Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 22-ADA APA DENGAN ALLEA?


__ADS_3

Drap… drap..


Derap langkah kaki dari para bodyguard keluarga William menyusuri setiap titik sudut sekolah ini, terlihat disana Bagas mencari ke dalam ruangan kelas milik Allea, mana tau an dia ketiduran sampai malam, tapi aneh itu tidak mungkin bukan?


“Tuan seperti nya anda sangat khawatir dengan gadis itu,”ujar Derell kepada bos nya itu.


“Apa maksudmu. Aku khawatir jika tidak membawa nya pulang mommy akan menghabisi ku,”kesal Bagas kesal kepada Derell yang malah membawa nya ke topik pembicaraan seperti ini.


“Benarkah?”gumam Derell sendiri menatap bos nya itu.


Ayolah, hampir 8 tahun lama nya Derell bersama Bagas. Jika untuk orang pacaran 8 tahun itu adalah masa dimana mereka pasti sudah saling memahami satu sama lain, begitu pula Derell yang setiap hari bertemu Bagas dan mengetahui sifat pria itu.


Bagas tipe pria yang sangat cuek dengan apapun. Tapi satu hal yang membuat Derell tahu, Bagas terlihat akan memberikan sedikit ekspresi nya yang biasa nya datar itu menampakkan mimik senyuman hanya kecil ketika menatap foto seorang gadis di kamar nya.


Dan untuk kedua kali nya ekspresi kekhawatiran ini Bagas kembali terlihat padahal pernah kejadian sewaktu Verell William adik kandung Bagas yang kala itu, kecelakaan dari kegiatan nya berlatih kuda, adik nya itu sempat didera. Tapi sedikit pun ekspresi kekhawatiran tidak muncul di wajah Bagas.


“Si4l gadis itu, jika aku ketemu dengan dia aku hukum dia,”ujar Bagas dengan ekspresi yang terlihat tenang di mata orang lain tapi tidak dengan Derell.


Saat Bagas dan Derell sedang berada di ruangan salah satu kelas di lantai 3 itu, tiba tiba seseorang bodyguard melaporkan jika menemukan name tag ini dekat dengan toilet rusak di samping gudang kelas 12 IPA 1.


“Tuan apa ini milik nona Allea?”tanya pria itu.


ALLEA MALLPOSA


Ya nama gadis itu, seperti nya ini name tag sering di pake Allea di seragam sekolah nya. Bagas sendiri sudah mengenali ini sejak dulu, tanpa basa basi dia langsung menuju toilet rusak itu, yang di mana ada dua orang bodyguard berjaga di sana.


“Kenapa masih belum kalian buka pintu nya si4l,”teriak Bagas memarahi bawahan nya itu.

__ADS_1


“Kami merasa nona berada dekat pintu tuan, jadi kami mau merusak kunci pintu ini saja ketimbang mendobrak,”jelas pria itu dengan suara jelas kepada tuan nya.


Mereka sudah sangat tahu sifat Bagas jika sudah temperamental seperti itu, maka dari itu mereka hanya bisa menjelaskan dengan benar agar Bagas tidak menyalahkan tindakan mereka yang kurang cepat.


“Kalian cepat selesaikan. Atau aku yang turun tangan,”jelas Derell kepada para bodyguard itu.


Mereka terlihat mengangguk, satu orang merusak pintu menggunakan alat khusus dari luar, dan benar saja pintu pun terbuka. Bagas langsung mendekat dan mendorong pelan pintu itu, dia memang merasa ada seseorang bersandar pintu kamar mandi itu.


“Ale?”panggil Bagas memastikan keadaan.


Pria itu masuk dengan pelan, terlihat di sana Allea dalam kondisi seragam yang basah dan sobek. Terlihat banyak tinta merah di sana, seperti nya ini bekas siraman air toilet juga. Sungguh membuat hidung sakit, tapi bagaimana dengan Bagas?


Bagas yang melihat keadaan Allea seperti itu seketika kaget, dia langsung menutupi tubuh Allea dengan seragam nya dengan tatapan datar, pria itu keluar sambil menendang pintu dengan emosi.


“Kep4rat, siapa yang berani melakukan ini kepada mu,”geram Bagas berjalan sambil megendong gadis yang tengah pingsan itu ala bridle style menuju mobil nya.


Dengan cepat Derell mengikuti langkah pria itu begitu pula dengan bawahan mereka yang lain, sekolah yang sepi itu menjadi saksi keadaan Allea, terlihat satpam yang tadi mengizinkan orang banyak itu untuk masuk ke sekolah.


Satpam itu sangat takut kala melihat orang berpakaian hitam memeriksa sekolah itu. Dia kalah jumlah mau tidak mau satpam mengizinkan para pria itu masuk, satpam itu melihat seorang gadis sma di gendong menuju mobil yang tengah pingsan.


“Kalian introgasi pria itu siapa yang pulang lebih terakhir hari ini, ruang cctv tidak ada di dekat toilet hanya di sepanjang jalan menuju tangga. Derell aku tidak mau tau kau perintahkan tim mata mata untuk mencari tahu perbuatan siapa ini, aku tidak ingin mendengarkan jawaban itu langsung dari Allea, kalian cari malam ini!”perintah Bagas dengan kesal.


“Baik tuan,”balas Derell dengan sigap.


Brak…


Pintu mobil tertutup dengan kencang. Terlihat mobil sekarang di supiri oleh Derell, sedangkan Bagas dan Allea di belakang, tatapan datar dan kemarahan di tunjukan Bagas terus melihat gadis yang tengah pingsan dan wajah pucat itu.

__ADS_1


Tangan nya terasa sangat dingin, lengan nya di ukir luka lebam biru entah akibat apa itu Bagas juga kurang tahu, bibir gadis itu terlihat pecah di bagian pinggir nya.


“Oh ****, i wanna kill semeone,”geram Bagas menatap keadaan Allea.


“El cepat kau bawa mobil nya sebelum aku potong tangan mu yang tidak berguna itu,”teriak Bagas dengan nada tinggi dan urat nadi leher nya yang tegang.


Glek..


Derell langsung menelan saliva nya dengan kasar, ayolah kapan terakhir kali Bagas marah? Oiya dia ingat ketika keluarga saingan bisnis William malah menargetkan mommy nya sebagai acuan, terakhir kali itu juga Bagas akan menghabisi lawan bisnis nya itu.


Brum… brum..


Mobil menempuh dengan kecepatan tinggi menuju mansion. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam, Sudah hampir dua jam terakhir semenjak Ratna menelpon, tidak ada kabar dari sang anak sulung nya itu tentang Allea.


“Sudahlah mom, palingan Allea main dulu ke rumah teman nya, nama nya anak muda,”jelas verell dengan santai sambil memakan salad nya di sofa.


“Tidak! Allea tidak pernah pulang telat, suci mengatakan Allea sangat jarang main keluar, itu juga sekali nya keluar dia selalu izin, tidak mungkin Allea yang sudah menganggap mommy bunda nya sendiri tidak memberitahu dulu,”kesal Ratna kepada sang anak.


“Rel jika kau hanya mengomentari mommy mu, sebaiknya kau diam,”tajam Joan kepada anak bungsu nya itu.


“Ya tuan besar sudah berbicara aku diam,”gumam Verell.


Kegundahan Ratna terjawab kala dengan kaget dia melihat Bagas menggendong Allea yang tengah pingsan sambil dia gendong itu, Ratna yang melihat itu langsung berlari mendekat.


“Allea! Kenapa dengan Allea Bagas!”panik Ratna.


“Tolong panggilkan dokter keluarga dulu mom,”

__ADS_1


__ADS_2