Cinta Panas Tuan CEO

Cinta Panas Tuan CEO
BAB 29-ROBERT MARTINEZ


__ADS_3

“Bagas Ayolah, aku mohon! Kau tahu? Nenek sihir itu menyuruh ku menikahi seorang wanita yang lebih tua dari ku. Apa kau gila? Lalu daddy ku mau saja mengiyakan itu, aku tahu maksudnya menikahi aku dengan nenek sihir itu, karena dia itu anak dari teman nya dia wanita dewasa 5 tahun di atas ku,”


“Aku tidak suka ya, karena aku ingin melajang seumur hidup. Arghh aku tidak mau menikah maka nya kabur kesini, hanya untuk sementara saja ya Bagas, aku mohon,”ucap Robert kepada Bagas yang duduk di sofa itu sambil memainkan ponsel nya.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Bagas, pria itu hanya fokus dengan sebuah foto gadis yang terlihat sedang tersenyum berbicara dengan seseorang itu. Robert yang tidak di gubris itu langsung mengambil hp Bagas dan melihat foto nya.


“Heh ayo foto siapa ini? Wah astaga ternyata kau menyukai anak smp yah, gila adik siapa nih,”ejek Robert kepada Bagas.


Bagas yang ponsel nya di ambil itu seketika memukul pelan kepala teman nya itu dengan kesal, lalu setelah itu mengambil kembali ponsel nya dengan paksa di tangan Robert.


“Bukan urusan mu! Dan jangan memohon kepada ku. Aku tahu kau banyak uang, kau menginap di hotel saja, buat apa ku tampung, lagi pula perusahaan itu atas nama mu, kau yang menjalankan bisnis itu, uang tidak akan habis hanya untuk kabur, kau bukan pengangguran.”kesal Bagas kepada sahabat nya itu.


Robert yang mendengar pernyataan Bagas itu terlihat berpikir sementara, dengan tatapan bod0h ngga. Akhirnya pria terkekeh mendengar ucapan dari Bagas, bener? Kenapa otak nya sangat minus.


“Oiya yah. Kok aku lupa, aku kan seorang miliarder,”kekeh Robert itu sambil tertawa mengingat keb0dohan nya sendiri.


“Benar kata daddy mu, kau sangat b0doh,”geleng Bagas mengatakan itu.


“Sudah lama seperti itu, semenjak masa pembuahan,”gubris Derell menyahuti perkataan Bagas.


“Kau benar,”angguk Bagas menyetujui perkataan asisten nya itu.


“Si4lan kalian. Bisa ya kalian begitu, dari dulu sangat mirip, dan selalu bekerja sama. Selalu aku pria yang berhati elok dan tidak pernah sombong rajin menabung ini kena bulian kalian para pria pria jahat, uchh sakit hati Dedek bang,”ujar Robert memegang kembali dada nya.


“Aku ingin muntah,”ujar Derell jijik mendengar itu.

__ADS_1


Robert Martinez, atau yang akrab di sapa Robert. Adalah pria asli berdarah Eropa, tanpa ada lokal lokal nya, Robert asli keturunan Eropa ini memiliki darah bangsawan, dia lahir di keluarga kaya yang keluarga nya memiliki perusahaan yang berjalan di bidang produk industri yang sudah mencapai akar lain dari macam negara.


Satu universitas dengan Bagas, dan Derell. Membuat ketiga orang itu menjalin persahabatan semasa kuliah nya dahulu, Robert memang di kenal nakal, tapi dia tipe pria yang tidak pernah bermain dengan wanita, hanya seperti kebiasaan orang luar lain nya.


Minum alk0hol, atau pun sejenis nya sudah biasa seperti itu dilakukan. Niat hati menjadi pria malas malas, dia harus melanjutkan perusahaan MARTINEZ COMPANY.


“Hei Ayolah sudah jam berapa ini? Ayo pergi ke club, aku traktir, karena aku banyak uang.”jelas Robert merangkul kedua sahabat nya itu kembali.


