
Andi yang sudah berada di kamarnya langsung duduk di tempat tidurnya "aku rasa uang satu triliun itu sudah terlalu banyak untuknya aku akan memikirkan cara agar dia juga ikut mati dalam kecelakaan itu." ucap Andi sambil tersenyum jahat
Sementara itu Ibu Aditya tampak gelisah saat berada di kamarnya ibu Aditya langsung menelepon sang suami "sayang apa kau baik-baik saja kenapa ya sejak tadi perasaanku tidak enak jantungku selalu berdebar." ucap Ibu Aditya
"Aku baik-baik saja Sayang mungkin kau kurang istirahat sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu." ucap Ayah Aditya
"Baiklah sayang aku akan menghubungi Aditya terlebih dahulu aku juga khawatir padanya." ucap Ibu Aditya
Sementara itu di perusahaan tempat Aditya baru saja akan bangkit dari kursi kebesarannya tapi sebuah telepon membuatnya kembali duduk kursi kebesarannya "halo ibu ada apa meneleponku aku akan berangkat siang ini ke sana apakah ada sesuatu yang ibu inginkan." tanya Aditya
__ADS_1
"Tidak sayang ibu hanya khawatir saja Apakah semua persiapan untuk keberangkatanmu sudah dia dicek oleh Deni, katakan padanya untuk mengecek ulang semua persiapannya dan berhati-hatilah sayang Ibu agak sedikit memiliki firasat buruk jadi itu Ibu menelponmu." ucap ibu Aditya
"Baiklah Ibu aku akan mengatakan pada Deni untuk mengecek semuanya sebelum kami berangkat Ibu jangan terlalu khawatir mungkin Ibu kurang istirahat sebaiknya Ibu beristirahat dulu." ucap Aditya
Setelah menerima telepon dari sang Ibu Aditya kembali memasukkan ponselnya Deni yang berada di hadapan Aditya langsung menatap bosnya "kau dengarkan apa yang dikatakan ibuku sebaiknya kau memeriksa ulang semua kendaraan yang akan kita tumpangi." ucap Aditya
Setelah kepergian Deni Aditya kembali duduk di kursi kebesarannya sambil melihat keluar jendela
Sementara itu Robert dan Kimi yang sudah berada di perusahaannya tampak sangat kesal karena Aditya memutuskan kontrak kerjasama mereka "dasar Aditya brengsek Apa salahnya aku kan hanya memanggilnya dia terlalu berlebihan." ucap kimi ini sudah duduk di sofa ruang kerja ayahnya
__ADS_1
"Ayah juga tak menyangka bahwa dia akan seperti itu kita akan berniat baik untuk mengundangnya lagi pula Apa hubungannya kontrak kerja dengan apa yang kau lakukan." ucap sang ayah membela putrinya
"Bukankah kau mengenal adik ipar dari Paman Aditya Kenapa kau tidak meminta tolong padanya untuk bertemu orang tua Aditya siapa tahu saja dengan begitu kau bisa masuk ke keluarga Aditya maka perusahaan kita juga bisa tertolong." ucap tuan Robert sambil duduk di sofa yang sama dengan putrinya
"Maksud Ayah Andi dia memang adik ipar Paman Aditya tapi dia pria yang tak berguna hanya suka bermain wanita dan menghambur-hamburkan uang." ucap Kimi
"Iya benar Andi Bukankah dia sempat dekat denganmu Kenapa kau tidak mendekatinya lagi dengan begitu kau bisa masuk ke keluarga Aditya kau bisa mengambil hati ibu Aditya melalui kedekatanmu dengan keluarganya dengan begitu pasti Aditya juga akan dekat dengan mu tapi pertama-tama buat Andi membantu mu aku yakin dia pasti memiliki uang karena kakaknya adalah istri dari paman Aditya siapa yang tidak mengetahui siapa kakek Aditya pengusaha yang sangat kaya raya jika hanya beberapa miliar atau triliun pasti Andi memilikinya." ucap tuan Robert menghasut Kimi.
Jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1