Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 23-KEJADIAN


__ADS_3

Saat ini kamar Allea ramai oleh keluarga William di sana, walaupun gadis itu adalah pendatang di keluarga mereka Ratna sudah menganggap jika Allea adalah anak nya sendiri, wanita itu terus mengengam tangan Allea yang terlihat dingin dan pucat.


“Dok kenapa banyak bekas luka di badan Allea?”tanya Ratna kepada dokter kelurga mereka tersebut.


Pria paruh baya itu yang memang sudah selesai mencek Allea dan memberikan infus kepada gadis itu terlihat mengangguk dengan wajah serius nya menatap Ratna dan keluarga yang lain.


“Maaf nyonya William sebelumnya, seperti nya gadis ini menerima kekerasan fisik, luka lebam yang di terima oleh gadis ini seperti bekas benda tumpul, tapi syukur nya ini tidak membuat nya kritis. Lalu karena terlalu lama di toilet dalam keadaan basah memang tubuh nya menjadi panas tinggi ketika malam hari nanti lagi,”jawab dokter dengan serius.


Ratna seketika syok tidak percaya? Bagaimana Allea bisa menerima bekas pukulan itu? Siapa yang melakukan nya. Wanita paruh baya itu selalu mengetahui kalau Allea adalah gadis baik hati yang tidak pernah menjahili orang sama sekali.


“Mas kenapa Allea bisa menerima pukulan? Apa tadi dia di begal?”tanya Ratna dengan wajah menahan tangis dan suara serak nya.


“Tidak mungkin mom, buat apa begal membuang nya di toilet sekolah, harus nya ke semak dong. Palingan orang yang satu sekolah sama dia sudah jelas,”jawab verell dengan santai nya.


Ayolah situasi di kamar itu sangat tegang tapi verell malah dengan santai nya mengatakan itu kepada Ratna. Bagaimana wanita itu jadi tidak memukul kepala anak nya dengan tangan karena kesal.


“El jangan ucapan mu sebelum aku pukul lagi!”teriak Ratna dengan kesal.


“Sayang tenang lah, Bagas sudah mengurus nya. Aku yakin dia mencari siapa pelaku nya itu hal kecil, jangan berlarut Allea pasti sedih melihat mu seperti itu,”ujar Joan kepada sang istri.


Wanita paruh baya itu mengangguk pelan mengiyakan perkataan suami nya, dokter yang tadi mengurus Allea pun pamit undur diri untuk pulang dulu. Terlihat dengan setia Ratna menunggu di kamar itu, hingga derap langkah kaki Bagas terdengar menuju masuk rumah.


Tentu hal itu megundang tatapan Ratna, Joan dan verell mereka bertiga langsung turun. Dan meninggalkan Allea yang masih belum sadar bersama bibi yang mengurus rumah, dengan cepat Ratna turun ke lantai bawah.


Brak…


Bagas menjatuhkan badan nya di sofa, lalu menyalakan rokok yang ada di tangan nya. Ratna yang melihat itu langsung menepuk tangan anak nya dengan kesal.


Plak…

__ADS_1


“Mommy kan sudah bilang jangan merokok di rumah, itu di larang!”teriak Ratna kepada sang putra.


“Hmm,”jawab Bagas dengan bodoamad.


“Loh kak. Jarang banget ngerokok, biasa nya ngerokok kalau emang yang di pikirin udah level tingkat hard,” ejek Verell kepada sang kakak.


Bagas hanya mengabaikan pernyataan itu dengan tatapan kesal kepada sang adik, lalu Joan yang malah mengalihkan pembicaraan itu ke lebih serius lagi.


“Bagaimana? Apa kau menemukan nya?”tanya Joan kepada sang putra nya.


“Tentu, apa daddy kira aku bod0h? Sungguh apa boleh aku membunuh nya? Aku mengikat nya di ruang bawah tanah di markas,”ucap Bagas menahan emosi nya yang terlihat memang memuncak.


