Cinta Pertama Daniel

Cinta Pertama Daniel
69. Penculikkan


__ADS_3

Setelah istrinya tertidur pulas, daniel bangkit dari ranjang dan keluar untuk melihat lihat si baby.


Tapi saat ia ingin melihat si baby di ruang perawatan bayi, saat ia melihat dibalik kaca ia tidak melihat anaknya di box bayinya dan seketika daniel panik.


"Dokter, suster ..; teriak daniel yang menerobos masuk pasalnya diruang perawatan bayi tidak ada yang menjaganya."


"Ada apa tuan.. ; kata perawat laki laki."


"Anak saya, anak saya kenapa tidak ada di boxnya kemana dia ; teriak daniel."


Perawat dan dokter itu pun panik karna tidak ada yang menjaga ruangan itu.


"Cepat cari dan lihat cctv ; kata dokter kepala ruangan."


Daniel langsung mengabari ayahnya dan meminta mommynya untuk menjaga zahra.


Daniel pun tidak ingin menunggu, ia langsung bergegas menuju ruangan tim keamanan dan mendobrak pintu itu..


"Siapa anda tuan, anda tidak boleh masuk kemari ; tanya tim keamanan itu."


"Minggir.... ; ujar daniel dingin."


"Tidak tuan anda tidak boleh melakukan ini ;


"Tuan daniel, maaf saya terlambat silahkan ikut saya ; kata direktur rumah sakit yang langsung turun tangan."


"Perlihatkan cctv diruangan bayi ; perintah direktur itu pada bawahannya."


Brakkk...

__ADS_1


Suara pintu dibuka paksa oleh vero.


"Bagaimana, apa sudah ketemu pelakunya ; tanya vero."


"Tuan vero, kami sedang mencarinya ; kata direktur RS."


"Stopp.... perawat ini apa dia perawat disini ; tanya daniel pada semua orang sambil menunjuk layar monitor."


"Dia dulu bekerja disini tuan tapi dipecat beberapa waktu lalu...; kata kepala ruangan perawatan bayi yang ia pimpin."


Brakkkk....


"Brengsek.... bagaimana bisa kalian membiarkan orang lain masuk begitu saja, rumah sakit ini rumah sakit bergengsi bagaimana bisa keamanannya sangat buruk seperti ini ; teriak daniel marah.😠"


Vero hanya diam saja, dia tidak bisa turut campur jika anaknya sudah sangat marah apa lagi ini soal bayi kecilnya..


"Tuan...tuan daniel kami akan berusaha menemukan bayi anda ; kata direktur."



Daniel mengambil telpon dan menelpon seseorang..


"Ya, tuan ; jawab pria ditelpon."


"Cari tau dimana orang itu berada, ; tanya daniel."


"Baik tuan, Mmm.. tuan saya baru saja mendapat kabar nona emily menghilang saat pengawasan dan kabar terakhir yang terlihat dia sedang berada di Indonesia ; kata pria itu."


"Damn..!! cari dia sampai ketemu ; kata daniel marah lalu keluar pergi dari ruangan itu."

__ADS_1


"Baik tuan ; kata pria ditelpon."


"Tuan vero... ; kata direktur RS takut."


"Aku tidak bisa membantu kalian, apalagi ini menyangkut cucuku ; kata vero menahan amarahnya bagaimana bisa cucunya sendiri diculik dari rumah sakit miliknya sendiri."


"Daniel, kau kemana saja aku dari tadi mencarimu ; kata zahra."


"Maafkan aku sayang, aku sedang mengangkat telpon tadi ; saut daniel berbohong."


"Aku ingin melihat baby zade... ; kata zahra."


"Baby zade tadi sedang mendapatkan perawatan aku baru saja melihatnya tadi ; kata daniel berbohong lagi."


"Tidak bisakah kita melihatnya dari jauh? tanya zahra."


"Tidak, kita akan melihatnya nanti ; kata daniel."


"Honey, mom ingin bicara denganmu sebentar ; bisik irene."


Daniel mengangguk dan memcium kening zahra sebelum pergi.


"Bagaimana apa cucuku sudah ketemu ; tanya irene."


Daniel menggeleng pelan..


"Ohh, honey... apa yang harus kita katakan padanya ; kata irene sedih sambil memeluk putranya."


"Mom, harus mengalihkan perhatian zahra agar tidak mengingat baby zade, zahra pasti syok jika mendengar ini apalagi dia juga baru sembuh mom ; ujar daniel sedih."

__ADS_1


"Ya, mommy akan melakukannya ;


 


__ADS_2