
Ser… ser…
Suara shower yang mati hidup itu membuat seseorang yang sedang tengah tertidur di kasur nya mulai mengerakan badan nya, pria itu membuka mata nya pelan karena mulai kesal karena seseorang yang memainkan air itu.
“Ck berisik,”ketus Bagas mengacak rambut nya dengan kesal.
Ayolah beberapa hari ini dia jarang tidur, terlebih pekerjaan perusahaan yang makin banyak. Dan terlebih lagi diri nya yang harus di ribet kan dengan beberapa urusan lain nya, Bagas yang berbaring tadi mulai duduk di atas kasur nya.
Pria itu hanya memakai celana pendek hitam milik nya, ya Bagas tipe orang yang kalau tidur lebih suka bertelanjang dada. Sekali pun ac di kamar nya menyala, dia tetap lebih suka untuk melepaskan atasan nya itu menikmati hawa dingin masuk ke kulit putih nya.
Drap… drap…
Bagas yang bangun dari kasur nya itu membuka pintu yang terhubung ke kamar sebelah dengan kesal, tapi seketika dia mulai sadar. Pria itu menaikan satu alis nya karena penasaran.
“Sebentar, ini kan kamar verell yang lama? Apa dia pindah kesini? Apa airnya rusak di kamar sebelah a lagi?”tanya Bagas terheran heran.
Ya kamar itu dulu memang sengaja di desain saling memiliki pintu yang terhubung karena verell dulu sangat suka sekali masuk ke kamar kakak nya, tapi sekarang? Ya Bagas lah yang sering mencari adik nya itu menyuruh nya untuk sekedar mempelajari hal tentang di perusahaan.
Entahlah Bagas merasa bodoamad. Karena pendengaran dan ketenangan nya terganggu Bagas melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi, pria itu mengetuk dengan kesal kamar mandi itu.
Brak… brak…
“Rel! Tolong jangan seperti itu! Kau bukan bocah lagi bukan!”teriak Bagas dengan suara bariton nya.
Seketika seseorang yang sedang asik bermain air setelah mandi itu, yang masih memakai baju handuk itu kaget. Bagaimana dia tidak kaget, seketika mendengar suara pria di sebalik pintu kamar mandi nya.
Allea sebenarnya menaikan air itu karena sangat suka, dia mengira bagaimana air panas dan dingin bisa muncul di alat tempat dia mandi itu. Sabun nya saja sangat wangi sehingga Allea ingin sekalian tidur di kamar mandi yang besar nya sebesar kamar tidur nya di rumah.
“Eh siapa itu?”tanya Allea dengan gugup.
__ADS_1
Tidak ada suara lagi dari luar sana, begitu pula Bagas yang tidak menerima jawaban yang dia kira di dalam adalah verell. Pria itu yang sebenarnya ingin kembali langsung ke kamar nya, melihat tas yang ada di kasur, tas itu berisi banyak baju gadis.
“Verell? Apa dia mau jadi bencong?”gumam Bagas menatap itu semua.
Sedangkan Allea yang menempelkan telinga nya di sebalik pintu berusaha mendengarkan apakah tidak ada suara orang lagi ternyata memang sudah tidak ada. Dengan pelan Allea melenggang keluar kamar.
Kret…
Pintu kamar mandi yang terdengar terbuka itu, membuat tatapan Bagas teralihkan, badan nya dia putar menghadap seorang gadis yang keluar dari kamar mandi dengan rambut tergerai basah. tatapan datar Bagas kembali muncul menatap Allea.
Sedangkan Allea yang sadar ada seseorang di sana seketika shock berat diri nya tentu saja berteriak keras karena kaget atas kehadiran Bagas yang di sana.
“Arghhh manusia telanjang, mommy Ratna,”teriak Allea dengan keras.
Sungguh walaupun teriakan itu sangat keras ayolah ini mansion yang sangat luas besar nya, Ratna lagi pula di lantai bawah. Sedangkan Bagas yang mendengar teriakan itu hanya menutup kuping nya.
