
Hai.....hai.... hai......Semuanya terima kasih sudah mau baca cerita author jangan jera ya..
Yuk..
Lanjutin terus bacanya sampai habis ya๐๐
Selamat Membaca, ingat baca sampai habis ya sampai tamat.๐๐๐
Jangan lupa like, vote, dan commenntnya ya๐
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Setelah hilang rasa mualnya yang ia rasakan dari kemaren kini ia kembali bekerja ke kantor, jika tidak ia takut putranya menanyakan lagi padanya.๐
Karna ada rapat hari ini jadi ia diwajibkan untuk hadir...
Ia sengaja datang lebih pagi dan menunggu di ruang rapat sekarang bersama leo yang setia menemaninya..
"Apakah mereka biasanya datang terlambat selama aku tidak bekerja ; ujar daniel tidak sabaran karna lama menunggu."
"Tidak, anda saja yang datang terlalu pagi boss ; saut leo."
Daniel menatap sinis leo karna menyindirnya..
"Apa kau yakin kau sudah memberitau mereka kalau rapatnya di majukan? tanya daniel."
"Saya sudah melakukan semua perintahmu boss ; ujar leo tetap santai."
"Selamat pagi pak presdir ; sapa mereka yang bergantian datang."
Daniel hanya diam tidak menanggapi, karna ia sudah terlanjur dibuat kesal menunggu..
__ADS_1
Dan mualnya kembali datang, kara mereka sudah datang dengan memakai wewangian yang semerbak, daniel menahan mualnya yang ia pikir sudah hilang, ada apa dengannya ia harus memeriksa ke dokter nanti pikirnya...
"Rapat kali ini... ;
"Langsung saja ; perintah daniel yang memotong perkataan pembicara rapat."
Rapat kali ini berlangsung lama, dan ia sudah tidak kuat menahan mualnya yang terus terusan ingin keluar..
Ia kemudian bangkit berdiri tiba tiba lalu bergegas pergi ke toilet, membuat semua orang menghentikan rapat dan memalingkan wajah mereka menatap presdirnya yang pergi begitu saja...
Karna rapat berlangsung tidak lancar maka leo yang mengambil alih rapat..
"Lanjutkan rapatnya ; perintah leo."
Setelah puas muntah muntah di toilet daniel kembali ke ruangannya sendiri tanpa leo..
"Apa rapatnya sudah selesai boss, anda terlihat pucat ; tanya etha."
"Boss, apa anda baik-baik saja? tanya etha lagi."
"Parfume apa yang kau pakai etha ; tanya daniel."
"Annick Goutalโs Eau dโHadrien rasa lemon, kenapa anda bertanya parfume saya boss ; saut etha."
Aneh ia tidak merasa mual jika mencium Parfume yang di pakai etha dan leo....
"Tidak apa-apa, oh ya.. parfumemu sama seperti leo ; ujar daniel menyeringai lalu masuk ke ruangannya."
Cklek...
Leo masuk tanpa mengetuk karna kesal seharusnya bukan dia yang memimpin rapat dan lihatlah bossnya malah berselonjoran di sofa empuknya, apalagi tadi pagi ia disuruh datang kerumahnya pagi pagi buta..
__ADS_1
"Ada apa el, kau sedang kesal ; tanya daniel karna ia tau leo sedang kesal karna ulahnya, tapi mau bagaimana lagi ia tidak tahan terlalu lama disana."
"Kau sudah tau, dan ini semua agenda rapat yang dibahas ; ujar leo lalu ikut duduk di sofa."
"Terima kasih... mualku kambuh lagi, dan ya suruh semua orang mulai sekarang jika ingin bekerja harus memakai parfume rasa jeruk atau tidak bekerja sama sekali ; perintah daniel."
"Ada apa denganmu niel, tidak biasanya kau seperti ini kurasa kau harus ke dokter ; ujar leo prihatin."
"Aku tidak tau, setelah pulang dari pernikahan will aku jadi begini ; ujar daniel."
Tok... tok...
Muncul wajah etha yang mengintip ke dalam...
"Masuk saja etha ; kata daniel."
"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan berdua ; tegas etha."
Yang membuat daniel dan leo menatap etha heran, karna tidak biasanya etha ingin berbicara hanya berdua apalagi dengan suara yang tegas...๐
"OOOh... baiklah, el kau keluarlah ; ujar daniel yang masih terkejut."
"Terima kasih.. ; kata etha.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku ; tanya daniel."
Etha mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya pada daniel...
"Apa ini.. ; kata daniel sambil mengambil amplop yang disodorkan etha lalu membukanya."
"Surat pengunduran diri? kau ingin mengundurkan diri dari sini? tanya daniel."
__ADS_1