Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
102. Leo Cuti


__ADS_3

Hai.....hai.... hai......Semuanya terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..


Yuk..


Lanjutin terus bacanya sampai habis ya😘😘


Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.😁😁😁


Jangan lupa like, vote, dan commenntnya ya😘


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


🌹Di Kantor....


"Tok... tok... ; pintu diketuk."


"Masukk... ; saut daniel."


Leo masuk dan berdiri di depan meja daniel..


"Ada apa? tanya daniel."


"Tolong ijinkan saya mengambil cuti selama seminggu ; ujar leo."


"Cuti? kau mau kemana? tanya daniel."


"Indonesia.. ; saut leo."


"Tujuanmu mengambil cuti? tanya daniel lagi."


"Urusan pribadi ; jawab leo."


"Bagaimana jika aku tidak mengijinkan ; ujar daniel."


"Saya tetap akan pergi ; saut leo."


"Huh.. ; kata daniel sambil memegang kepalanya yang tiba tiba pusing dan jantungnya berdetak kencang."


"Ada apa? kau merasa mual lagi? tanya leo."


"Tidak apa apa, kepala ku tiba tiba pusing saja ; saut daniel."


"Kapan kau akan berangkat el? tanya daniel."


"Nanti malam ; saut leo."


"Kenapa mendadak sekali ; saut daniel."


Leo hanya mengangkat bahu...


"Aku akan mengantarmu nanti ; ujar daniel."

__ADS_1


"Terserah kau saja... ; saut leo."


"Kenapa kau dingin sekali ; ujar daniel kesal."


"Apa paman dan bibi baik baik saja? tanya daniel lagi."


"Ya, ayah dan ibu baik baik saja.. ; saut leo."


"Kenapa kau mendadak sekali mengajukan cuti, lagipula kita akan ke Indonesia juga sebentar lagi kan ; ujar daniel."


"Urusan pribadi ; kata leo lagi."


"Ahh.. baiklah baiklah, walaupun aku tidak mengijinkan kau juga tetap akan pergi bukan ; kata daniel."


"Benar... ; saut leo."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


🌹Rumah....


"Aku pulang.... ; ujar daniel lesu."


"Kau sudah pulang, hari ini kau cepat pulang ; ujar zahra."


"Ya, aku sedang tidak bersemangat bekerja ; ujar daniel."


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu? tanya zahra."


"My baby wife, bisakah kau peluk aku ; ujar daniel lesu."


"Papi....!!! ; teriak arel."


"Yang... kok manggil arel sih? tanya daniel."


"Aku lagi masak yang... minta peluk sama arel aja yah ; ujar zahra sambil mencium daniel lalu pergi ke dapur."


"Huhuhuhu.... ;


"Papi.... gendong ; ujar arel."


"Sini papi gendong, kok gk berat arel udah makan belum ; tanya daniel."


"Belum papi, heheehe.... ; kata si kecil arel."


"Yuk, arel main sama papi ya, jangan ganggu mami ; kata daniel."


"Ayo papi... ; saut si kecil arel."


"Papi, mami tadi pagi katanya lagi pucing kepala ; adu si arel pada papinya."


"Mami pusing kepala? tanya daniel berhenti berjalan."

__ADS_1


"Deg.... deg.... ; jantungnya berdetak kencang."


Pantas saja ia tadi pagi merasa kepalanya tiba tiba pusing dan merasakan sesuatu yang tidak nyaman, apa karna kontak batin mengingat ia yang merasakan seperti ibu hamil..


"Kok arel gk bilang ke papi ; kata daniel."


"Mami, curuh arel jangan bilang bilang papi kalo mami cakit, jadi arel engga telpon papi deh ; ujar si kecil arel."


"Arel, mau kan main sama kak winda dulu, nanti papi jemput arel kalo makananya sudah siap ya ; kata daniel."


"Iyah papi.. ; saut si kecil arel."


"Win, saya minta tolong jagain si arel bentar yah ; minta daniel."


"Baik tuan.. ; saut winda."


Daniel bergegas ke dapur menyusul istrinya, walaupun ia tidak tahan dan merasa mual dengan bau bumbu bumbu dapur, tapi ia tetap menemui istrinya.


Daniel mematikan kompor dan menyeret zahra..


"Yang... kok dimatiin aku lagi masak buat kamu sama arel ; kata zahra."


"Engga usah, suruh yang lain aja masaknya ; ujar daniel."


"Hah, bukannya kamu gk bisa makan yang dimasak orang, kamu kenapa sih? tanya zahra bingung."


"Yang... ; panggil zahra."


Tidak ada sautan.. sampai di lantai atas kamar mereka."


"Daniel.. ; panggil zahra lagi."


Daniel melepaskan tangannya, sampai di dalam kamar mereka lalu menutup pintu dan menatap zahra..


"Ada apa? tanya zahra."


"Apa ada yang perlu kau bicarakan padaku? tanya daniel."


"Apa maksudmu? tanya zahra."


"Arel bilang tadi pagi kamu lagi sakit, kok kamu gk bilang ke aku sih? marah daniel."


"I...itu cuman sakit biasa aja kok, sudah hilang juga."


"Kamu bilang cuman sakit biasa, kamu itu lagi hamil zahra kalo terjadi sesuatu sama kamu aku dan arel gimana? kamu tau gk aku merasa firasat aku gk enak tadi pagi ; ujar daniel marah."


"Aku cuman mau masakin makanan buat kamu dengan arel aja kok, kan kamu yang gantiin aku, kamu juga gk bisa makan buatan orang selain aku ; bela zahra."


"Iya aku tau, tapi yang lagi hamil itu kamu sayang, kamu dan anak kita yang paling penting dalam hidup aku ; ujar daniel sedih dan ingin menangis."


Semanjak ia yang menggantikan istrinya mual mual ia juga sangat berubah drastis dan semakin lembek, seperti bukan dirinya saja pikir daniel."

__ADS_1


"Iyaa maafin aku yang... kok kamu malah nangis sih, hehehe.. ; ujar zahra."


"Jangan ketawa, aku belum maafin kamu ; ujar daniel."😑


__ADS_2