Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
Bab 35-Sunmori Bersama Robert+ Cast


__ADS_3

“Turunkan aku sedikit jauh dari mall nya kak Derell,”ujar Allea kepada pria berkacamata itu.


Derell yang mendengar itu membenarkan kacamata nya, lalu berhenti di tepi jalan mungkin dengan jarak beberapa puluh meter dari mall di tempat Allea bekerja, Bagas yang melihat itu menahan tangan istri nya.


“Kenapa ka-,”belum sempat Bagas melanjutkan perkataan nya Allea sudah terlebih dahulu memotong perkataan suami nya itu.


“Oiya yah, aku pamit ya suami ku aku pergi dulu, dan ingat jangan katakan pada siapa pun kita sudah menikah, sebenarnya tidak masalah, atau masalah yah? Sudahlah intinya jangan,”ucap Allea berpamitan dan menutup pintu mobil.


Bagas yang melihat punggung gadis itu yang menjauh sambil berlari kecil hilang di keramaian jalan di sepanjang menuju mall itu, pria itu terlihat menaikan satu alis nya dengan heran.


“Apa dia malu punya suami seperti aku?”gumam Bagas dengan heran.


“Tentu tidak tuan, bukan nya ada yang mengatakan tidak memberitahu siapa pun soal pernikahan kalian, jadi tidak masalah seperti ini saja bukan,”jawab Derell kepada Bagas itu.


“Aku tidak bertanya padamu, Oiya yah apakah Robert belum kembali?”tanya Bagas kepada Derell itu.


“Belum tuan, saya yakin jika pria itu sedang menikmati tidur nya. Jangan abaikan karena orang penting seperti anda tidak baik bergaul dengan pengangguran,”jelas Derell kepada tuan nya itu.


“Hmm kau benar, baiklah mari bekerja, karena William tidak akan jaya tanpa adanya pendorong dan pondasi yang kuat dengan otak pintar ku ini,”jelas Bagas dengan sedikit sombong nya.


Akhirnya mobil mewah milik Bagas William pergi melaju menuju perusahaan William group, di sisi lain Robert yang baru terbangun itu sambil memasang helm di kepala nya yang ingin pergi jalan jalan keluar itu bersin beberapa kali.


Hachi….

__ADS_1


“Si4l aku yakin para singa laut itu membicarakan kan ku lagi, kalian selalu saja kompak ya,”ucap Robert dengan suara khas bule nya yang masih ada ciri khas nya itu.


“Martin mau kemana? Apa mommy boleh ikut?”tanya Ratna kepada pria itu.


“Mau sunmori mom, kau ikut aku? Aku tidak mau mom, takut di marahi daddy Joan, mengira istri nya akan aku ambil, wajah nya sangat seram jika marah,”merinding Robert mengingat sifat Joan yang sebelas dua belas sama dengan Bagas.


“Yah, padahal mommy udah mau pakai pakaian keren gini. Masa ga ikut sih,”kesal Ratna melihatkan outfit serba hitam nya.


Ya agar senada dengan motor costum mahal yang ternyata adalah milik Bagas itu, karena dengan seenak jidat Robert mengambil nya di bagasi dia menyamai outfit nya memakai pakaian jaket hitam dan celana serta sepatu hitam, lalu Ratna malah ikut ikutan.


“Coba izin dulu mom aku takut di mam daddy joan,”gidik ngeri Robert memohon kepada ibu dari sahabat nya itu.


“Izin? Jika kau mau cepat pulang mommy akan menelpon Martinez menjemput mu,”kesal Ratna siap mengeluarkan ponsel nya.


“Baiklah mommy ikut dengan ku, kita cari udara segar, aku akan tur mungkin bisa memakan waktu seharian, aku takut pinggang mu encok tapi kalau kau memaksa tahan duduk di atas motor seperti ini, ayo ikut,”ucap Robert kepada Ratna.


Entah memuji atau mengejek Robert dengan senyum paksa nya menatap Ratna seperti itu, di sisi lain Ratna dengan jahil malah ikut teman anak nya itu untuk pergi jalan jalan, menjadi kaya membuat Ratna bingung harus melakukan apa lagi dalam hidup nya.


Jika orang lain akan berpikiran untuk menghabiskan uang nya? Ratna sudah melakukan nya tapi dia bingung, jika melakukan hal baik menyumbangkan nya dia sudah melakukan nya, tapi mengerjai seseorang dan membuat nya pusing salah satu hobi favorit Ratna yang di turunkan nya kepada verell.


“Nah bocah pintar, jangan mengatai ku, ayo pergi, kau tahu Joan hari ini akan pergi untuk melihat proyek yang sudah di desain William group bersama bagas, jadi aku bisa ikut dengan mu jangan cemas, ayo,”ujar Ratna memakai helm hitam kostum milik nya itu.


Mau tidak mau Robert akhirnya menghela nafas pelan, dia harus membawa dan mengasuh orang tua sahabat nya itu, seumur umur hidup dia selalu berpikir semua ini akan terjadi, motor milik Robert melaju menuju kawasan pemukiman warga yang sejuk, Ratna tahu jalan ini karena kampung yang penuh gunung ini adalah dulu dimana diri nya tinggal sewaktu muda.

__ADS_1


“Aku tidak membayangkan menjadi daddy joan menghadapi mommy Ratna yang seperti ini,”


“Apalah daya ku yang memiliki kesabaran setipis tisu ini, mungkin saja tidak bisa menghadapi seorang wanita kelak.”


“Kelak? Bod0h aku tidak akan menikah seumur hidup ku pun, karena menghadapi wanita butuh tangisan, aku tidak mau anak ku nanti harus seperti diri ku, aku akan sendiri saja, tanpa wanita raja selalu yang utama bukan?”kekeh Robert mengatakan itu.


Motor mereka melaju hampir satu jam perjalanan karena Robert tidak melaju cepat karena ya tujuan nya menggunakan motor adalah menikmati suasana yang asri dan indah ini, Robert yang terus mengoceh sendiri membuat ratna kesal dan mencubit pinggang pria itu.


“Heh Robert kau seperti orang gil4 jangan bergumam, seperti nya kau butuh asupan, ayo ikut tunjuk arah mommy kita mampir ke warung itu, mommy sekalian ingin bertemu seseorang di sana,”tunjuk ratna.


“Tapi mom, mending ke restoran saja itu lusuh,”ucap Robert.


“Berhenti atau mommy telpon Martinez!”


“Baik baik,”


***



Robert Martinez


Robert atau yang akrab di panggil Martin ini sendiri adalah seorang pewaris tunggal perusahaan pertambangan nomor satu di eropa, hidup dengan gaya mewah dan berkecukupan selalu membuat nya membangkang kepada kedua orang. Tapi faktor lain kurang lebih dari itu kasih sayang yang tidak dia dapatkan sepenuh nya dari seorang ibu yang sudah meninggal sejak kecil, dan seorang ayah yang selalu sibuk dengan pekerjaan serta istri baru nya.

__ADS_1


Memiliki istri baru dari ayah nya membuat Robert bungkam pergi dari negara dingin itu menuju tempat teman teman nya, berharap sang daddy akan membujuk dan meninggalkan wanita ular tersebut. Umur Robert 28 tahun satu angkatan dengan Bagas serta Derell, prinsip hidup nya kalau harus mati hari ini aku pasrah saja, tidak usah di tangisi karena hal yang terbaik tidak akan datang seperti ini. Satu lagi seorang Robert asli Eropa tidak ada darah campuran sedikit pun dari pria ini seperti Bagas.


__ADS_2