“Ups, apakah gegara seorang Allea? Kakak ku seperti ini?”ejek verell.


Tatapan tajam seperti elang kembali di layangkan Bagas kepada sang adik nya, seolah ingin mencengkeram sang adik dan mencabik tubuh nya. Verell yang merasa sudah salah mengejek kakak nya di situasi seperti ini seketika takut dan berlari ke belakang mommy.


“Cepat ceritakan! Jangan asal ambil tindakan ini hanya masalah internal saja, dia masih sekolah bukan, apa kau gila!”teriak Ratna kepada anak nya.


“Tapi dia sudah kelewatan mom, siapa yang gila? Aku? Atau gadis yang menyakiti Allea?”geram Bagas.


Beberapa jam sebelum kejadian…


Allea yang sudah selesai dengan ujian nya itu melihat jam menunjukkan jam setengah satu siang, karena tidak terbiasa pulang cepat. Allea pun pergi bersama Dion ke ruangan samping tempat Tasya dan Gita ujian.


“Masih jam satu, mau balik bus ke rumah mommy masih lama lewat nya. Mana harus jalan ke depan jalan raya, panas, nanti aj lah,”gumam Allea melirik jam dinding di jalan menuju kelas itu berbicara sendiri.


“Hah apa?”tanya Dion dengan heran karena suara gadis itu yang pelan.


“Ga ada kok yon. Main yu nanti di rumah Tasya, rumah teman bunda jauh dari sini harus nunggu bus dulu nanti,”ujar Allea menjelaskan.

__ADS_1


“Yaudah sih gua antar aja balik,”tawar Dion kepada teman nya itu.


Allea yang awal nya mendengar tawaran itu merasa ingin menerima nya, karena pasti dia bosan juga harus menunggu lama. Atau mommy Ratna juga akan mencari nya, tapi disisi lain pak Bagas juga mengatakan untuk merahasiakan tempat tinggal Allea, takut takut nanti orang tahu mereka tinggal serumah.


“Eh Gausah deh, emang sekalian pengen ngumpul sama kalian, ayolah mana kita mau lulus, lu juga pasti bentar lagi pendidikan kan?”manyun Allea mengingat sahabat pria nya itu akan memilih melanjutkan karir nya di bidang kemiliteran.


Sungguh alasan Allea yang ini tidak membuat Dion curiga, pria itu langsung mengiyakan perkataan Allea.


“Oke deh, ayo main ke rumah Tasya sama Gita juga kan?”tanya Dion menaik turun kan alis nya.


Belum sempat Allea menjawab seketika itu juga gadis berambut pendek sebahu itu, langsung memotong pembicaraan Allea dan Dion. Gita dan Tasya keluar dari kelas karena mereka juga sudah selesai melaksanakan ujian.


“Eh eh apa tuh nama gua di sebut sebut,”tanya Gita kepada kedua orang itu.


“Entahlah Git, Dion ini selalu menanyakan hal itu, ujung-ujung nya nembak kam—,”


Belum sempat Allea menjawab pertanyaan gita, mulut gadis itu sudah di tutup Dion dengan telapak tangan nya yang cukup besar dari ukuran tangan Allea. Pria itu membengkap mulut Allea.


“Apa sih Le!”kesal Dion.


“Eh lu yang apa yon, Allea susah nafas 4njing,”teriak Gita kesal.


“Eh lupa,”kekeh Dion menatap Allea yang hanya memasang wajah manyun itu.


Mereka tampak nya saling tertawa satu sama lain melihat interaksi lucu itu, tapi di sisi lain Tasya hanya diam sambil tersenyum kecil mendengar obrolan yang padahal dia tahu mengarah ke siapa pernyataan itu.


‘Aku kan juga mau di suka in Dion bukan gita aja, cantik, aku memang tidak cantik lupa haha,’ gumam Tasya.


“Ayo main ke rumah Tasyaaaaa,”

__ADS_1


__ADS_2