
Sementara Andi yang sudah kabur lewat belakang toko tadi langsung menaiki sebuah taksi dengan memakai masker dan topi setelah beberapa menit Andi nampak tiba di sebuah rumah sederhana Andi langsung membuka pintu mengunakan kunci yang dia miliki stelah terbuka Andi langsung masuk ke dalam rumah tersebut lalu menutupinya
"Sialan Bagaimana bisa dia hidup tanpa luka sedikitpun apa yang harus aku lakukan aku sekarang adalah seorang buronan jika sampai aku ditemukan maka aku akan langsung masuk penjara apalagi saat ini aku tak memiliki uang sepeserpun hanya rumah ini yang bisa membuatku tak di temukan untuk sementara." ucap Andi
Sementara itu sang sopir sedikit panik melihat Kimi pingsan tapi dia tak bisa berbuat apa-apa sehingga hanya bisa melajukan kendaraan yang menuju ke kediaman Tuan Robert, begitu sampai di kediaman Tuan Robert sang sopir langsung bergegas keluar untuk menggambarkan kepada tuan Robert bahwa kini pingsan di dalam mobil tampak Tuan Robert yang mendengar hal tersebut bergegas keluar untuk melihat keadaan putrinya setelah melihat putrinya baik-baik saja hanya saja saat ini dia sedang tak sadarkan diri Tuan Robert langsung mengangkat kini dan dibawa masuk ke dalam rumah Ibu kini yang melihat putrinya dibopong oleh suaminya tampak mengikuti dari belakang "Ada apa Sayang apa yang terjadi dengan terkini dan di mana Andi." tanya ibu kimi
Tuan Robert langsung menuju kamar Kimi dan meletakkan kimi di tempat tidur " Aku tidak tahu sayang apa yang terjadi Aku belum bertanya kepada sopir saat sopir mengatakan bahwa kini sedang tak sadarkan diri di mobil aku langsung mengecek dan ternyata memang Putri kita sedang pingsan dan mengenai Andi aku tak tahu di mana keberadaannya aku akan keluar untuk bertanya kepada sopir sebaiknya kau panggil dokter untuk memeriksa keadaan Kimi ." ucap tuan Robert lalu keluar dari kamar Kimi menuju ruang kerjanya di mana sang sopir sudah menunggu, kini tuang Robert sudah duduk di kursi kebesaranya dengan sang sopir di hadapannya
"Coba jelaskan apa yang terjadi kenapa kimi bisa pingsan, dan di mana keberadaan Andi bukankah kau menjemput mereka berdua dari bandara." tanya tuan Robert
"Benar Tuan aku memang menjemput Nona Kimi dan Tuan Andi Tapi saat di perjalanan sepertinya nona kimi dan Tuan Andi berdebat setelah perdebatan berakhir Tuan Andi memintaku untuk menepikan mobil di sebuah toko untuk membeli air minum aku pun menghentikan mobilku di tempat tersebut lalu Tuan Andi masuk ke dalam aku dan Nona kini menunggu di luar tepatnya di dalam mobil tapi selang beberapa menit Tuan Andi tidak pernah keluar membuat nona kimi menyuruhku untuk memeriksa keberadaan Tuan Andi aku pun masuk ke toko tersebut dan mencari keberadaan Tuan Andi tapi setelah aku mencari setiap sudut toko aku tak berhasil menemukan Tuan Andi di manapun sehingga aku kembali ke dalam mobil dan melaporkan hal tersebut kepada Nona kini Tapi saat aku mengatakan hal tersebut menolak ini tiba-tiba pingsan." ucap sang sopir
Muka Tuan Robert tampak memerah mengetahui bahwa Andi melarikan "diri dasar lelaki biadab pengecut berani-beraninya dia melarikan diri di saat seperti ini itu akan membuatnya menjadi buronan itu akan memperkeruh keadaan dan semua pasti akan menuduhnya tanpa pikir panjang Kenapa dia tidak menyerahkan diri saja dan melimpahkan semua kesalahan pada kakaknya sehingga membuatnya bisa menemukan jalan untuk bebas, baiklah keluar lah." ucap tuan Robert
