
Akhirnya malam itu di lewati dengan Bagas yang terpaksa tidur di sofa karena Allea yang menolak keras tidur satu kasur dengan nya, Ayolah? Siapa yang berani menolak seorang Bagas William putra sulung dan pewaris William group. Perusahaan yang sangat terkenal ini.
Tentu, tentu ada yang menolak nya yaitu seorang Allea Mallposa, jika wanita lain akan bergoyang dan sekali pun menangis darah untuk naik ke ranjang seorang Bagas William, tapi seorang Allea tidak akan mau melakukan itu.
“Hari ini kita ada meeting di pagi hari, lalu diskusi dengan tim marketing, lalu penentuan desain produk baru yang harus di setujukan oleh anda tuan,”ucap Derell dengan panjang lebar nya.
Entah apa yang di katakan pria itu, pagi hari ini di buka dengan suasana yang membuat orang lain mungkin akan kenyang mendengar jadwal yang padat itu, tapi tidak dengan Bagas yang sedak duduk di meja makan sambil melahap sarapan sehat nya di pagi hari yang cerah itu.
“Kau atur saja, aku akan mengikuti nya, jangan sampai jadwal nya berantakan,”tegas Bagas sambil mengunyah makanan nya itu berbincang dengan Derell.
Ratna yang baru turun sendiri itu melihat meja makan yang hanya di isi oleh Bagas dan Verell yang terlihat memakan sarapan nya dengan cepat karena ingin segera berangkat ke sekolah itu, Ratna mencari seseorang yang dia sayang itu.
“Dimana kesayangan mommy?”tanya Ratna dengan heran.
“Disini mommy,”ucap verell mengejek mommy nya itu.
Ya verell tau siapa yang di maksud kan oleh mommy nya itu, dia yakin itu adalah Allea. Bagas yang mendengar pernyataan mommy nya itu langsung menjawab dengan cepat apa yang di katakan oleh mommy nya.
“Allea?”tanya Bagas sekali lagi menaikan alis nya.
“Tentu Allea kak, siapa lagi yang menjadi kesayangan mommy semenjak kehadiran dia, ga mungkin tukang kebun haha,”tawa verell dengan keras nya.
Tertawa verell sontak membuat Ratna sangat kesal dengan kekehan iblis itu, Ratna langsung mencubit pinggang anak nya itu dengan kasar, sambil menatap kesal verell yang mengelus pinggang nya.
“Mom sakit!”ujar verell.
“Rasain!”
“Tunggu, apa semalam kalian? Hah seperti ini? Seperti itu? Jadi Allea sekarang dia susah bangun, ya kan apakah Iyah. Aih sepertinya mommy akan mendapatkan cucu dengan cepat,”senyum Ratna dengan salah tingkah nya.
“Apa nya seperti ini seperti itu mom?”tanya Verell dengan heran nya.
“Sutt anak kecil diam, bener kan Bagas,”jahil Ratna menaik turunkan alis nya.
Ayolah seperti nya sekarang orang orang tahu bagaimana sifat jahil dan mengejek verell itu datang, kalau bukan dari mommy tercinta nya itu. Ratna merayu Bagas yang mana membuat pria itu hanya menatap kesal mommy nya.
__ADS_1
“Sudahlah mom, kalau kau mau kau bikin saja dengan daddy, aku siap punya adik lagi kok,”jawab Bagas dengan datar nya.
Setelah mengatakan itu, Bagas langsung menyelesaikan sarapan nya, dan berlalu ingin keluar dari mansion di ikut Derell. Dengan kesal Ratna menatap sang putra dari jauh, dari lantai atas terlihat Allea yang berteriak kepada Ratna.
“Mommy, allea harus pergi,”teriak allea berlari.
Ratna yang mendnegar suara allea seketika mengedarkan pandang nya yang langsung tertuju kepada allea yang sudah bersiap langsung dengan seragam pelayan restoran nya itu, Ratna menaikan satu alis nya dan memasang wajah kecewa.
