
Brum… brum…
Suara motor milik Rian itu terdengar sangat keras memasuki lingkungan sekolah SMA 1 itu, seketika motor Rian dan suara motor yang biasa nya memang menjadi perhatian para fans Rian tentu melihat kedatangan pria tampan dan pintar itu.
Tapi kali ini tatapan orang jauh lebih berbeda dari biasa nya. Mereka malah melihat seorang gadis yang memegang pundak Rian agar tidak jatuh terjengkang ke belakang, sambil gadis itu tersenyum manis.
“Hah siapa itu?”
“Rian sama siapa itu,”
“Ih kak Riannn,”
“Siapa itu cewe?”
“Dari kelas mana itu?”
Bisik bisik mulai terdengar keras, entahlah apakah itu masih bisa di sebut bisikan karena semua orang di sana membicarakan mereka berdua sudah sangat keras. Begitu pula 3 orang yang menatap ke arah Allea dengan tatapan sinis terutama gadis yang di tengah itu.
“Kenapa kak Rian bisa dengan gadis kampung itu,”geram Rifka menatap Allea yang tersenyum bahagia menatap Rian itu.
Tapi sebaliknya tatapan Rifka malah seperti orang menaruh dendam setengah mati menatap kedua orang itu yang saling memadu senyuman, terlihat Rian mengangguk entah mengiyakan apa perkataan Allea.
“Sudahlah Rifka, santai saja,”
“Ya itu benar, kita lakukan saja permainan untuk dia bukan,”
“Kenapa kau malah takut,”
“Kau jauh lebih cantik dan kaya dari dia,”
__ADS_1
Begitulah ucapan kedua orang teman dari Rifka, tentu gadis itu yang di puji puji teman nya langsung merasa sombong akan hal itu. Diri nya malah memberikan senyum miring dan tatapan penuh arti yang jarak mereka beberapa meter dari Allea dan Rian.
“Aduh kalian benar, aku Rifka.”senyum gadis itu pergi dari tempat itu bersama dua dayang nya yang mengikuti nya dari belakang.
Sedangkan Allea yang ingin turun itu lebih bingung karena kaki nya tidak sampai, ayolah motor seperti ini seperti nya memang tidak cocok untuk diri nya. Kaki nya terlalu pendek dan motor pria ini terlalu tinggi, Rian melihat Allea kebingungan itu pun tersenyum.
“Sini aku bantu,”ucap Rian turun terlebih dulu dan mengulurkan tangan nya kepada Allea agar gadis itu tidak akan takut terjatuh karena pasti kalau jatuh pun ada Rian yang akan menyambut diri nya.
“Terimakasih Rian.”balas Allea dengan senyum manis nya sambil menurunkan kaki pendek nya berusaha mengapai tanah lalu melompat kecil.
“Aman?”tanya Rian menatap gadis itu.
“Iyah, Terimakasih atas tumpangan nya. Aku ke kelas duluan yah,”senyum Allea dengan manis lalu pergi dari sana.
Rian pun mengangguk menerima ucapan Terimakasih itu, sedangkan di sisi lain Rian yang melihat Allea berlari dengan lucu menjauh itu ada orang yang dari lantai dua juga menatap nya dari ruangan guru tersebut dengan tatapan datar.
“Senyumnya hanya boleh untuk ku, aku paling benci melihat dia memberikan senyuman nya untuk orang lain,”gumam Bagas.
“Pak Bagas yakin ingin resign? Nanti pak Bagas kerja apalagi? Yah gimana toh walaupun gaji guru dikit, tapi pak Bagas profil nya ini bagus sekali, walaupun banyak profil yang kosong, tapi entah kenapa dengan kepintaran bapak, selama hampir kurang lebih tiga tahun ini sekolah kita banyak memenangi Olimpiade, pak Bagas apa berubah pikiran untuk tetap disini?”tawar kepsek itu.
Bagas yang memasukan tangan nya kea aku celana itu seketika memutar badan nya tatapan datar tetap terpancar di sebalik kacamata bulat milik pria itu, Bagas dengan tatapan datar nya berkata.
“Saya sudah tidak minat lagi, lalu tujuan saya tidak lagi disini, saya juga harus segera pergi,”jawab Bagas kepada kepala sekolah itu.
“Hmm begitu yah pak Bagas, baiklah.”ujar kepsek itu.
Bagas memang sudah memberikan surat resign nya dari sekolah, dia tidak lagi ingin mengajar. Entah apa niat awal nya menjadi guru jika diri nya sibuk dengan dunia bisnis nya sendiri bukan? Entahlah saya pun tidak tahu.
“Saya pamit pulang dulu,”ujar Bagas berlalu dari ruangan itu.
__ADS_1
Pria itu langsung menghubungi seseorang yang dia tuju, terlihat tulisan di sana bernama “DARELL” telepon yang langsung berdering itu terlihat langsung di angkat.
“Halo tuan,”ucap pria di seberang telpon sana.
“El, aku akan perusahaan sekarang. Siapkan meeting yang tertunda kemarin untuk ku,”ucap Bagas mengatakan itu kepada seseorang yang dia telpon.
“Baik tuan,”balas seseorang di seberang telpon sana menjawab pernyataan pria itu.
Ya Bagas ke sekolah hanya berpamitan dan memberikan surat resign nya saja, lalu jam yang masih menunjukkan pukul 8 pagi ini adalah waktu yang pas untuk membuat nya bekerja seperti mesin untuk perusahaan William group milik nya.
Dengan sat set dengan kelajuan tinggi, Bagas melepaskan kacamata nya lalu melemparkan ke belakang mobil dan menyisir rambut nya ke atas dengan tangan nya itu, ayolah sekarang Bagas terlihat jauh lebih badas dengan gaya ini.
Disisi lain setelah jam istirahat ujian pertama itu, Allea dan teman teman nya langsung berkumpul di kantin untuk sekedar mengobrol. Terlihat di sana dengan heboh Gita memulai pembicaraan.
“Weh weh ada berita apa tadi? Kok banyak yang bilang si Rian boncengan sama cewe, dan anak kelas kita bilang itu lu!”teriak Gita dengan heboh.
Dengan canggung Allea meneguk minuman nya dengan cepat, sedangkan Dion yang mendengar itu malah menatap sinis kepada Allea.
“Udah deh lu jangan senyuman senyum gitu Le, asal lu tahu yah. Rian itu cover nya aja baik luar nya b4jingan, kalian malah harus lihat cowo nakal belum tentu ga baik malah sebaliknya,”jelas Dion mengatakan itu.
“Haha terus maksud lu yang kayak lu ini cowo baik gitu yon? Udah jarang masuk sekolah, suka nya nongkrong begadang, gajelas deh masa depan lu,”ejek Gita kepada pria itu.
“Gita kok gitu perkataan kan adalah doa ga boleh,”ingat Tasya kepada sahabat nya.
Sedangkan Gita hanya memutar bola mata nya malas mendengar perkataan Tasya yang lagi lagi membela Dion di telinga nya.
“Yah tapi bener juga maksud Gita Dion. Sok tahu lu sama rian,”tawa Allea mengejek pria itu.
“Le udah jangan suka cowo kayak gitu, jauhin aja gua bilang,”kesal Dion yang malah menerima bahan tertawaan dari sahabat nya itu.
__ADS_1
“Ck apa sih serius banget, ga mungkin juga gua lebih dekat lagi sama Rian dari kayak tadi. Tadi itu ga sengaja aja dia lihat gua lagi jalan, maka nya ikut nebeng, ga lebih,”kesal Allea yang merasa hubungan nya dengan Dion tidak akan berlangsung lebih lama juga bukan.