Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
10


__ADS_3

Aditya melihat asisten dengan tetap yang sulit diartikan "memangnya Apa isi pertanyaanmu sampai kau harus marah." tanya Aditya


"Maaf tuan Aku sebenarnya merasa penasaran dengan hubungan tuan dengan anak kecil yang Tuan tolong sepertinya Tuan sangat perhatian dan memanjakannya Apakah Tuan menganggap anak kecil itu seperti adik tuan mengingat tuan adalah anak satu-satunya." ucap deni


"Anggap saja seperti itu kau jangan banyak bertanya mengenai hubungan ku dengan anak tersebut kau cukup ikuti perintah ku seseorang yang seiring penasaran akan sesuatu yang bukan urusannya biasanya orang tersebut kakinya lima meter dari kuburnya." ucap Aditya


Deni menelan silvanya dengan kasar mendengar perkataan Aditya sepertinya bosnya sedikit kesal dengan pertanyaan yang dia berikan


"Baik Tuan aku mengerti aku meminta maaf Tuan." ucap Deni membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan Aditya


Aditya menatap keluar jendela entah apa yang dipikirkan pria dewasa itu

__ADS_1


Sementara itu di rumah sakit tepatnya di sebuah ruangan yang sudah disulap menjadi ruangan khusus anak-anak tampak Dila menatap takjub ruangan tersebut


"Bagaimana apakah Nona menyukai ruangan ini." tanya seorang perawat sambil tersenyum


Dila mengaguk setuju "ini bagus sekali kakak." ucap Dila riang, perawatan yang membawa ibu Dila nampak masuk ke ruangan tersebut sambil mendorong ranjang ibu Dila ke sisi ranjang Dila


Sementara itu ayah Dila yang sedang berkemas-kemas tampak menghentikan gerakan tangannya dan langsung mengambil ponselnya yang tadinya wajahnya lesu dan pasrah bila memang perusahannya akan bangkrut langsung tersenyum sumringah tampak ayah dila menerima telepon sambil mengangguk lalu mengucapkan terimakasih setelah memutuskan panggilan telepon ayah Dila langsung merapikan semua barang milik Dila dan ibunya untuk di pindahkan, tampak ayah dila yang baru masuk ke dalam ruanga sangat terkejut dengan interior di kamar tersebut seakan-akan kamar ini di siapkan khusus untuk putrinya


"Biar aku saja suster lagi pula beberapa menit lagi ada yang akan datang untuk menjaga putri ku." ucap ayah Dila


"Baiklah tuan aku permisi silahkan hubungi kami jika ada apa-apa kami juga akan bergantian berjaga di depan ruanga." ucap perawat sambil menunduk hormat lalu keluar dari ruangan tersebut

__ADS_1


"Sungguh ini rumah sakit yang sangat bagus aku tak peduli berapa yang harus aku bayar karena pelayanannya sungguh sangat memuaskan." ucap ayah Dila


Tak berselang beberapa menit tampak wanita paruh baya yang berjalan kesana-kemari mencari ruangan Dila, "aduh kenapa tuan tidak bilang-bilang kalau pindah ucap wanita paruh baya tersebut saat berada di dalam ruangan perawatan Dila


"Maaf mbok aku juga baru pindah pagi ini tapi kan tempatnya mudah di dapat mbok apalagi tadi perawat langsung antar mbok ke sini." ucap ayah Dila


"Iye tuan tadi aku ke ruangan lama tapi kata perawat nona dan nyonya sudah di pindahkan ke ruangan lain jadi aku langsung di antar tuan, rumah sakitnya bagus tuan orang-orangnya ramah beda dengan rumah sakit di kampung saya tuan kadang perawatnya Suma marah-marah kalau di tanya tapi ada juga yang langsung senyum sambil membantu kita jika ada kesulitan ." ucap mbok


"Mbok ini bisa aja, mbok aku mau ke perusahaan tolong jaga nyonya dan Nona dengan baik kalau ada sesuatu segera hubungi aku." ucap ayah Dila


"Baik tuan ." ucap si mbok, ayah Dila langsung keluar meninggalkan ruanga perawatan setelah mencium kening istri dan anaknya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2