Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 24-TARGETNYA


__ADS_3

Saat ini langit sudah menunjukkan bewarna jingga, yang menandakan akan datang nya senja di langit biru tersebut. Tanpa Allea sadari gegara terlalu asik berkumpul dengan teman teman nya dia saja baru sadar ketika Tasya mengingatkan nya.


“Ale ini udah hampir senja, kamu ga balik?”tanya Tasya mengingatkan gadis itu.


Allea yang mendengar panggilan dari sahabat nya itu yang sedang tertawa dengan Gita dan Dion mereka saat ini tengah duduk di belakang rumah Tasya yang sederhana, di samping rumah gadis itu warung kecil yang di jalankan oleh ibuk nya, dan belakang nya itu adalah sawah.


Nah di sana lah mereka menikmati angin sepoi sepoi sambil ngeri kak bersama. Kebahagian yang terasa begitu singkat Allea langsung tersadar ketika Tasya mengatakan hal itu, gadis itu melihat langit yang seperti nya akan berganti menjadi senja.


“Aduh sampai lupa, lu sih Gita gosip nya asik banget,”kekeh Allea memukul pelan badan sahabat nya itu.


“Lah kok nyalahin saya kak? Salahin aja Dion yang buat anda ngakak terus gajelas,”ucap Gita menyalahkan Dion.


“Dih salahin aja Tasya yang bikinin rujak buat kita ini,”jelas Dion kembali.


“Lah kok aku sih?” Tanya Tasya dengan bingung merapikan kacamata nya merasa heran.


Haha…


Ayolah mereka akhirnya saling tertawa satu sama lain, tapi kembali selepas tertawa keras itu Allea langsung membereskan tas nya dan langsung pamitan dengan teman teman nya.


“Yakin gamau gua anterin aja?”tanya Dion sekali lagi.


“Gausah loh, ada bus terakhir kok beneran, gapapa guys. Aku duluan yah cinta cintaku,”pamit Allea langsung pergi meninggalkan sahabat nya itu yang masih belum berkemas satu sama sekali.


Allea terlihat dengan santai menyusuri jalan raya itu, karena rumah Tasya berada di sebrang jalan raya dan di depan nya adalah sekolah, Allea terlebih dahulu menyeberang dan memilih ingin menunggu bus di depan sana saja.


“Kata mommy Ratna bisa naik bus kok dari depan sekolah ini, jadi aku tunggu aja yah.”gumam Allea dengan santai.


Saat gadis itu tengah menikmati semilir angin yang menerpa wajah nya itu. Tiba tiba secara mengejutkan seseorang menarik tas nya dengan paksa sehingga membuat Allea terjengkang ke belakang.


Brak…

__ADS_1


“Arghhh aduh sakit,”teriak Allea kaget merasa ada seseorang di belakang nya itu.


Gadis itu meringis kesakitan kala bok0ng nya menyentuh semen kasar di tepi jalan itu, Allea mendongkak wajah nya menatap seseorang yang tersenyum miring kepada nya itu.


“Rifka?”tanya Allea menatap heran.


“Hai Ale, kemana aja sih. Dari tadi aku tungguin kamu sendirian, masih saja tadi lama sama dayang dayang kamu,”kesal Rifka kepada gadis itu.


Allea merasa heran dengan masuk pernyataan Rifka itu, jadi apa maksudnya dengan kata menunggu diri nya? Ayolah gadis ini sangat bingung dengan maksud dari pernyataan Rifka kepada nya.


“Iyah ih Ale lama banget,”


“Untung di ruang kepala sekolah ada ac nya,”


“Oiya dong untuk mama ku memberikan kunci ruangan ini, ayo Allea ikut kami main yu,”ujar Rifka memberikan uluran tangan.


“Ga ah aku mau pulang,”tolak Allea halus.


“Edo, jangan duduk aja tarik dia ke belakang,”panggil Rifka kepada seorang pria yang sedang merokok dekat gerbang masuk sekolah di pos satpam itu.


