Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 16-MENJEMPUT ALLEA


__ADS_3

Lastri yang tiba tiba di dorong itu seketika kaget dia langsung berdiri menatap seorang wanita cantik membantu Allea berdiri, Allea langsung memeluk Ratna dengan erat.


“Hai apa maksudmu mendorong ku? Lalu ada apa masalah nya dengan mu, ini urusan keluarga kami,”teriak Lastri dengan meninggi menunjuk nunjuk Ratna.


“Tolong turunkan jari mu di wajah istri ku, jika sampai kalian menunjuk nya lagi akan aku patah kan tangan kalian.”kesal Joan kepada dua wanita itu.


Dua orang bodyguard langsung muncul di belakang Joan, bertubuh kekar sama seperti Joan tapi dua orang itu memakai pakaian serba hitam yang mana membuat Lastri dan siti seketika langsung terdiam.


“Jika kau menganggap Allea keluarga mu, kenapa kalian perlakuan dia seburuk ini. Ingat jangan mengganggu Allea lagi, ambil saja semua itu jika kalian bisa,”teriak Ratna.


“Tante sudah, jangan memerahi tante Lastri dan siti. Allea yang salah,”ucap Allea dengan hati baik nya masih membela kedua orang itu.


Bisa bisa nya Allea masih membela kedua orang yang padahal sudah membuat nya seperti ini. Sungguh apa yang di lakukan kedua orang itu tadi ketika Ratna tidak ada karena dia melihat kondisi Allea yang seperti habis di pukuli, tangan nya yang lebam dan rambut nya yang kusut seperti habis di tarik.


“Sayang, pasti ini sangat. Tuhan, mas aku tidak sanggup, ayo kita bawa Allea pulang saja,”ucap Ratna.


Sungguh Ratna mengatakan itu karena sudah tidak dapat mengeluarkan kata kata lagi, dia sungguh menahan suara tangis nya sambil bergetar melihat anak sahabat nya di perlakukan seperti itu, Joan yang paling anti juga berurusan dengan wanita memilih hanya mendiamkan dua orang itu.


“Ale kamu ikut mommy yah, sekarang jangan mengatakan tidak! Karena ini sudah keputusan,”jawab Ratna dengan tegas.


Dengan lemas Allea menggangguk mau tidak mau dia akhirnya meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu, bagaimana tidak setengah sisa hidup nya hampir dia rasakan di sana dari dia kecil, mereka bertiga pergi menuju mobil untuk pulang.


Sedangkan kedua orang tante Allea tadi hanya bisa menutup mulut, mereka seketika takut menatap dua pengawal orang orang yang menjemput Allea itu, ketika mereka sudah pergi salah satu dari mereka mulai membuka mulut.


“Kau tahu siapa tadi? Kenapa Allea bisa kenal orang orang seperti itu?”tanya Siti dengan wajah takut.


“Bodoamad aku tidak peduli, yang penting drama kita berhasil. Rumah dan kebun milik kak Wira bisa kita ambil kembali haha,”tawa Lastri yang malah tidak ada takut takut nya itu.

__ADS_1


Brum… brum..


Mobil mewah milik Joan melaju dengan kencang di ikuti mobil bodyguard mereka dari belakang itu, Allea hanya bisa menduduk menatap Ratna yang di samping nya itu.


“Tante maafin Allea ya sama om juga, selalu Allea ngerepotin,”ujar gadis itu merasa tidak enak.


“Diam Ale, kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Aku dan suami ku adalah keluarga mu panggil kami mommy dan daddy, jangan merasa sungkan dari awal aku sudah mengingatkan untuk tinggal serumah, aku tiap hari berpikir apa kau baik baik saja sendiri di sana, walaupun terdengar jahat tapi gara gara kejadian ini kau akan tinggal bersama kami hehe,”tawa Ratna cengegesan.


Entah kenapa dengan adanya Ratna hati Allea terasa hangat bunda nya yang sudah tidak ada, merasa selalu dekat dengan diri nya saat ini. Allea yang tadi nya cemberut mengukir senyum manis yang biasa nya dia tunjukan kepada orang orang.


“Makasih tante om, maksudnya eh momi dedi,”ucap Allea dengan kaku.


“Sama sama Allea. Kau tahu istri ku pasti sangat bahagia karena kehadiran mu di rumah kami, dia selalu menginginkan teman perempuan di rumah, tapi bagaimana pun anak kami kedua adalah pria,”jawab Joan ikut mengatakan itu.


Allea hanya mengangguk mengiyakan perkataan Joan dan Ratna tidak berselang lama dari itu mereka akhirnya sampai di mansion William. Allea yang tadi nya terlihat sedih sekarang malah terlihat heran dan terkagum kagum.


“Ini rumah mommy sama daddy sayang, dan juga rumah mu sekarang,”ucap Ratna terkekeh melihat ekspresi Allea.


“Allea kira rumah seperti ini hanya rumah milik presiden ternyata mommy dan daddy juga yah,”ucap gadis itu takjub.


Ratna mengangguk tekekeh ayolah ternyata begini rasa nya memiliki anak perempuan apa yang dia obrolkan selalu masuk dan tidak membuat nya pusing atau pun kesal. Akhirnya mobil berhenti mereka pun turun dari dalam mobil, Allea tas nya di bawakan oleh seseorang.


“Eh Gausah biar aku bawa sendiri ajak pak,”ujar Allea kepada pria itu.


“Tidak apa apa nona sudah tugas kami,”ucap pria itu menunduk.


Allea merasa seperti di istana, apakah pangeran dan putri seperti di kerajaan itu akan di layani seperti ini juga? Dia penasaran akan hal itu.

__ADS_1


“Mommy ini seperti istana yang sering ada di dongeng-dongeng yah,”jawab Allea kembali dengan takjub.


“Ale ekspresi mu sangat lucu, sungguh aku teringat suci jika melihat senyum mu, tapi wajah mu lebih ke Wira,”kekeh Ratna mengeleng akan hal itu.


Saat Allea memutar badan nya dengan takjub melihat semua benda mewah di sana, seorang pria muda yang sedang duduk sambil belajar di ruang keluarga itu menaikan satu alis nya.


“Siapa kau!”tanya pria itu setengah berteriak.


“Verell jangan berteriak, kenalkan ini Allea sekarang dia akan tinggal di sini,”ucap Ratna kenapa anak bungsu nya itu.


“Allea? Allea apa kau anak angkat mommy dan daddy ku? Mom aku tidak mau punya kakak lagi,”ucap verell.


“Bukan sayang astaga,”ucap Joan terkekeh.


“Sudah sudah nanti mommy jelaskan, dimana kakak mu? Apa dia belum pulang?”tanya Ratna.


“Entahlah,”jawab verell dengan bodoamad menaikan bahu nya.


Mereka terlihat berbincang bertiga, Allea, ratna dan Joan. Sedangkan verell? Ayolah dia fokus dengan buku bahasa mandarin nya itu, ratna juga membantu allea membersihkan luka gadis itu, dan meminta seseorang mengantar allea ke kamar atas untuk menganti baju nya.


“Ale ikuti mbak ini, kamar mu di atas, tolong ya mbak,”ucap ratna.


“Baik nyonya, mari nona Ale,”ujar pembantu itu menunjukkan jalan kepada allea.


Allea sangat takjub naik tangga yang panjang melingkar seperti ular itu tangga nya saja di hiasi dengan karpet merah yang terbentang mewah.


“Wah ini sih sunggu seperti istana ya mbak, rumah mommy ratna,”ucap allea kepada wanita itu dia ajak bicara.

__ADS_1


“Haha nona sangat lucu,”


__ADS_2