Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 15-HINAAN


__ADS_3

“Aduh, tante ada apa?”kaget Allea kepada kedua orang tante nya itu.


Nama dua orang wanita di depan nya ini adalah siti dan Lastri, dua wanita paruh baya ini adalah saudara tiri dari ayah nya. Allea yang bukan nya menerima ucapan suka cita atas kehilangan sang bunda tapi malah perlakuan buruk yang ada.


“Heh anak haram! Kamu bilang apa ke orang-orang kampung ini sampai mereka bilang kalau kami tidak mau mengurusi mu setelah kepergian si suci itu,”kesal Lastri menatap keponakan nya itu.


Allea yang terjatuh itu langsung berusaha berdiri tanpa di beri bantuan, gadis itu langsung berusaha mengangkat kembali gerobok nya yang jatuh dan karung cabe nya juga, untung saja cabe itu tidak terbuang karena Allea mengikat karung tersebut.


Gadis itu langsung mendongkak kan wajah nya, dengan wajah yang penuh keringat dan kotor akibat lumpur karena jatuh. Allea hanya bisa ketakutan menatap kedua tante nya itu, Allea sangat jarang ketemu dengan tante nya itu karena setiap kali bunda datang ke rumah mereka setelah kepergian ayah.


Mereka tidak mau lagi menganggap Allea dan bunda nya keluarga, tapi bunda Allea tetap tegar semasa hidup nya dulu menghadapi itu semua dengan senyuman yang ada. Gadis itu meremas ujung pakaian nya seolah tidak mengerti dengan ucapan kedua tante nya itu.


“Tante Lastri tante siti, Allea tidak mengerti apa yang kalian maksud. Allea sama sekali tidak pernah keluar rumah semenjak kepergian bunda, Allea saja jarang mengobrol dengan tetangga, Allea seharian hanya di kamar karena merindukan bunda. Allea tidak pernah mengatakan hal buruk tentang kalian,”jawab gadis itu panjang lebar berusaha meminta pengertian kedua tante nya itu.


“Haha apa maksud dengan perkataan sok suci mu itu Hah?”ujar siti dengan remeh nya menatap keponakan nya itu.


“Emang ibu dan anak sama saja sok suci kalian berdua. Aku dengar langsung ya, jika tetangga mengatakan itu, kau sudah enak kami diamkan tinggal di rumah itu malah berulah, apa kau tahu? Rumah itu tanah nya peninggalan bapak ku! Jadi aku berhak seketika mengambil nya kembali kau tahu,”teriak siti dengan urat nadi yang tegang merasa kesal menatap Allea.


Gadis itu seketika gemetar, dia berusaha melirik kanan dan kiri berusaha meminta bantuan kepada siapa pun yang lewat, tapi hasil nya nihil. Karena hari hampir magrib dan semua orang pasti sudah di rumah untuk siap siap pergi beribadah.


“Allea sungguh mengatakan hal sebenarnya tante, Allea tidak berbohong,”ucap gadis itu berusaha menahan tangis nya.


“Anak s3tan, tidak tahu diri!”teriak siti.

__ADS_1


Cercaan, hinaan, serta makian terus Allea terima dari kedua tante nya. Mereka mengatakan kepada Allea kesal karena allea sudah menuduh mereka semena mena menelantarkan allea, padahal mereka masih kerabat allea.


Pandangan warga kampung terhadap keluarga mereka pun buruk, maka dari itu mereka merasa sangat kesal akan tuduhan itu. Tuduhan itu mereka mengatakan allea yang menyebarkan itu semua.


Sedangkan terlihat dua orang pria berjas hitam yang berdiri tidak jauh bersembunyi dari pohon itu, menelpon seseorang karena melihat keadaan yang seperti nya janggal, mereka melihat allea seperti di tarik paksa menuju ke rumah nya oleh salah satu wanita paruh baya itu, dan satu lagi wanita yang mengikuti dari belakang.


Drt… drt…


Joan yang sedang asik bersantai dengan istri nya itu tiba tiba memiliki panggilan telpon dari ponsel nya, ponsel yang satu ini biasa nya nomor nya hanya boleh di hubungi ketika ada hal penting saja.


“Siapa mas?”tanya Ratna kepada Joan.


“Ini suruhan ku yang menjaga Allea? Ada apa ya? Bukan kah kemarin kita baru berkunjung kesana?”heran Joan menatap ponsel nya.


“Angkat mas, coba deh, aku pengen denger ayo,”ucap Ratna dengan tergesa gesa.


Joan langsung mengangguk dan mengangkat ponsel itu, panggilan pun tersambung.


“Halo?”ucap Joan kepada seseorang yang menelpon nya.


“Tuan besar, nona Allea seperti nya sedang ada masalah. Saya tidak pasti apa percakapan mereka, dan apa tujuan mereka, tapi saya tahu seperti nya itu kurang menyenangkan, nona Allea seperti nya di tarik paksa menuju rumah nya oleh dua orang wanita, apa yang harus kami lakukan tuan?”tanya seseorang itu.


Ratna yang juga mendengar itu heran, sekaligus sedikit penasaran akan hal itu. Dia merasa sangat heran dan panik, sedangkan Joan yang tahu istri nya mulai khawatir itu langsung menjawab.

__ADS_1


“Aku akan kesana dengan istri ku, lihat apa yang mereka lakukan. Jika sampai dia menyentuh Allea sedikit pun langsung kalian keluar saja, tapi ingat jangan membuat kericuhan, jangan mencolok karena aku tidak suka.”perintah Joan.


“Baik tuan,”ujar pria itu.


Ratna dan Joan langsung menuju ke rumah Allea mereka menggunakan mobil dengan cepat karena Ratna terus bertanya tanya keadaan Allea kepada Joan. Tentu suami nya itu tidak tahu bukan? Emang dia cenayang.


“Mas bagaimana ini?”ujar Ratna.


“Tenanglah sayang, kau ini sabar yah.”ucap Joan mengatakan itu sambil membawa mobil dengan cepat.


Waktu 15 menit di tempuh karena Joan membawa mobil dengan cepat, mobil sengaja di parkir kan jauh dari rumah Allea karena memang agak susah masuk ke jalan sana. Ratna langsung datang bersama sang suami. Tapi yang pertama kali mereka lihat terlebih dahulu adalah Allea yang seketika seperti di dorong dari luar rumah.


Bruk…


“Keluar kau dari sini anak haram! Aku akan kembali mengambil rumah ini dan kebun kalian, ingat itu semua milik bapak ku, ayah mu itu sudah mati hak warisnya harus nya jatuh ke kami bukan kau!”teriak seseorang.


Sedangkan satu orang lain nya melempar sebuah tas dan figuran foto Allea bersama bunda dan ayah nya ketika diri nya masih kecil, Allea terlihat di sana menangis memohon kepada kedua orang itu.


“Tante maafkan Ale, maafkan Ale. Jangan usir Allea, terus Allea tinggal dimana tante? Ini rumah bunda sama ayah, jangan di ambil,”ucap allea menangis sejadi jadi nya.


Sungguh dua wanita itu seolah tidak memiliki hati mereka terlihat bodoamad, dan mengunci pintu itu dari luar sambil tersenyum. Saat wanita itu ingin menarik rambut allea, tiba-tiba Ratna mendorong wanita itu dengan kasar.


Brak..

__ADS_1


“Jangan sentuh allea, atau aku yang akan memukul kalian!”


__ADS_2