
“Sah,”
sorak beberapa orang yang ada di sana, sedangkan gadis yang duduk di samping pria yang memakai setelan pengantin itu hanya terus terdiam mematung sambil mulut nya memangga tanpa sadar, hingga akhirny suara bariton di samping nya itu membuat gadis itu tersadar.
“Cepat cium tangan ku, aku mau pergi meeting! Jangan membuat acara nya tambah lama,”kesal Bagas kepada Allea yang masih terdiam.
“Ale tutup mulut mu nak,”ucap Ratna kepada gadis itu.
Nama nya yang di panggil membuat Allea akhirnya tersadar, diri nya yang mematung diam seribu bahasa tadi akhirnya sadar. Dan mengeleng kan kepala nya dengan kuat, gadis itu memutar kepala ke segala penjuru ruangan mansion William itu dengan kasar.
Terlihat beberapa orang yang hadir di sana keluarga inti William, saksi dan penghulu tidak banyak yang ada di sana. Hanya pernikahan kecil, Allea melihat diri nya yang memakai baju kebaya pernikahan sederhana itu.
“Lah kok bisa gini sih?!”teriak Allea memegang kepala nya sambil berteriak keras.
Sedangkan Ratna di sana hanya terkekeh senang, entahlah kebahagian nya akhirnya terwujud memiliki anak perempuan yaitu dari menantu nya sendiri, akhirnya dia bisa dengan tenang menjaga Allea di sisi nya, tanpa harus ragu lagi.
“Bisa lah!”kesal Bagas sekali lagi mengatakan itu.
“Eh pak, Iyah sini,”tarik Allea ke tangan Bagas dan mencium nya.
“Bukan pak aku suami mu, panggil suami saja atau apalah jangan yang mengambarkan seperti anak dan bapak,”ucap Bagas dengan tajam kepada Allea.
Gadis itu dengan cepat mengangguk, entahlah kejadian apa yang terjadi sebelumnya hingga saat ini dia hanya langsung jadi istri orang saja? Kok bisa? Oiya Allea akhirnya mengingat kejadian itu, dia mengangguk keras.
“Oiya kan gara-gara itu, duh dapat suami om-om,”gumam Allea menatap pria tampan di samping nya melirik kecil.
Sedangkan Bagas yang di lirik kembali menatap tajam Allea membuat gadis itu menelan saliva nya dengan kasar kala mata nya di tatap oleh Bagas dengan tiba tiba.
“Apa lihat-lihat?”tanya Bagas.
“Ya kok marah? Kan bapak suami saya sekarang, ya gapapa, kalau ga boleh cerai aja!”kesal Allea kembali tidak mau kalau ngotot nya.
__ADS_1
“Eh kalian ini apa-apaan sih? Baru nikah teriak teriak cerai, Bagas bimbing Allea jangan seperti itu dia lebih kecil dari kamu, ingatkan hal baik dan buruk,”tajam Ratna kembali kepada putra nya.
“Hmm Iyah mom,”jawab Bagas singkat.
‘Ck gegara Robert,’batin Bagas.
FLASBACK ON
Tik tik…
Suara detik jarum jam di suasana dini hari itu terdengar jelas, karena semua aktivitas malam itu sudah berhenti. Nyaring suara jam beriringan dengan suara lenguhan seorang pria yang berbaring di kasur nya, dengan kepala pusing dia mendorong tangan Robert yang memeluk nya.
“Awas, berat kau,”kesal Bagas berjalan terhidang menuju kamar mandi.
Pria itu dengan masih setengah sadar berjalan membuka pintu, dan berjalan ke toilet melepaskan rasa panggilan duniawi yang dia tahan di sepanjang tidur nya, pria itu yang telah selesai buang hajat.
Tidak kembali melanjutkan memakai pakaian nya, rasa gerah akibat efek minuman alkohol membuat Bagas memutuskan melepaskan semua pakaian nya dan kembali tidur di kasur dengan santai nya.