“Malas,”singkat Bagas.


“Aku sibuk,”ujar Derell.


Kedua orang itu menolak, tapi dengan paksa Robert, menarik kedua sahabat nya itu berjalan keluar ruangan, menuju lobi untuk segera pergi menikmati hari ini dengan sedikit alk0hol atau apa pun itu.


“Si4l kau, katakan sekali lagi. Ayo tanding jika kau kalah berikan sedikit saham mu untuk ku,”kesal Bagas mengatakan itu.


“Nah gitu dong.”senang Robert melihat Bagas yang mulai terpancing itu.


“Sungguh aku tidak ingin ikut,”jelas Derell menghela nafas nya.


“Ck Ayolah, apa yang mau kau lihat di apartemen buluk mu itu, bahagia lah, kapan lagi,”ucap Robert.


Akhirnya mau tidak mau mereka pergi dari perusahaan William group. Bukan kah hanya sesekali melakukan ini, karena Robert ingin melakukan pesat penyambutan nya dan menikmati liburan nya di tanah kelahiran dua sahabat nya ini.


Di sisi lain mereka Sudah menuju klub, hari yang berganti sore menjadi malam dan mulai gelap. Terlihat di sana dengan senyum manis nya Allea memegang sebuah paper bag yang dia bawa dari kosan nya.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum manis melihat gerbang besar yang ada di depan nya, seorang satpam yang berjaga di sana pun langsung bangun melihat Allea yang berdiri.


“Non Allea? Kok ga panggil saja? Kenapa tidak ngabarin mau kesini non? Pasti nyonya senang banget kalau tahu kesini non, ayo masuk non,”ujar satpam itu dengan pertanyaan yang beruntun.


“Pak, Iyah Allea mau kasih kejutan buat mommy aja. Mommy udah baik sama Allea. Allea juga kangen maka nya libur tadi buat beli sesuatu, ada mommy kan pak?”tanya Allea.


Pria itu mempersilahkan Allea dengan sopan masuk ke mansion William, penjaga gerbang yang sudah di ganti dari dulu itu menjawab kembali pertanyaan Allea dengan ramah.


“Ada non, ayo masuk aja. Jangan di luar dingin non,”ajak pria itu.


Allea mengangguk diri nya melangkah menuju rumah yang jarak nya agak lebih ke dalam lagi, tapi Allea di antar dengan sebuah mobil golf oleh penjaga rumah, dengan senang hati Allea yang sudah menginjakan kaki nya di rumah itu seketika masuk ruang utama melihat Ratna yang terlihat hanya cemberut kepada suami nya.


“Mommy, daddy, verell,”sapa Allea dengan senyum manis nya.


Suara yang sangat Ratna kenal dan rindukan itu membuat Ratna langsung menegaskan kepala nya, wajah cemberut itu seketika langsung berubah menjadi sebuah senyuman manis.


“Allea!!! Sayang ku, akhirnya, kenapa lama sekali kamu pulang nak?”teriak Ratna heboh langsung memeluk Allea.


Yang suara teriakan itu terdengar keras di satu mansion William itu, Allea membalas pelukan Ratna dan tersenyum manis.


“Maaf yah mom, Allea kan kerja. Terus makasih mom sama daddy dan yang lain, udah nepatin janji buat jangan temuin Allea dulu di tempat kerja walaupun kita dekat, karena kalau mommy datang. Allea nanti pengen cepat kesini, kan biar belajar mandiri nya lebih terasa,”senyum gadis itu.


Joan dan Ratna mengangguk, wanita paruh baya itu menarik tangan Allea menuju sofa, dimana Joan dan verell ada di sana juga. Mata nya mencari sosok pria lain yang tidak ada di sana. Ratna yang menyadari itu, langsung menjawab ke penasaran Allea.


“Bagas kayak nya lagi main sama Derell sama Robert, soalnya tadi malam teman nya dari luar negri nelpon mommy, jadi mommy tahu,”

__ADS_1


__ADS_2