Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
29. Rencana Pernikahan


__ADS_3

❤Kediaman Romanov


Mereka pun berkumpul di ruang keluarga..


Teng... teng... teng...


Irene memukulkan tutup panci menggunakan sendok..


"Silence Please ; ujar irene."


"Terima kasih, tujuan aku mengumpulkan kalian disini adalah bahwa aku ingin mengadakan rencana pernikahan ; kata irene."


"Mom mau menikah lagi, daddy masih hidup mom ; ujar daniel kaget yang di angguki oleh zahra."


Plakkk..


Pukulan di bahu daniel yang dilayangkan oleh vero..


"Kau mendoakan daddymu mati ya ; ujar vero."


"Ampun dad, tapi mommy bilang mommy mau merencanakan pernikahan ; erang daniel sambil mengusap bahunya yang sakit."


"Dengarkan dulu baik baik sampai selesai, jangan memotong pembicaraan,

__ADS_1


Lanjutkan sayang ; ujar vero pada irene."


"Baiklah, rencana pernikahan ini bukan untuk mommy ataupun daddy tapi untuk kalian berdua, daniel & zahra ; kata irene."


Daniel dan zahrapun terkejut setengah mati pasalnya mereka tidak memikirkan itu sebelumnya..


"Kami ; saut daniel dan zahra bersamaan."


"Ya, lihatlah kalian berdua sangat kompak, kami tau semuanya dan kalian sekarang sedang berpacaran kan ; ujar irene."


"Tapi mom, pernikahan itu kan ;


Daniel berhenti karna dipotong oleh vero,,


"Pernikahan itu adalah pernikahan sakral sehidup semati kalian kan saling menyukai jadi kenapa tidak, cinta itu akan datang dengan sendirinya asalkan kalian mau membuka hati ; ujar vero mengeluarkan petuahnya😁."


"Mom dan dad juga seperti itu apalagi dulu kami hanya di jodohkan tanpa mengenal dan bertemu satu sama lain dan lihatlah kami sekarang ;


Daniel, pernah mendengar dulu ayahnya dan ibunya dijodohkan apalagi yang ia dengar ayahnya itu seorang pemimpin mafia besar di eropa (coba bayangkan saja pemimpin mafia yang dijodohkan denga gadis dari Indonesia) apalagi neneknya dulu keturunan arab..


"Kami tidak akan memaksa kalian untuk menuruti permintaan mommy dan daddy, tapi kami sebagai orang tua ingin melihat anaknya menikah dan mempunyai cucu dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya ;


"Karna mommy dan daddy sudah semakin tua dan bisa saja kami meninggal, kita tidak tau ; ujar irene."

__ADS_1


Zahra dan daniel saling memandang mencari suatu keputusan disana..


"Baiklah mom, kami akan memikirkannya tapi berikan kami waktu sampai besok ; ujar daniel diikuti zahra yang mengangguk setuju."


"Baiklah sudah diputuskan besok kami akan mendengar jawaban kalian, dan kebetulan besok adalah weekend ;


Mereka semua masuk kedalam kamar dan malam ini zahra lagi lagi disuruh menginap di rumah daniel, seperti biasa daniel mengantar zahra masuk ke kamar tamu...


"Jangan terlalu dipikirkan, kau dengar mereka tadi mereka tidak akan memaksa kita, apapun keputusanmu aku akan mengikutimu ; kata daniel teringat petuah yang di ajarkan ibunya untuk selalu menghormati orang lain, jika kau menghormatinya maka mereka juga akan menghormatimu."


Zahra mengangguk,,


Kemudian daniel mengecup kening zahra dan memeluknya begitu juga zahra...


"Selamat malam daniel ; ujar zahra."


S"elamat malam juga zahra ; saut daniel."


❤Di kamar zahra.


Zahra memikirkan apa yang dikatakan daniel, bahwa apapun keputusan yang di ambil daniel maka daniel juga akan mengikutinya..


Zahra sangat senang jika ia bisa menikah dengan daniel lagi pula ia juga mencintai daniel, ya karna setiap hari zahra selalu merindukan daniel dia tidak ingin jauh jauh dari daniel walaupun ia tau daniel tidak mencintainya tapi dengan daniel yang juga menyukainya baginya itu sudah sangat bersyukur,,

__ADS_1


Dan juga memikirkan perkataan daddy dan mommy irene tadi maka ia sudah memutuskan sesuatu...


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2