Dari jarak beberapa meter Edo yang mendengar panggilan nama nya itu langsung berdiri, Edo ini adalah satu teman Rifka. Pria itu sebenarnya suka Rifka dia rela apa pun yang Rifka perintah agar selagi dia terlibat dengan apa yang Rifka lakukan, istilah nya selagi dekat yah.


“Oke beb, kalian juga bantu aku, tutup mulut nya nanti dia kabur malah di lihatin orang,”kesal Edo kepada dua dayang Rifka.


Allea yang merasa mulai tidak enak dengan situasi yang saat ini dia alami pun mulai melangkah kan kaki nya mundur perlahan karena merasa takut, dia berjalan pelan pelan karena melihat pria yang dia kenal dari kelas IPS ini.


Bagaimana Allea tidak mengenal nya jika Edo adalah pentolan sekolah mereka yang terkenal ganas, Allea merasa keringat dingin mulai membasahi kening nya, dia ingin sekali menangis.


Drap.. drap..


Dengan langkah kaki cepat Allea berlari berusaha menjauhi mereka, tapi apalah daya Allea. Dia hanya sendiri, gadis itu tertangkap oleh Edo, pria itu tanpa segan segan membopong tubuh kecil Allea dan mencengkam mulut nya.

__ADS_1


Mmm…


“Apasih g0blok diam ah, liur lu kena tangan gua anj4y,”jijik teman Rifka yang menutupi mulut Allea.


“Ih jorok Ale, gimana nanti kak Rian jadi suka kamu dong kalau gini?”tanya Rifka mengejek.


Satpam sekolah yang melihat itu seketika langsung berdiri menghampiri 5 murid sekolah itu, sungguh satpam itu ingin sekali mengatakan sesuatu kepada orang itu, dan mencegah nya tapi seketika dia mengancam satpam itu.


“Apa pak? Jangan sekali kali yah bikin laporan aneh, kita cuman mau nyuruh dia nyapu wc kok, kalau bapak ikutin kita, saya bilang ke mama kalau bapak ga mah kerja di sini lagi,”ancam Rifka.


“Non kok gitu saya punya anak istri, tapi tolong itu kasihan teman nya. Tidak boleh seperti itu,”jelas satpam itu.


“Ini satpam sok alim banget dah. Diam aja jaga sana jangan sampai ada orang masuk,”kesal Rifka kepada satpam itu.


Pria itu memundurkan kembali langkah nya ke dalam pos satpam, tidak mungkin kan Rifka melakukan tindakan di luar batas. Selalu itu yang di pikirkan oleh pak satpam karena merasa tidak enak.


Mereka berempat menyeret Allea ke belakang sekolah yang terdapat semak semak nya, Rifka mengambil tas Allea dan melemparkan nya ke sembarang arah.


“Ka. Salah aku apa ya? Kok kalian gini, ga baik loh, kita semua kan berteman, lepasin aku cepat! Nanti aku laporin guru,”teriak Allea yang di ikat di sebuah pohon belakang sekolah itu.


Rifka terkekeh, dia berjalan mendekat dan memegangi wajah Allea dan menatap nya rinci, lalu mengatakan sesuatu.


“Ih cantik juga yah kak Allea, tapi aku juga cantik kok, terus kenapa kak Allea yang di lirik kak Rian? Tadi pagi juga harus nya aku yang di sana kak, bukan kakak. Jangan sok baik deh aku, gatel banget kak Allea mau dekat in kak rian, orang punya kak rian aku doang yang boleh punya,”ujar Rifka.


“Itu kan hak kak rian mau suka sama siapa, lagi pula dia belum tentu suka aku!”teriak Allea kesal.


Plak…


Sebuah pukulan menerpa punggung Allea dengan sebilah balok besar, pria itu langsung melepaskan ikatan Allea dan menghajar nya habis habis an, teman teman Rifka menjambak rambut gadis itu.


“Coba sekali lagi buka mulut mu, kau akan merasa sakit,”

__ADS_1


__ADS_2