Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 27-PEKERJAAN BARU


__ADS_3

Bagas yang melihat gadis itu mematung tersenyum miring, sungguh baru kali ini Allea melihat pria itu tersenyum walaupun sangat tipis. Sedangkan di sisi lain ada Ratna dan Joan yang sedang mengintip.


“Jadi apa karena ini? Bagas tidak memiliki pacar selama ini?”tanya Ratna shock.


Sedangkan Joan hanya mengeleng melihat sang istri, ya Joan yang mengira istri nya ngambek itu ternyata malah berputar balik lagi karena ponsel nya tertinggal. Tapi saat mereka ke dapur, dua orang itu malah melihat adegan mengemaskan itu.


Pipi Allea langsung memerah seperti ceri yang mana mengundang kembali Bagas membuat pria itu mengemas pipi lucu milik Allea dengan jarinya, cubitan pelan itu seketika terasa sakit dan membuat Allea langsung tersadar.


Plak…


“Jangan sentuh aku yah, berdosa! Pergi sana dasar om om!!”teriak Allea tepat di muka Bagas.


Pria itu hanya menutup kuping nya dan pergi dengan santai, memasang wajah cuek seolah bodoamad dengan perkataan Allea, di sisi lain Bagas yang meninggalkan Allea itu bergumam.


“Siapa suruh panggil aku om mulu, aku bukan om mu,”kekeh Bagas.


Ayolah Bagas seperti nya sekarang memiliki hiburan baru, dia entah kenapa sangat senang ketika menggoda Allea. Apalagi membuat gadis itu darah tinggi karena marah marah kepada nya, hal itu lucu di mata Bagas melihat Allea kesal karena tingkah nya.


Malam itu berlalu begitu cepat, tidak terasa Allea sudah membuat keputusan nya dengan bulat, gadis itu akhirnya memilih bekerja di sebuah restoran di salah satu mall, dan tidak jauh dari itu dia tinggal di sebuah kos an sederhana.


Padahal masih sama sama di ibu kota dan jarak nya juga tidak jauh. Tapi Allea tetap mengatakan jika dia ingin hidup mandiri tanpa bantuan dari Ratna atau pun Joan. Dia juga mengatakan akan pindahan sendiri, seperti saat sekarang ini Allea berdiri di depan cermin di sebuah kamar kecil.


“Hari pertama kerja harus semangat. Walaupun ga ada pengalaman yah,”gumam Allea berdandan sederhana.


Gadis itu tersenyum kecil melihat tampilan nya, Allea memakai tas selempang nya dan berjalan keluar kos, menuju mall tempat dia bekerja. Sebenarnya Allea sangat bersyukur aneh nya saat dia mendaftar pekerjaan pertama, langsung di terima tanpa wawancara, melihat dia juga tidak ada riwayat pengalaman kerja membuat Allea bingung.

__ADS_1


Tapi sudahlah bagi Allea itu semua tidak perlu di pusing kan inti nya saat ini dia juga harus membuktikan kepada kedua orang tua nya, jika Allea bisa berdiri di bawah kaki nya sendiri tanpa bantuan orang lain.


“Pagi buk,”sapa Allea kepada wanita yang sedang menyapu halaman rumah itu.


“Wah pagi banget neng, mau berangkat kerja yah?”basa basi ibuk itu membalas sapaan Allea.


“Iyah nih buk, Allea berangkat dulu yah.”senyum Allea lagi dengan sopan.


Wanita tua itu mengangguk mengiyakan perkataan Allea, lalu melanjutkan aktivitas nya kembali. Allea cukup berjalan sekitar 15 menit menuju mall tempat dia bekerja, memang memakan waktu tapi itu bisa menghemat pengeluaran nya.


Tidak lama kemudian, Allea langsung masuk ke dalam restoran masakan Jepang itu. Gadis itu dengan sopan masuk ke belakang dan menganti baju pakaian nya menggunakan baju karyawan, lalu menyapa senior nya itu.


“Anak baru?”tanya seorang wanita disana.


Allea yang mendengar itu langsung memutar wajah nya, dia melihat seseorang yang juga masuk ke tempat loker ganti baju itu. Allea yang sudah selesai bersiap siap itu tersenyum dengan sopan.


Wanita yang berdandan rapi dan bibir nya di poles cukup merah itu menatap Allea dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan sinis nya, Allea yang di tatap itu seketika sedikit canggung karena dia merasa apakah ada yang salah dengan pakaian yang dia gunakan?


“Rambut kamu di kucir dek, ini restoran. Nanti ga bersih kejatuhan rambut kamu makanan nya, kamu posisi pelayan kan? Dengerin yang benar ya, karena saya kepala pelayan,”jelas wanita itu mengingatkan Allea.


Sungguh Allea tidak tahu akan hal itu, diri nya tidak tahu apa saja peraturan restaurant itu karena diri nya langsung di beritahu jika sudah di terima berkerja dan si suruh langsung datang keesokan hari nya.


“Eh kak? Maaf. Allea kuncir sekarang,”balas Allea dengan gercap.


Wanita itu terlihat sangat kesal dengan wajah tatapan Allea yang tanpa berdosa itu, dia melipat kedua tangan nya sambil mengeleng.

__ADS_1


“Juga itu pakai heals dong kamu, ini restauran bukan rumah makan, semua punya peraturan yang berbeda beda.”ingat kembali wanita itu.


Ayolah Allea sangat panik menerima peringatan yang datang betubi tubi itu, ternyata dunia kerja seperti ini. Harus menerima banyak tuntutan sama bekerja. Allea hanya bisa menunduk di marahi seperti itu, hingga akhirnya seseorang wanita masuk.


“Haduh mbak iz, jangan di marahi dia masih hari pertama itu tidak masalah. Sebaik nya mari bersiap, karena restauran akan ramai sebentar lagi,”jelas wanita yang baru datang itu.


“Lain kali baca peraturan nya yah dek, jangan cuman cengo doang,”kesal wanita itu.


Allea mengangguk kan dan mengiyakan perkataan wanita, dia baru tersadar akan hal itu. Allea baru belajar melihat cara di dapur dan banyak hal saat bekerja hari ini.


Sungguh pekerjaan yang palung berat ketika di restauran seperti ini adalah ketika jam makan siang yang ramai, dan bagaimana cara menghadapi pelanggan agar tetap nyaman dengan pelayan kita, atau pun watak pelanggan yang berbeda beda yang harus membuat Allea sabar.


Seperti saat sekarang ini, sebuah ibuk marah marah. Jika pesanan salah di antar kan, dia mengatakan pesanan ini salah dan terus meneriaki Allea, karena sudah hampir sejam pesanan nya belum sampai.


“Kalau kerja nya ga becus Gausah kerja deh, saya mau makan loh, dari tadi nungguin,”jelas wanita itu membentak Allea.


‘Ye tau kocak, emang lu mau makan, yakali berenang di restauran somplak,’batin Allea yang sudah sangat kesal dengan situasi yang dia hadapi.


“Maaf buk seperti nya ada sedikit kesalahan, saya akan menganti pesanan ibuk. Dan tidak perlu cemas, pesanan yang baru akan kita gratiskan,”ujar seseorang yang tiba tiba datang.


Ternyata wanita yang datang membantu Allea itu adalah kepala pelayan tadi. Sungguh Allea tersenyum lega dan bisa kembali melanjutkan aktivitas nya ternyata hanya cover nya saja seram asli nya baik.


“Terimakasih kak iz, udah bantu Allea,”senyum Allea.


“Lanjut pekerjaan mu, yang fokus,”perintah wanita itu.

__ADS_1


“Siap kak!”


__ADS_2