“Kok lari nya cepat? Yah belum bikin Dede ini,”gumam Ratna dengan kecewa nya mengatakan itu.
“Ayo turun sayang, pergi lah bersama Bagas, sayang antarkan istri mu Okey?”ucap Ratna melihat pria itu yang berhenti melangkah kan kaki nya karena di panggil oleh Ratna.
“Hmm.”jawab Bagas dengan singkat nya langsung melanjutkan langkah kaki nya.
Allea langsung mengucapkan selamat pagi kepada mommy dan verell lalu mencium pipi wanita itu dengan sayang nya seperti bunda nya sendiri.
“Apa maksudnya dengan Hmm mom? Apa itu tanda ya?”tanya allea memastikan.
“Tentu sayang, ikut lah, jangan lupa nanti sarapan dulu ya,”jelas Ratna.
Gadis itu mengangguk cepat, lalu mengejar Bagas yang bersiap berjalan menuju mobil yang sudah di parkirkan depan mansion itu, allea terlihat tersenyum menyapa semua orang yang menyapa nya.
Bagas menanggapi itu hanya dengan suara diam nya sedangkan Allea dengan semangat senyum manis nya membalas semua sapaan orang yang ada di sana yang menyapa diri nya.
“Selamat pagi om baju hitam.”
“Selamat pagi pak amin,”
“Selamat pagi bi tian,”
“Selamat pagi pak supir,”
“Selamat pagi rumput,”
“Selamat pagi awan,”
__ADS_1
“Selamat pagi semesta,”
Begitulah celotehan allea dengan semangat nya, menyapa semua orang yang ada di sana gadis itu yang asik menyapa semua orang tanpa sadar menabrak Bagas yang tiba tiba berbalik badan, gadis itu menabrak dada bidang milik suami nya.
Brak….
“Aduh, sakit,”keluh Allea mengusap kening nya.
“Bisakah kau diam hanya untuk beberapa saat saja, kenapa rumput kau ucapkan selamat pagi juga? Tidak sekalian semut dan burung di atas langit sana!”kesal Bagas mengatakan itu.
“Ah benarkah? Tentu, selamat pagi semut kecil,”ucap allea membungkuk melihat koloni semut yang berjalan di bawah kaki nya.
“Selamat pagi, burung, terus oh tuan pengikut setia selamat pagi kak Derell,”senyum allea.
“Selamat pagi juga nona,”sapa Derell menunduk kecil kepada Allea.
Ayolah Bagas dengan kesal memutar bola mata nya malas, dan membalikan badan nya bersiap masuk ke mobil, lalu dengan keras allea berteriak kepada Bagas, dan langsung memeluk nya tiba tiba dari belakang.
“Dan yang spesial selamat pagi SUAMIKU!”teriak allea dengan keras.
Pelukan itu sontak membuat Bagas terjedot ke pintu mobil, yang mana membuat para bawahan menatap nya lucu karena harus mengelus kening merah yang di hasilkan akibat ulah allea.
Brak…
“Kepala ku! Alleaaaaaaaaaaaa,”teriak Bagas dengan kesal.
“Ups.”tutup allea dengan mulut nya mendengar teriakan Bagas.
Terlihat para bawahan terkekeh kecil melihat Bagas seperti itu, mana ada sebelum nya yang berani menganggu Bagas selain keluarga William, tapi sekarang melihat ada yang menjatuhkan harga diri seorang Bagas di depan mereka.
“Kenapa kalian tertawa!”
“Jangan tertawa! Yang tertawa aku potong gaji nya,”kesal Bagas kepada semua orang.
“Aelah gitu aja ngambek, bengkak dikit doang kok kening nya merah tuh, udah yuk cup cup,”elus Allea ke kening Bagas sambil berjinjit kuat agar sampai.
__ADS_1
“Sabar,”
“Sudahlah Derell ayo pergi, jangan sampai pulang dari ini aku masuk rsj,”