Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
80. Suka Masakan Etha


__ADS_3

Hai.....hai.... hai......Semuanya terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..


Yuk..


Lanjutin terus bacanya sampai habis ya😘😘


Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.😁😁😁


Jangan lupa like, vote, dan commenntnya ya😘


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dan syukurlah leo masih bernafas, saat ia ingin menarik tangannya tiba tiba leo memegang tangannya sambil menggumamkan sesuatu..😢


"Kumohon jangan tinggalkan aku..cleo ; gumam leo dalam tidurnya sambil memegang tangan etha."


Etha merasakan sakit di dadanya, lalu ia menangis disisi leo sambil memegang tangan leo..😭


"Kenapa kau tidak bisa melupakannya leo, tidak bisakah kau sedikit saja melihatku sebagai wanita ; ujar etha."


"Aku tidak ingin menjadi sahabat atau adikmu, hiks.. hiks.. ;


Etha tidak sanggup lagi untuk berada lebih lama di dekat leo, lalu ia pergi meninggalkan kamar leo..


"Non etha, sudah mau pulang? ; kata bi nisa."


"Iya bi, mau balik ke kantor lagi ; saut etha."


"Oh iya non, titip salam buat tuan daniel dan istrinya ya non ; kata bi nisa."


"Iya bu, nanti saya sampaikan, oh ya bu kalo leonya udah bangun kasih bubur yang saya taruh di pemanas ya bi ; kata etha."

__ADS_1


"Siap non, nanti saya kasih ke tuan muda leo dan bilang kalo non etha mampir kesini ; kata bu nisa pengurus rumah daniel dan leo saat daniel belum menikah."


"Eh.. jangan bi ; saut etha."


"Kenapa non? kata bi nisa."


"Mmm...


"Engga papa kok bi, jangan dikasih tau sama leo kalo saya datang ya bi, nanti saya aja yang bilangnya ; kata etha."


"Baiklah non ; kata bi nisa."


"Oh ya bi, kalo ada apa apa telpon saya ya nanti ; kata etha."


"Siap non ; saut bi nisa tersenyum."


Non etha ini sangat cantik dan juga baik, betapa perhatiannya ia pada tuan leo pikir bi nisa.


🍀🍀🍀🍀


Kamar Leo...


Leo terbangun dari tidurnya dan kepalanya sudah agak mendingan tidak seperti tadi,


"Tapi kenapa tangannya terasa sangat basah pikir leo, ia juga tidak berkeringat banyak jadi kenapa? dibenak leo.


Leo turun dari tempat tidur menuju lantai bawah..


"Tuan leo udah bangun, gimana pusingnya udah mendingan ; tanya bi nisa."


"Iya bi, sudah mendingan ; saut leo sambil duduk dikursi meja makan."

__ADS_1


"Ini tuan buburnya dimakan ya, masih hangat ; kata bi nisa."


"Terima kasih bi ; ujar leo."


"Hmmm... buburnya enak bi, besok buatkan lagi untuk saya ya ; kata leo."


"Eh...I..iya tuan ; kata bi nisa yang kebingungan apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak."


Ahh.. sudahlah yang penting tuan mudanya bisa sembuh, ia akan menelpon non etha nanti.


Bi nisa pun selesai membereskan pekerjaannya lalu ia menelpon non etha..


"Halo bi, ada apa? apa leo baik baik saja? ; tanya etha yang khawatir."


"Halo non etha, tuan muda baik baik saja dia sudah bisa makan dengan lahap tapi... ; kata bi nisa yang terpotong."


"Tapi kenapa bi? tanya etha lagi yang sangat khawatir."


"Begini non, tuan muda minta saya besok buatkan bubur yang non bawa tadi ; kata bi nisa."


"Ohh gitu, nanti saya buatkan lagi bi, besok pagi saya antar kerumah sekalian saya berangkat kerja ; kata etha."


"Aduh, maaf ya non jadi ngerepotin non etha ; kata bi nisa merasa tidak enak."


"Gpp bi, kan saya yang minta kalo ada apa apa hubungi saja saya ; kata etha."


"Iya non, makasih ya non ;


"Sama sama bi ;


Malamnya daniel dan keluarga kecilnya menjenguk leo kerumah lamanya, dan syukurnya leo sudah membaik..

__ADS_1


__ADS_2