Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 18-MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

Saat suasana ruang makan terlihat tegang, bukan semua orang tegang di sana tapi lebih tepat nya, hanya Allea yang terlihat kaku berkumpul dengan keluarga itu, gadis itu terus melirik Bagas yang sedang makan dengan mengamati entah berkas apa yang sedang dia baca itu.


“Ayolah Bagas, kita sedang jadwal makan. Bisa kau singkirkan itu dulu?”ucap Ratna kepada putra sulung nya itu.


“Tidak.”jawab Bagas dengan singkat nya.


Ratna yang mendengar jawaban singkat padat dan jelas itu hanya mampu menghela nafas nya dengan panjang, tentu dia menghela nafas. Bagas selalu melakukan pekerjaan nya sekaligus saat makan, entah kapan waktu santai sang putra sulung itu.


“Allea apa kau suka makanan nya?”tanya Ratna mengalihkan perhatian nya kepada gadis itu.


Gadis itu yang di panggil hanya terdiam, dia terus menunduk sambil mata kecil nya berkeliaran menatap Bagas, takut takut diri nya di hukum seperti di sekolah. Ratna yang tidak menerima jawaban itu, membuat Bagas yang tadi nya fokus ke berkas nya mengalihkan pandangan nya kepada gadis itu.


Dan benar saja tatapan Bagas yang menatap Allea tiba-tiba itu. Membuat gadis itu seketika tersedak dengan sup yang dia makan, membuat Ratna seketika panik.


Uhuk… uhuk…


“Allea kau tidak apa-apa? Baga! Apa yang kau lakukan kepada nya?”kesal Ratna kepada sang putra.


“Apa maksud mommy mengatakan itu? Jika aku hanya diam sambil membaca ini? Dia yang terus menatap ku dengan bola mata besar nya yang seperti akan keluar itu,”jelas Bagas kepada sang mommy.


Ya Bagas memang tipe orang yang kalau berbicara memang singkat dan padat, tapi kalau sudah tentang diri nya yang tidak di tuduh sesuai ke beneran pria itu mulai kesal dengan emosional penjelasan yang banyak dia keluarkan.


“Tidak apa apa mom, Allea baik-baik saja. Maafkan Allea semua nya,”ucap Allea merasa tidak enak membuat makan malam itu kacau.


“Tidak apa apa sayang, jangan dengarkan Bagas. Dia memang selalu seperti itu,”ujar Ratna menatap putra nya dengan kesal.

__ADS_1


“Aku lagi,”gumam Bagas mengalihkan perhatian nya kepada Allea dengan kesal.


Uhuk..


Allea kembali tersedak melihat tatapan tajam dari Bagas, entah kenapa tatapan tajam pria itu membuat nya merinding bukan karena takut atau seram dia hanya deja vu tatapan itu akan memberi nya hukuman seperti hari hari nya di sekolah.


“Bagas!”kesal Ratna.


“Mom, bukan salah Bagas, gadis ini selalu memperhatikan Bagas dari tadi setiap makan, hei apa kau menyukai kakak ku?”tanya verell dengan spontan.


Allea yang kesedakan itu seketika langsung mengeleng, dia langsung meminum air putih dengan cepat itu. Entahlah tata krama Allea makan di rumah mewah itu membuat nya agak pusing, gadis itu dengan santai minum menghabiskan satu gelas.


“Eh enak saja, amit amit yah! Aku ga suka pria yang jauh lebih tua dari ku, apalagi guru ku sendiri, aku hanya suka pria 2 tahun lebih tua atau seumuran dari ku,”jelas Allea kesal kepada verell.


“Benarkah? Tapi kenapa kau dari tadi kau menatap Bagas? Kalau bukan karena itu?”tany verell kembali kepada Allea.


Jleb…


Perkataan Bagas sekali nya berbicara langsung membuat lawan bicara nya ko, Allea langsung terdiam emang kenyataan seumur hidup nya selama dia hidup 18 tahun ini entah kenapa satu pun pria tidak ada yang menyukai nya? Atau mengucapkan perasaan kepada nya.


Padahal dia merasa diri nya tidak terlalu jelek untuk ukuran gadis seperti nya ya standar lah, malah kata bunda nya dia sangat cantik karena memiliki kulit bersih seperti ayah nya. Tapi mengapa?


“Enak saja ada kok! Bacot banget sih om om,”teriak Allea dengan kesal.


Ayolah meja makan itu seketika ribut karena ketiga orang itu saling berbicara dan beradu argumen, Bagas yang di panggil om om seketika menatap kesal kepada Allea.

__ADS_1


“Heh! Dasar bocah dari dulu kau sangat mengesalkan, orang yang bertemu dengan ku saja mengira aku masih remaja sma, kau malah meneriaki ku om om? Umur ku baru 28 yah, dasar anak curut,”kesal Bagas kepada Allea.


“Bodo amad om om udah tua tapi merasa muda duh jiwa jiwa muda ga hilang haha,”tawa Allea dengan lepas senang membuat Bagas kesal.


Bagaimana dia tidak senang melihat Bagas kesal? Karena Bagas belum pernah terlihat sekali pun kesal karena ulah Allea, pria itu selalu memerintah Allea dari diri nya kelas satu dulu sampai kelas ketiga, maka nya Allea sekarang penuh bahagia.


“Dasar bocah curut ini mommy kembali kan saja ke got,”kesal Bagas pergi meninggalkan meja makan itu.


“Haha lucu sekali om Bagas marah,”tawa Allea dengan bahagia.


“Bukan om!”teriak Bagas masih mendengar perkataan Allea.


Joan dan Ratna yang melihat rumah itu ramai karena kericuhan dan suara tawa dari Allea, membuat mereka saling menatap dan sedikit senang. Ternyata begini rasa nya memiliki anak perempuan batin Ratna, karena memiliki dua anak laki laki yang kaku seperti Bagas dan verell.


Membuat meja makan mereka selalu sepi tanpa ada nya canda tawa atau pun sedikit obrolan ketika mereka makan, tapi sekarang dengan kehadiran Allea semua itu bisa tercipta oleh gadis kecil itu, Ratna terlihat sangat senang dan bersyukur akan hal itu.


“Mom dad maafkan Allea, sudah berisik. Jangan buang Allea ke got yah,”cicit Allea dengan pelan menunduk merasa bersalah membuat ricuh suasana.


Ratna yang mendengar itu seketika tertawa lepas, entah kenapa diri nya sangat senang akan kehadiran Allea. Lalu bagaimana Joan? Dia tentu lebih bahagia ketika melihat sang istri bahagia, karena letak kebahagian nya ada pada istri nya itu sendiri.


“Tidak apa-apa sayang, justru mommy merasa suasana rumah yang besar memiliki penghuni tapi berasa tidak ada kehidupan ini ramai kembali karena adanya dirimu, Terimakasih Allea. Hmm atau sekalian saja kamu jadi anak mommy, mau Bagas atau verell?”kekeh Ratna.


Allea yang mendengar tawaran itu seketika menaikan satu alis nya tidak mengerti perkataan dari mommy sahabat bunda nya itu.


“Maksudnya mom?”tanya Allea dengan wajah lucu kebingungan.

__ADS_1


“Ck dasar lemot, pantas saja Bagas selalu emosi dekat dia,”geleng verell ikut menyelesaikan makanan nya.


“Ih ga gitu!”


__ADS_2