
Sebelumnya author informasi mohon maaf jika masih banyak typo karena novel ini langsung di ketik terus uploud, belum di revisi mohon pengertian nya ya kakak cantik semua😍🫶🏻
***
Setelah sedikit perdebatan yang tidak masuk akal, akhirnya di putuskan jika Allea tetap bekerja. Karena Bagas sudah tidak sanggup lagi melarang gadis itu, atau telinga nya akan panas karena kurcaci kecil nya itu berceloteh ingin menghasilkan uang sendiri.
Krek…
Pintu kamar mandi terbuka pelan, Bagas melihat Allea yang tidak di kamar padahal saat ini masih menunjukkan pukul 8 malam, Bagas yang tidak peduli mengambil baju ganti nya yang ternyata sudah ada di atas kasur.
“Ck, warna yang tidak senada apa ini?”kesal Bagas melihat pilihan baju yang dia yakini adalah pilihan Allea.
Bagaimana Bagas bisa seyakin itu? Baju warna biru dan celana apa itu? Pilihan warna seperti kesukaan gadis itu, hanya seenaknya saja, Bagas melempar pakaian itu ke sembarang arah dan mengambil baju hitam dan celana pendek nya di lemari, dengan wajah kesal.
Disisi lain Allea terlihat sangat sibuk merapikan meja makan, sambil meletakan satu menu makan yang dia buat dan sisa nya makanan mewah yang di siapkan oleh para pelayan mansion William, mereka yang sekarang tidak enak hati melihat Allea yang masih saja terus terusan di dapur.
“Nona muda, sebaiknya anda duduk saja sisa nya kami yang rapikan,”ucap salah satu pelayan yang merasa tidak enak.
“Nona muda? Siapa aku? Sejak kapan? Biasanya kalian sudah aku beritahu untuk memanggil ku Allea bukan,”cemberut Allea kepada para pelayan yang padahal sudah dia anggap teman sendiri itu.
Ya pelayan di mansion William akan hanya datang ketika di jam tertentu saja, tidak semua orang berhak berlama lama di dalam mansion William tersebut, mereka yang beberapa orang itu saling melirik dan menatap mendengar pernyataan Allea, hingga akhirnya suara Bagas memecahkan lamunan mereka.
“Jangan menyusahkan mereka, panggilan itu bukti mereka tau dimana posisi mu dan posisi mereka, jadi terima saja,”ujar Bagas kepada Allea.
“Tuan muda,”sapa para pelayan itu serempak.
Allea memutar mata nya malas, perkataan Bagas menurut nya sangat sombong, ya bagi nya posisi bisa saja di gantikan tapi hubungan tidak bisa. Maka dari itu Allea berpikir lebih baik membangun sebuah hubungan dari pada posisi di tingkat rantai makanan seperti itu.
“Terserah,”singkat Allea dengan kesal.
Para pelayan yang sudah selesai merapikan meja itu akhirnya berlalu pamit, satu persatu orang rumah turun untuk makan. Termasuk pria tampan yang penuh tato itu dengan santai nya seperti orang buangan, langsung nyelonong.
__ADS_1
“Halo istriku,”sapa Robert melirik Allea.
Gadis itu tidak menjawab sama sekali, karena dia sudah duduk di sebelah Bagas, sedangkan Bagas yang mendengar itu dengan kesal tanp aba aba langsung melemparkan garpu ke wajah Robert.
prang…
Suara benda terjatuh terdengar nyaring, Robert tentu saja langsung menghindari itu, dengan wajah panik pria itu mengeleng melihat tingkah Bagas yang padahal hanya dia bercanda kan itu.
“Istrimu istrimu, istriku!”kesal Bagas.
“Iyah suamiku, apa mau di cium, sini cup cup,”ejek Robert mendekat kepada Bagas siap memeluk pria itu.
“Ih geli,”teriak Allea melihat tingkah kedua orang itu.
“Minggir jangan menyentuh ku,”kesal Bagas kepada Robert.
“Aku sudah tebak jika ada Robert makin berisik, sudah ada Allea sekarang pria gila ini harus tinggal,”gumam Verell dengan santai nya.
“Sudah sudah kalian karena hari ini adalah hari yang bahagia jadi kita makan bersama, ayo,”ujar Ratna kepada semua orang.
Mereka semua tersenyum, dan mulai menikmati makan malam yang sederhana, sederhana? Mungkin saja tidak sederhana bagi orang lain, Allea terlihat mengambil udang buatan nya dan meletakan nya ke piring Bagas.
“Ini buatan ku suami ku cobalah, kata bunda kalau sudah jadi istri orang harus pintar masak biar suami nya ga masak masakan wanita lain, ayo makan suami ku,”ujar Allea dengan senyum manis nya.
Tapi entah kenapa Allea melihat tatapan suami nya itu yang melihat lama piring nya itu dengan tatapan datar, Allea yang merasa bingung ingin membuka suara tapi terlihat Bagas malah memulai makan makanan itu dengan lahap.
“Enak?”tanya Allea.
“Lumayan,”jawab Bagas dengan singkat.
“Aku juga mau, sini sini,”teriak Robert dengan kekanakan nya.
__ADS_1
“Kau sudah tua malu sedikit,”jijik Verell melirik pria yang seumuran kakak nya itu.
“Mata mu aku tua, aku baru umur 28 masih muda, tolong yah,”kesal Robert kepada Verell.
“Ini makan, coba,”tawar Allea ingin memberikan sandukan udang itu untuk Robert.
“Jangan melayani orang lain di depan ku, itu membuat ku kesal, dia kan punya tangan biar dia ambil sendiri,”ucap Bagas kepada Allea.
Gadis itu hanya mengangguk mengiyakan perkataan Bagas, Allea terlihat melanjutkan makanan nya sedangkan dengan tatapan kesa Robert mengambil lauk itu sendiri, di sisi lain terlihat Ratna yang berbisik kepada Joan.
“Kau tahu kan mas? Kalau Bagas tidak suka seafood,”bisik Ratna.
“Kau benar,”jawab Joan singkat.
“Dasar, padahal sekali pun aku yang membuat kan nya dia selalu tidak mau makan jika Allea dia malah menurut, seperti nya rencana kita tidak pernah salah,”kekeh Ratna kepada suami nya.
Entah apa yang dua orang itu bisikan selanjutnya makan malam kala itu lebih ramai lagi karena drama baru pasutri itu, mereka terlihat menikmati makan malam dengan santai nya, dan berbincang sedikit lalu, melanjutkan istirahat untuk keesokan harinya.
Terlihat Allea berjalan masuk ke kamar nya, lalu bersiap menutup pintu yang ternyata hampir mengenai wajah Bagas itu.
Brak…
“Hei! Kenapa kau kunci pintu nya,”kesal Bagas kepada gadis itu.
“Lah kenapa emang nya suami ku? Kamar mu kan di sebelah,”tutur Allea dengan polos nya.
“Aku kan sudah jadi suami mu maka nya kita sekamar sekarang, dan kau tahu di sebelah itu ada Robert aku tidak mau tidur dengan dia,”ucap bags masuk ke kamar Allea yang sudah menjadi milik mereka berdua.
“Tunggu tunggu, berdosa lah!”kesal Allea sambil meletakan kedua tangan nya di pinggan meneriaki Bagas yang masuk ke kamar.
“Tidak berdosa, karena aku ini suamimu, kita sudah menikah. Benar kan?”tanya Bagas mengingatkan.
__ADS_1
“Oiya yah, Okey, tapi suami ku tidur di bawah aku di atas Okey,”