Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
109. Hari - H


__ADS_3

Terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..


Yuk..


Lanjutin terus bacanya sampai habis ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jangan lupa like, vote, dan commenntnya๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hari - H Pernikahan yang akan dilaksanakan di Bogor..


Tamu undangan sudah mulai berdatangan termasuk Daniel & Family yang lebih dahulu datang dari teman teman dekat pengantin..




"Kak Aldo, kakak hari ini sangat tampan ; ujar Zahra."


"Hahahaha... Terima kasih Zahra. Tapi sepertinya ada yang kesal ; ujar Aldo."


"Jangan dipikirkan kak, dia suka menggonggong tapi tidak menggigit ; bisik Zahra pada Aldo."


Daniel menarik tangan Zahra agar tidak terlalu dekat dengan Aldo..


"Aku dengar tau ; saut Daniel."


"Ouhhh.. Aku pikir kau tidak dengar. Kak kita mau temui yang lain dulu ya ; saut Zahra pergi meninggalkan Daniel."


"Yang.... ; panggil Daniel yang ditinggal istrinya.


"Kamu titip anak kamu sama siapa? tanya Zahra."


"Sama orang ; saut Daniel."


"Plakk.. ; suara pukulan di punggung Daniel."


"Aww... Kenapa sih yang.. kok kamu pukul aku ; ujar Daniel."


"Kamu tuh ya, anak kamu kok dititip sama orang, aku nyuruh kamu jagain bentar malah ikut aku kesini ; kesal Zahra."


"Itu Arel sama Etha yang.. ; saut Daniel."


"Tadi kamu bilang sama orang ; ujar Zahra."


"Iya orangnya itu Etha ; kata Daniel."


"Ngomong kok gk jelas sih ; ujar Zahra."

__ADS_1


"Aku belum selesai ngomong, tapi kamu udah pukul aku yang.. ; bela Daniel."


"Ohh gitu.. Maaf ya.. Tapi aku mukulnya cuman pelan deh ; ujar Zahra pergi meninggalkan Daniel sendirian lagi."


"Pelan apaan, sampai kedengaran aku tuh ; pikir Daniel."


"Yang.. Kok aku ditinggal lagi sih ; panggil Daniel sambil mengejar istrinya."


Semanjak kehamilan anak kedua mereka, Daniel dan Zahra diam diam suka menjahili satu sama lain.


Begitulah mereka mengisi kehidupan rumah tangga mereka dari pada mereka bertengkar mereka lebih suka membalas dengan menjahili satu sama lain lalu diikuti dengan senyuman.


Ada saat Daniel meminta dibuatkan teh, tapi dengan sengaja istrinya menuangkan garam diminumannya yang membuatnya mengeluarkan semua dari mulutnya.๐Ÿ˜‚


Pernikahan sebentar lagi akan berlangsung..


Will and Family juga sudah tiba dengan membawa bayi kecilnya tidak lupa juga Luke dan Brian juga hadir.


"Pernikahan akan segara berlangsung harap para tamu undangan kembali ke tempat acara ; ujar MC."


Mereka semua kembali ke tempat acara berlangsung dan pernikahanpun berlangsung..


Saat sumpah janji pernikahan diucapkan..


"Saya terima nikahnya Aldo........... ; ujar calon mempelai perempuan."


"Tunggu dulu..!!!!! teriak seseorang."


Leo tiba di lokasi pernikahan dengan terlambat karna ia terjebak macet dan ia harus berlari ke lokasi pernikahan yang harus menaiki beberapa tangga hingga ia merasa kelelahan."


"Saya... Hah.. hah.. saya tidak setuju pernikahan ini ; ujar Leo ngos ngosan mencoba mengatur nafasnya."


Lalu berjalan mendekati Aldo tanpa melihat orang orang sekelilingnya..


"Aku tidak membiarkanmu menikah dengannya ; ujar Leo."


"Kenapa? Bukankah kau tidak menyukainya ; ujar Aldo."


"Kau tidak bisa memilikinya, cintanya hanya untukku, dia milikku hanya milikku ; ujar Leo menunjuk calon mempelai wanita tanpa mengalihkan pandangannya."


"Dia tidak mencintaimu, dia hanya mencintaiku ; ujar Aldo."


"Brengsek kau Aldo, Etha hanya milikku ; ujar Leo yang ingin memukul Aldo."


"Leo...!!!! ; panggil seorang wanita."


Leo menghentikan tangannya yang ingin memukul Aldo lalu menoleh ke arah suara yang ia kenali.


"Kau.. ;


Etha mendekati Leo..

__ADS_1


"Ke..kenapa kau datang dari sana. Lalu siapa yang ; ujar Leo."


"Dia calon istrinya Aldo ; ujar Etha."


"Bukankah kau yang akan menikah dengannya ;


"Bukan.. ; saut Etha."


Leo langsung memeluk Etha dengan erat..


"Syukurlah... Aku tidak terlambat ; gumam Leo."


"Apa maksudmu El? tany Etha."


"Maafkan aku Etha, aku selama ini sangat bodoh. Aku tidak mau kehilanganmu lagi ; ujar Leo."


"Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu. A.... aku mencintaimu ; ujarnya."


Etha sangat terkejut dengan pengakuan Leo..


"Kau sungguh mencintaiku. Bukankah kau bilang menganggapku sebagai adikmu saja ;


"Itu... Saat itu aku sangat bodoh, aku terlalu tenggelam dengan perasaanku, dan aku sadar selama ini itu hanya topengku agar bisa menyadarkanku ke kenyataan. Aku selalu menyangkal perasaanku hingga tak sadar aku telah menyakitimu. Maafkan aku, tidak jangan maafkan aku, aku akan menerima semua caci makimu padaku, asalkan jangan tinggalkan aku tetaplah berada disisiku seperti dulu ; ujar Leo memohon."


"Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi. Mau kah kau menerima perasaanku ini ; ujar Leo sambil menggenggam tangan Etha."


"Terima .... terima ... ; Ujar Daniel dan Zahra."


"Hei lady, Kau sudah menunggunya kan ; ujar Brian."


"Dia kali ini bersungguh sungguh ; saut Luke."


"Kau sudah menantikan ini bukan, jadi kenapa kau hanya diam saja ; ujar Aldo."


"Ya terima .... ; saut para tamu."


Etha mengangguk. "Iya aku mau ; saut Etha."


Leo langsung memeluk Etha dengan erat..


"Suit.. suit.... ; sorakan dan tepuk tangan dari para tamu yang menyaksikannya."


๐ŸŒนFlashback On๐ŸŒน


Saat itu Etha sedang ke toilet. Dan setelah keluar dari toilet ia mendengar suara yang tidak asing baginya dan juga menyebut namanya, jadi ia mencoba mencari tau apa yang terjadi.


Dan tampaklah Leo yang sedang berdiri di atas altar yang hendak memukul Aldo.


Jadi dengan segera ia menghentikan Leo dan memanggil namanya.


"Leo... ; teriak Etha."

__ADS_1


๐ŸŒนFlashback Off๐ŸŒน


__ADS_2