memakai itu,”tawa Tasya menatap sang sahabat.


Allea hanya memasang wajah kesal nya menatap Tasya yang mengatakan itu seolah olah tidak sadar diri jika tinggi mereka hanya beda 3 cm saja kala itu.


“Heh kau juga pendek malah menertawakan aku dasar,”kesal Allea menatap Tasya yang tertawa keras itu.


“Haha sudah sudah jawab pertanyaan ku, kalian sama sama pendek kok,”tawa Gita melihat heran kedua sahabat nya itu.


“Punya pak Bagas,”jawab Allea dengan wajah malas nya kepada sang sahabat.


“HAH PAK BAGAS?”

__ADS_1


__ADS_2