Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
6


__ADS_3

"Adik ipar kami datang di sini hanya ingin menjenguk ayah apalagi Ayah sudah menelpon beberapa kali dan menyuruh kami datang bersama dengan Aditya kami harap adik ipar tidak salah paham dengan maksud kedatangan kami dan tidak berlebihan dalam berbicara apalagi sampai menyakiti perasaan istriku." ucap ayah Aditya tegas


Paman Aditya yang bernama James langsung terdiam mendengar perkataan sang kakak ipar


"Mengapa kakek tidak ingin dirawat di rumah sakit bukannya itu lebih baik peralatan di sana lebih lengkap peralatannya lemari tapi pasti akan berbeda jika dirawat di rumah sakit itu rumah sakit kakek kakek bisa melakukan apapun pada rumah sakit itu bahkan bisa menutupnya saat kakek dirawat." ucap Aditya


Kakek tahu tapi kakek sangat membenci bau rumah sakit walaupun kakek membangun rumah sakit, lagi pula di sini terasa nyaman jadi jika kakek sudah tiada kakek lebih tenang berpulang di kediaman kakek sendiri." ucap kakek Aditya

__ADS_1


"Kakek tenang saja kakek tidak akan mati secepat itu kakek hanya kecapean karena terlalu sibuk mengurus perusahaan mengapa kakek tidak memberikan saja perusahaan itu pada Paman biarkan dia mengelolanya." ucap Aditya sengaja memperbesar suaranya agar Paman mendengarnya


Kakek Aditya menghembuskan nafasnya kasar lalu menatap tajam ke Aditya "Kau pasti sudah tahu bagaimana pamanmu dan istrinya yang mata duitan itu jika aku memberikan perusahaan itu padanya maka dalam satu malam perusahaan itu akan langsung bangkrut tanpa sisa Apa kau ingin melihat semua kerja keras kakek mu selama puluhan tahun hancur begitu saja ucap sang kakek


Wajah james tampak memerah menahan malu akibat ucapan sang ayah makanya jadi orang jangan suka menghambur-hamburkan uang lihat istrimu itu sudah seperti toko emas berjalan entah itu kalau atau rantai Kapala yang ada di lehernya." ucap Leni adik bungsu ibu Aditya


"Kakek yang tadinya sudah hendak santai tiba-tiba langsung tegak kembali aku percaya pada suaminya tapi masalahnya suaminya itu sangat menurut pada Leni sehingga membuat aku jadi berpikir dua kali untuk menyerahkan perusahaan kepadanya lihatlah leni dia bukan seperti lagi toko emas berjalan bahkan semua perhiasan yang mungkin ada di rumahnya dia pakai di seluruh tubuhnya entah mengapa aku sampai melihatnya seperti bongkahan emas saja yang masuk ke dalam rumahku." ucap kakek Aditya

__ADS_1


Aditya ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan kakeknya tapi benar bibinya yang satu itu sungguh luar biasa entah apa yang ada dalam pikirannya semua yang ada di tubuhnya pasti memiliki emas bahkan pengikat rambutnya saja terbuat dari emas


"Kau berbicara seolah-olah aku yang paling bisa menghambur-hamburkan uang makanya kalau kau tak punya kaca di rumah Aku siap memberikanmu kaca sebanyak apapun yang kau inginkan." ucap James membalikkan perkataan Leni


Memang di antara ketiga saudara itu Ibu Aditya adalah orang yang paling sederhana perhiasan yang dia kenakan hanya cincin kawin dan anting-anting pemberian ayahnya serta karung pemberian sang suami selebihnya dia tak memakai perhiasan berlebihan sama saja dengan bibi Leni selalu memakai perhiasan emas yang berlebihan di tubuh mereka


"Begini saja kakek aku akan menjalankan perusahaan kakek sampai kakek sehat begitu kakek sehat Aku akan kembali ke kota A." ucap Aditya

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2