Dia terus bergumam dengan mata terpajan merasa diri nya belum sadar 100 persen dari mabuk nya, pria itu menarik selimut, entah kenapa kasur ini terasa lebih wangi dari bau sebelum nya membuat Bagas langsung terpejam.
Teriak suara seorang gadis dan wanita paruh baya membuat semua orang langsung memenuhi kamar di mana Bagas tertidur, Bagas yang merasa tidur nya terusik itu langsung membuka mata nya.
Satu hal yang di lihat kala itu, dia melirik Allea yang meringkuk menangis sambil menutupi semua badan dan wajah nya menggunakan selimut, sedangkan Bagas yang baru tersadar itu, melihat badan nya yang polos membuat nya kaget.
“Bagas! Mana pakaian mu! Apa yang kau lakukan!”teriak Ratna kepada anak nya.
Ayolah Bagas tidak mempedulikan perkataan itu dia terlebih dahulu mencari pakaian nya, dan memakai dengan cepat celana nya menutup barang pusaka yang membuat nya malu itu.
“Allea kau tidak apa-apa?”tanya Verell mendekati gadis itu.
“Hiks hiks,”
__ADS_1
Hanya suara tangisan yang di berikan oleh Allea. Sedangkan Bagas di sana terus menguncang wajah nya berusaha bangun seratus persen dari ketidaksadaran nya saat ini. Pria itu melihat sekeliling nya.
“Loh kok aku tidur di kamar Allea?”tanya Bagas dengan polos nya.
“Harusnya kami yang bertanya kenapa kau ke kamar Allea Bagas! Kau sudah,”Ratna menggantung perkataan nya dan mengeleng merasa tidak percaya akan kondisi yang dia terima saat ini.
Ratna terlihat menutup wajah nya merasa kecewa tapi di sisi lain dia berusaha menyenggol tangan Juan yang hanya melihat keadaan pagi itu dengan tatapan cuek dan datar nya, sambil memainkan ponsel nya.
“Apa?”bisik Joan kepada istri nya.
“Bagian mu sayang! Ayo ih,”bisik Ratna dengan kesal kepada pria itu.
Joan menyimpan ponsel nya di kantong celana lalu menatap Bagas dengan tatapan kecewa, satu perkataan pria itu terlontar yang mana membuat Allea hanya bisa terdiam dan Bagas dengan santai mengiyakan.
“Kalian menikah lah, ini tindakan buruk Bagas, daddy kecewa pada mu, daddy sudah mengajarkan agar bersikap baik dengan seorang gadis, jangan melakukan hal tercela seperti itu, menikah habis ini ya, cepat mandi penghulu nya sudah di bawah,”ucap Joan dengan santai nya mengatakan itu.
“Hah menikah? Penghulu nya sudah di bawah? Allea kan kenapa emang nya? Kok nikah? Lah penghulu nya kok sudah ada langsung?”pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Allea dengan kaget dia langsung berhenti menangis.
“Lah terus kenapa kau menangis tadi kalau tidak apa-apa?”tany verell berbisik.
“Aku takut melihat itu El, maka nya nangis,”bisik Allea kepada verell.
“Hah?”bingung verell menatap Allea.
Sedangkan Ratna yang tadi menangis langsung duduk di samping Allea lalu mengambil gengaman tangan gadis itu, dengan senyum penuh arti Ratna mengucap syukur.
“Allea akhirnya bisa jadi anak beneran mommy, selama nya kamu bisa tinggal di sini tanpa rasa gaenak hati lagi, karena kamu akan jadi istri Bagas, jadi kalian menikah yah? Mommy sudah siapkan semua,”senang Ratna mengatakan itu.
Entah Allea yang bodoh atau perasaan nya yang aneh, keadaan ini sedikit jangan tapi dengan polos nya Bagas dengan santai mengiyakan.
“Baiklah, ayo menikah.”jawab Bagas santai.
__ADS_1
“Kau gila! Menikah bukan sebuah permain lotre bod0h,”
FLASBACK OFF