“Ada pengintip ada pengintip tolong Ale,”teriak Allea berlari menuju pintu keluar.
Brak…
Bagas menarik paksa tangan Allea lalu membuat gadis itu menabrak dada bidang nya yang tidak memakai baju itu, Allea mendongkak wajah nya. Seketika tatapan nya terhipnotis.
“Pak Bagas?”gumam Allea.
Pria itu menaikan satu alis nya mendengar pernyataan Allea, gadis itu ternyata konsen juga dengan diri nya. Bagas melihat Allea yang masih terdiam kaku menatap nya.
‘Pak Bagas baru bangun tidur? Pantesan rambut nya acak acakan, tapi ternyata pak Bagas di lihat lihat begini tampan juga, malah kalau lagi ga pakai baju dinas guru itu membuat nya semakin tampan, atau gara gara lagi ga pake baju? Astaga Ale kau gil4!’ Teriak nya bergelut dengan batin nya sendiri.
“Apa kau sudah puas memandangi ku?”tanya Bagas.
__ADS_1
Allea yang tersadar itu seketika mengenangkan kepala nya seolah berusaha fokus dan kembali berteriak tapi belum sempat Allea berteriak, tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Allea.
“Bagas, Allea? Kalian sedang apa?”tanya Ratna kepada kedua orang itu.
Allea yang mendengar suara wanita kesayangan nya itu, langsung melepaskan sekuat tenaga cengkeraman milik Bagas, dan berlari di sebalik punggung Ratna berusaha bersembunyi.
“Mommy Ratna tolong Ale, masa pak Bagas ngikut in Ale sampai segitu nya? Apa karena Ale sering nakal di sekolah? Masa sampai ke rumah tante Ratna Allea juga di awasi tante, Allea tadi kaget tiba tiba ada pak Bagas di sana,”ucap Allea dengan lucu nya bersembunyi di sebalik tubuh Ratna yang tinggi.
Ratna yang mendnegar penjelasan Allea pun membuat diri nya tertawa, wanita paruh baya itu akhirnya tahu alasan di sebalik putra sulung nya mengajar di sekolah itu. Ratna mengeleng tersenyum kecil.
“Sayang apa maksudmu? Pak Bagas yang kau maksud itu, anak tante maka nya dia disini, kamar nya di sebelah kamar mu sayang,”jawab Ratna kepada Allea.
Seolah mendengar berita buruk, Allea seketika kaget, apa maksudnya ini? Tidak mungkin dia harus serumah dengan guru killer nya cukup diri nya di hukum di sekolah saja jangan sampai di luar jam itu juga.
“Hah benarkah? Pak Bagas anak tante Ratna?”tanya Allea dengan polos nya.
“Sudah jelaskan sekarang siapa yang pengintip, kau atau aku?”ujar Bagas menatap gadis itu kesal.
“Heh enak aja ya pak, salah sendiri tiba-tiba nongol di kamar orang ya saya kira bapak ngintip di sono. Mana saya tahu juga bapak anak mommy Ratna, soalnya mommy Ratna masih cantik banget,”cicit Allea yang mengira itu.
“Dan Bagas kenapa kau seperti itu di depan seorang gadis, masuk kamar mu pakai baju mu kita makan malam!”kesa Ratna kepada sang anak.
“Hmm,”jawab Bagas singkat.
Seolah pria itu menurut dia langsung mengunci pintu samping dan masuk ke kamar nya, Allea terlihat lega melihat hal itu.
“Mommy Ratna hebat, padahal pak Bagas kalau di sekolah seram banget, ga ada yang mau suruh suruh dia,”kekeh Allea memberikan jempol.
“Heh benarkah? Tapi jangan panggil Bagas dengan sebutan pak Bagas ya, ini bukan sekolah sayang, panggil aja dia kak, atau mas,”kekeh Ratna dengan senyum manis nya malu sendiri.
__ADS_1
“‘Mommy kok yang malah senyum malu?”tanya Allea dengan penasaran.
“Gapapa, ayo ganti baju mu mommy tunggu,”