
1 hari sebelum hari H daniel mengajak zahra untuk pergi kesuatu tempat...
"Kita mau kemana daniel, kenapa kita naik pesawat ; tanya zahra."
"Lihat saja nanti kau akan tau ; saut daniel sambil tersenyum."
Tiba dibandara..
Zahra yang terkejut karna mengenali tempat ini, yang merupakan kampung halamannya..
"Daniel, ini kan kampung halaman aku ; saut zahra senang."
"Iya sayang, aku mau minta ijin sama calon mertua ayah dan ibu kamu ; saut daniel masih terukir senyum di wajahnnya."
"Makam ayah dan ibu ; tanya zahra lagi."
Daniel mengangguk..
Mereka pun sampai disebuah pemakaman umum, dengan membawa bunga sambil menggandeng tangan zahra, mereka berhenti disebuah makam yang...
"Ayah ibu, zahra pulang ; kata zahra."
"Zahra kangen banget sama ayah dan ibu, hiks... hiks... ;
Melihat zahra menangis dengan sigap daniel memeluk zahra dan merangkulnya..
"Ayah ibu, kenalin ini daniel calon suami zahra. Zahra mau menikah besok, doain zahra semoga semuanya lancar ayah ibu ; kata zahra."
Kali ini daniel yang berbicara pada calon mertuanya itu...
"Halo ayah ibu, nama saya daniel ...
Saya mau minta ijin sama ayah dan ibu untuk merestui pernikahan kami besok, saya sangat mencintai zahra saya juga mau minta ijin untuk membawa zahra hidup bersama saya, saya janji akan selalu membahagiakan zahra, melindungi zahra, mencintai zahra, jadi ayah ibu doain kami ya agar besok semuanya lancar ; ujar daniel."
Setelah mereka sudah berpamitan pada Ayah dan ibu zahra dan bergegas meninggalkan pemakaman itu....
"Daniel boleh gk kita mampir ke rumah aku sebentar ; tanya zahra."
"Ya, udah kita kesana ya ; jawab daniel."
Tiba disebuah rumah mewah yang sederhana bertingkat dengan pagar yang mengelilinginya, lalu memencet bel rumah itu dan keluarlah seorang wanita paruh baya..
__ADS_1
"Siapa? tanyanya."
"Ini Zahra ibu ida ; saut zahra yang memang mengenali suara itu."
Pagar rumah itu kemudian terbuka...
"Masyaallah, non zahra ; saut bu ida sambil memeluk zahra."
Bi ida adalah orang yang sudah lama tinggal dengan ayah dan ibunya, sejak kecil bi idah juga ikut merawat zahra karna memang bu ida tidak punya siapa siapa, suaminya sudah lama meninggal bersama anaknya karna kecelakaan mobil, bagi zahra bu ida sudah seperti ibu keduanya jadi zahra sangat menyanyangi bi ida...
"Iya bu, ini zahra hiks.. hikss... ; ujar zahra menangis."
"Iya iya, anakku zahra ; saut bu ida yang juga ikut menangis."
Apa kabar bu ida, apa ibu menyakiti bu ida ; tanya zahra...
"Ya, seperti biasa non masih gak berubah ;
"Lalu bu ida yang melihat seorang bule tampan yang sedang berdiri menatap mereka pun berkata :
"Dia siapa non ; bisik bi ida."
"Ohh, dia namanya daniel dia calon suami zahra bi ; bisik zahra ditelinga bi ida."
Zahra hanya mengangguk sambil tersenyum..
"Daniel ini kenalin, ini ibu ida dia sudah aku anggap ibu aku ; kata zahra."
"Jadi kamu juga harus dapat ijin dari dia, bu ida orangnya pilih pilih loh ; bisik zahra selanjutnya mencoba menggoda daniel😊."
"Halo, bu ida nama saya daniel calon suaminya zahra, bu ida tolong restuin pernikahan kami ; saut daniel langsung go the point."
Bu ida yang kebingunggan iu menatap zahra, zahra yang melihat bu ida kebingunggan itu langsung mengedipkan matanya..
"Saya tidak setuju ; kata bi ida."
"Tapi bu, saya sangat mencintai zahra jadi dan kami akan menikah besok ; kata daniel panik."
"Saya tidak setuju kalau zahra menikah dengan orang lain, selain nak daniel ; lanjut bu ida."
"Kenapa saya tidak boleh ;
__ADS_1
"Ehh, maksud ibu apa tadi ; kata daniel yang mencoba mencerna perkataan dari bu ida."
"Maksud saya, selain nak daniel yang menikah dengan zahra saya tidak setuju ; bi ida menjelaskan."
"Jadi, ibu merestuin saya sama zahra ; ujar daniel senang."
Bu ida tersenyum mengangguk...
"Terima kasih bu ida ; ujar daniel."
"Terima kasih bu ; saut zahra."
"Sama sama nak, kalian harus hidu bahagia bersama ya nak ;
"Pasti bu ; saut daniel."
"Ohh, ya bu ida, ibu sama kakak mana? tanya zahra."
"Ada non, di dalam ayo kita masuk ; saut bu ida."
Mereka pun masuk ke dalam rumah...
"Kamu ; kata rina (ibu tiri zahra)."
"Iya bu, zahra pulang ; kata zahra."
Zahra kesini mau ngambil barang barang peninggalan ibu dan ayah...
"Enak aja udah lama gk pulang mau ambil barang dirumah ini seenaknya aja ; saut rose ( kaka tiri zahra )."
"Zahra cuman mau ngambil barang barang zahra sama peninggalan ibu dan ayah ; ujar zahra."
"Engga boleh ; saut ibu rina."
"Tapi bu ;
"Biarkan saya yang ambilkan barang barangnya non ; ujar bu ida."
"Bi Ida awas ya kalau kamu coba ngambil, saya pecat kamu ; ujar bu rina marah."
"Bi idaaaaa ; teriak rina."
__ADS_1
❤Terima kasih sudah membaca❤