Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
30


__ADS_3

"Sabar dan sabar terus itu yang kau katakan sampai kapan apa sampai aku tua Aku tidak mau tahu kau harus mendapatkan apa yang aku inginkan atau aku akan meninggalkanmu." ucap Lisa lalu bangkit dan pergi begitu saja kembali ke kamar


"Kenapa Tuan tidak mengatakan yang sebenarnya saja pada nyonya Lisa tentang keadaan keluarganya Tuan jadi seperti ini karena membantu keluarga nyonya Lisa, sebagain harta tuan di gunakan untuk membayar utang ayah nona Lisa." ucap bibi


"Aku tak ingin bisa terbebani kalau dia tahu bahwa keluarganya sudah bangkrut dan tak memiliki apa-apa lagi dia pasti akan sangat kecewa dan terluka karena dia selalu berpikir bahwa kehidupan keluarganya di sana baik-baik saja aku hanya sedikit khawatir karena beberapa Minggu yang lalu dia menelepon untuk meminta uang tapi ayahnya pura-pura memekik kendala aku khawatir dia akan mencoba menghubungi ayahnya untuk minta uang jika aku tak memenuhi keinginannya." ucap Anton


Tampak Lisa sedang duduk di meja rias " kalau aku masih tetap di sini bersama Anton aku tak akan bisa bercerai darinya tapi jika aku keluar dari rumah akan lebih mudah untuk mengajukan perceraian, Aku ini seorang putri tuan tanah yang tak kenal kata miskin dan kekurangan Aku menikah denganmu karena kau adalah pria kaya raya tapi sekarang kau hanya memiliki sebuah toko Aku akan kembali ke rumah orang tuaku dan menggugat cerai anton lalu aku akan menikah dengan Delon yang sudah menjadi pengusaha sukses pasti aku akan menjadi seorang ratu lihat saja perusahaan Delon yang cukup besar itu pasti hartanya sangat banyak." ucap Lisa sambil melihat wajahnya di cermin


Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak Delon yang sedang makan malam bersama putrinya, Delon tampak tersenyum melihat kelakuan putrinya yang sudah kembali ceria seperti dulu "ayah kapan kita akan menjenguk Ibu aku sudah sangat merindukannya." tanya Dila sambil mengunyah makannya

__ADS_1


"Saat hari Sabtu kita akan pergi menjenguk ibu sekalian membawa ibu pulang ke rumah agar kau bisa menjaganya dan melihatnya di sini." ucap ayah Delon


"Wah benarkah Ayah Apakah ibu bisa dirawat di rumah kan Ibu sedang sakit bukannya seharusnya dirawat di rumah sakit." tanya Dila


"tentu saja Ibu bisa dirawat di rumah yang penting alat-alat yang ada di rumah sakit ada juga di rumah di tempat Ibu akan dirawat, Ayah sudah menyiapkan semua alatnya jadi ibu bisa dirawat di sini." ucap Ayah Delon menjelaskan


"Ayah ternyata sangat hebat bisa memindahkan rumah sakit ke rumah kita Aku sangat senang ayah." ucap Dila kegirangan


Setelah makan Ayah Delon langsung membawa bila ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan tidur tapi saat mengganti baju Dila Delon melihat sebuah kalung yang dia ketahui dari mana asalnya "sayang siapa yang memberikan kalung ini padamu." tanya Ayah Delon

__ADS_1


Dila tersenyum lalu memegang kalung tersebut "oh ini kalung ini diberikan oleh seorang kakak kepadaku di ruang kepala sekolah katanya kalung ini tak boleh lepas dariku dan aku di larang untuk memberikan kalung ini pada siapapun." ucap Dila


"Benarkah apakah kakak yang memberikan kalung ini sangat baik dan tampan sehingga dila sangat menyukai kalung ini." tanya sang ayah menggoda putrinya


"Iya Ayah Kakak itu sangat tampan yang baik lihat aja baru dua kali bertemu denganku Dia sudah memberikan aku hadiah." ucap Dila dengan polosnya


"Dua kali memangnya kapan kau bertemu dengan kakak itu setelah berteman di ruang kepala sekolah." tanya ayah Delon


"Baiklah ayah aku akan memberitahukan ayah tapi ayah jangan memberitahukan kepada siapapun Kakak itu adalah malaikat penyelamatku dia yang menolong aku dan ibu waktu aku kecelakaan." ucap Dila

__ADS_1


Ayah Delon mendengar perkataan anaknya sangat terkejut tapi dia tak bertanya lagi karena sudah tahu dari mana kalung itu berasal tapi dalam pikirannya siapa sebenarnya pria yang sudah menyelamatkan istri dan anaknya bahkan menyelamatkan perusahaannya


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2