Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
106. Ketahuan Daniel


__ADS_3

Hai.....hai.... hai......Semuanya terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..


Yuk..


Lanjutin terus bacanya sampai habis ya😘😘


Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.😁😁😁


Jangan lupa like, vote, dan commenntnya😘


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Yang... ini undangan siapa lagi dari Indonesia nih kayanya ; ujar Daniel."


"Undangannya udah datang ya ; kata Zahra." Lalu mengambil undangan tersebut dari tangan daniel.


"Dari siapa yang? tanya Daniel."


"Dari kak Aldo, resepsinya hari minggu yang.. berarti kita harus sudah ada Indonesia dong sebelum itu ; ujar Zahra."


"Aldo? Kok dia ngirim undangan lagi? tanya Daniel."


Zahra yang baru sadar ia keceplosan, bisa bisa rencana mereka gagal karna ulahnya..


"Eh bukan, maksud aku aldo teman aku kuliah dulu yang... ; elak Zahra."


"Mana sini coba aku liat ; ujar Daniel."


Mencoba mengambil undangan tersebut dari tangan istrinya. Dengan segera Zahra menyembunyikan undangan tersebut.


"Loh kok kamu sembunyiin sih ; kata Daniel curiga."


"Sini biar aku liat ;


"Bukan apa apa kok yang... Ahhhhh... ; pekik Zahra terkejut." Karna Daniel menerjangnya.


Dan Daniel berhasil mendapatkan undangan tersebut..


Kemudian Daniel membacanya,


Tampak kerutan di wajah tampan suaminya saat sedang membaca undangan tersebut.


"Ya ampun bagaimana bisa wajah suaminya terlihat masih tampan tanpa kerutan padahal sudah jadi ayah anak 1 eh 2 masih calon ; pikir Zahra yang sedang mengagumi wajah tampan suaminya."

__ADS_1


"Pengen aku sembunyiin tuh wajahnya supaya enggak di ambil orang ;


"Hah... sadarlah Zahra. Sekarang bukan saatnya mengagumi wajah suamimu, kau dalam masalah sekarang ; pikir zahra dalam hati."😱


"Apa ini? Kenapa undanganya berbeda dengan undangan sebelumnya, calon mempelai wanitanya juga berbeda dan bukan etha? tanya Daniel sambil mengintrogasi."


Dengan susah payah Zahra mencoba meneguk salivanya.😌


"I....itu ; kata Zahra berhenti."


"Apa? tanya Daniel lagi."


"Itu undangan yang sebelumnya.. ;


"Mami...!! panggil arel kecil." Yang sambil berjalan mendekati kedua orang tuanya.


"Mami, arel lapar mau makan naci goleng ; kata arel kecil lagi."


"Huh.. hampir saja ia ketahuan, malaikat kecilnya memang seorang malaikat ; pikir Zahra lega."


"Arel mau makan nasi goreng ya, yuk sini mami buatkan ; ujar Zahra langsung kabur bersama arel."


Daniel hanya menatap istri dan anaknya yang meninggalkan dirinya sendirian.😢


"Papi, mau naci goleng juga gk? teriak arel."


Beberapa saat Daniel lupa dengan pertanyaannya tadi..


Β 


Malam harinya...


"Kamu belum jelasin ke aku soal undangan tadi ; ingat Daniel."


"Jdaaarrrrr... ;


"Habislah dia, kenapa suaminya masih ingat ; pikir Zahra."


"Itu.. Undangan itu ; kata Zahra terbata bata."


"Hmmmm... ; kata Daniel menunggu."


"Hah.. sudahlah ia sudah menyerah dengan tatapan Daniel yang sedang menunggu jawaban darinya, ia akan memikirkan cara untuk menutup mulut suaminya nanti ; pikir zahra."

__ADS_1


"Undangan yang sebelumnya itu undangan palsu ; jawab Zahra."


"Palsu? ujar Daniel."


"Iyaa.. sebenarnya itu rencana kami membuat undangan palsu untuk Leo ;


"Untuk Leo? Kenapa? tanya Daniel."


"Iishh.. tentu saja untuk mengetahui perasaan leo ; ujar Zahra kesal."


"Maksudnya untuk menjodohkan leo dan etha? tanya Daniel lagi."


"Iya, kenapa kau ingin melarangku melakukannya? tanya Zahra galak."


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku? tanya Daniel."


"Kau pasti akan mengatakan pada leo ; saut Zahra."


Β 


"Dengan siapa kau merencanakan ini? tanya Daniel lagi."


"Aku tidak akan mengatakannya padamu ; kata Zahra."


"Tentu saja tidak. Aku akan bertanya pada Leo ; ujar Daniel."


"Baiklah baiklah aku akan mengatakannya padamu ; rajuk Zahra."


"Aku mendengarkan?... ;


"Aku dan Kak Aldo ; ujara Zahra."


"Sudah kuduga ; ujar Daniel."


"Begitu saja? tanya Zahra."


"Hmmm... ; saut Daniel mengangguk."


Zahra menatap Daniel bingung..


"Apa aku setampan itu? Sampai kau berliuran ; kata Daniel."


"Apa? ujar Zahra sambil mengusap mulutnya yang kering."

__ADS_1


"Pfftt.... ; ujar Daniel menahan tawa."


"Aisshhh....Awas saja kau nanti ; ujar Zahra kesal karna berhasil ditipu oleh suaminya."πŸ˜‘


__ADS_2