
Hai.....hai.... hai......Semuanya terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..
Yuk..
Lanjutin terus bacanya sampai habis ya๐๐
Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.๐๐๐
Jangan lupa like, vote, dan commenntnya๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
๐นFlashback On๐น
Paginya Leo kembali bekerja setelah ijin sakit, ia harus bekerja walaupun masih sedikit sakit tapi karna kerjaannya sangat banyak jadi ia harus bekerja.
"Selamat pagi pak Leo ; saut karyawan yang berjalan melewatinya."
"Pagi... ; balas Leo."
"Hari ini anda sedikit telat tuan ; ujar karyawannya."
"Apa kau sedang mengingatkanku ; ujar Leo dingin."
"Ti... tidak tuan, maafkan saya ; ujarnya."
"Kembalilah bekerja ; ujar Leo."
Hari ini dirinya sedikit sensitif karna tadi pagi dirinya baik baik saja, tapi saat ia ingin berangkat ia harus berhenti di pinggir jalan karna ia ingin muntah.
Jadi ia mengeluarkan isi perutnya. Makanan yang ia makan tadi pagi semuanya ia keluarkan.
"Hoekkk ... ; ujar Leo muntah."
__ADS_1
Pejalan kaki yang melewatinya berhenti karna merasa iba dengannya.
"Tuan anda tidak apa apa? tanya pejalan kaki itu."
"Saya.. baik baik saja ; ujar Leo." Yang sudah mengeluarkan semua makanan yang ia makan tadi pagi dan sekarang menjadi sia sia."
"Tapi tuan, anda terlihat sangat pucat ;
"Minumlah air putih ini dulu tuan ; saut seorang wanita yang juga kebetulan lewat."
Leo mangambil botol air minum itu dan meminumnya.
"Terima kasih ; ujar Leo."
"Sama sama tuan ; sautnya."
Dan saat di kantor, malah ada seorang karyawan yang membuatnya kesal.
Beraninya dia mengatakan menegur dirinya, dirinya tidak akan telat jika bukan karna tadi pagi dan ia juga masih ijin sakit.
"Bukankah kau sedang ijin sakit, kenapa kau bekerja? tanya Etha."
Leo berhenti..
"Apa pedulimu.. Aku sakit kau bahkan tidak peduli ; ujar Leo."
"Apa?.. ; ujar Etha terkejut." Karna Leo menjawabnya dengan dingin. Dan itu membuat hatinya sedikit terluka.
"Apa kau suka aku tidak bekerja begitu ; tanya Leo."
"Apa maksudmu El? tanya Etha."
"Panggil saya yang sepantasnya saat bekerja ; ujar Leo."๐ก
__ADS_1
"Perkataanmu sangat kasar El ; ujar Etha sedih."
"Kasar.. kau bilang aku kasar ; kata Leo."
"Kau tidak berhak menuduhku seperti itu ; kata Etha."
"Ingatlah posisimu, disini aku atasanmu ; ujar Leo."
Leo pergi meninggalkan Etha yang masih terdiam ditempat.
Tanpa disadari Leo, perkataan Leo tadi membuat hatinya sakit.
Dan lukanya kembali terbuka lagi, ia ingin menangis tapi air matanya tidak mau keluar..๐ญ
๐นFlashback Off๐น
"Apa yang telah ia lakukan pada Etha ; pikir Leo."
"Ia sudah mengatakan kata kasar padanya saat itu."
"Ia pikir Etha tidak mengunjungi atau menanyakan kabar tentangnya saat ia sakit."
"Etha sudah terlalu banyak menolongnya saat Cleo meninggal Etha selalu ada disisinya, saat ia sedih, terpuruk karna Cleo pergi meninggalkannya, saat dirinya sedang sakit Etha juga selalu ada menemaninya."
"Tapi dirinya malah menyakiti Etha. Sudah terlalu banyak kesalahannya pada Etha."
"Dan kini ia menyadari semua kesalahannya, satu hal yang ia tau pasti. Selama ini Etha selalu berada disisinya, yang selalu mendukungnya."
"Saat bahagianya bersama Cleo, ia tidak tau bagaimana perasaan dan sakitnya Etha yang sudah menyukainya."
Leo memegang dadanya yang sangat sakit, yang baru mengetahui kebenarnnya sekarang.
Ia terlalu sibuk terlena karna mantan istrinya..
__ADS_1
"Arggghh.....Huhu.... ; ujar Leo menagis sambil mengacak rambutnya."
"Maafkan aku Tuhan..... Tolong bantu aku sekali lagi ; doa Leo."