Sementara itu di kamar kini tampak seorang dokter sedang memeriksa keadaan kini setelah memeriksa dokter tersebut langsung tersenyum sebaiknya Putri anda di bawah ke dokter kandungan sepertinya saat ini Putri anda sedang hamil ucap dokter tersebut membuat Ibu kini sangat terkejut dan bingung harus mengatakan apa hanya bisa mengganggu saja setelah mengatakan hal tersebut dokter itu langsung keluar sementara itu Ibu Kimi langsung terduduk lemas di samping putrinya "Apa yang harus kita lakukan saat ini kau sedang mengandung dan entah di mana keberadaan anti saat ini." ucap Ibu Kimi terlihat sangat frustasi apalagi Andi bukan pria yang tepat dan keluarga Andi punya hanya keluarga biasa
__ADS_1
Tuan Robert langsung keluar dari ruang kerjanya menuju kamar Kini dia ingin mengetahui bagaimana kondisi putrinya setelah mendengar laporan dari seorang pelayan bahwa dokter sudah selesai memeriksa keadaan kini saat datang di kamar tampak Tuan Robert melihat sang istri yang duduk lemas seolah-olah Tak memiliki tulang "Ada apa Sayang apa yang terjadi kenapa kau seperti ini apakah Putri kita memiliki penyakit serius." tanya tuan Robert
Sang istri menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah sang suami "Putri kita saat ini sedang mengandung apa yang harus kita lakukan." tanya ibu Kimi
Saat mendengar ucapan sang istri bagaikan petir di siang bolong bagi Tuan Robert bukannya apa walaupun anak di kandungan kini tidak bersalah dan status kini adalah istri sah dari Andi tapi Andi saat ini adalah seorang buronan apalagi dia sudah melarikan diri sedangkan kini masih memiliki masa depan yang baik dia bisa menikah lagi setelah bercerai dengan Andi tapi jika dia mempunyai anak itu akan membuat kimi tak memiliki masa depan yang cerah." pikir Tuan Robert
"Bagaimana kalau kita menyuruh kita menggugurkan kandungannya dan melanjutkan sekolahnya ke luar negeri untuk beberapa tahun setelah itu dia kembali lagi itu adalah keputusan terbaik saat ini." ucap tuan Robert
"Apa menyuruh kimi menggugurkan kandungannya Apa kau tidak sadar apa yang kau katakan di keluarga kita baik kau ataupun aku hanya memiliki satu keturunan dan jika sampai kita menggugurkan anak yang ada di dalam kandungan kimi kita takkan bisa memiliki cucu dan kimi tak akan bisa memiliki anak lagi apa kau tak ingin memiliki keturunan." ucap Ibu Kimi
"Kau jangan hanya menyalahkan putriku semua ini juga karena kesalahanmu kau yang selalu mendukung semua yang terjadi bahkan membuat Andi menjadi suami kimi bukanya kau yang menghasut Kimi untuk bersama Andi aku akan tetap mempertahankan bayi yang dikandung kimi setelah bayi itu lahir biarkan kini belajar ke luar negeri Aku Yang akan merawat bayi itu biar dia menjadi adik Kimi." ucap Ibu kimi
Tuan Robert menghembuskan nafasnya kasar "tapi bagaimana kau menjadikan bayi Kim adiknya itu tidak mungkin itu terjadi tidak jangan kau yang merawatnya kita akan memberikan baik itu kepada seseorang untuk merawatnya jadi kita bisa mengawasinya." ucap tuan Robert
"Siapa lagi yang bisa kita percaya untuk merawat cucu kita sendiri kau kan tahu sendiri Kita tak punya keluarga dekat." ucap ibu Kimi
__ADS_1
"Sopir kita dan istrinya Tak memiliki keturunan kita bisa menitipkan cucu kita pada mereka dan mereka bisa bekerja dengan kita sambil merawat cucu kita kita akan menulis semua kebutuhan mereka sehingga cucu kita tidak akan kekurangan." ucap tuan Robert, setelah perdebatan yang panjang Tuan Robert dan istrinya sepakat akan apa yang mereka lakukan pada kini dan cucunya nanti
Sudah satu minggu berlalu James yang sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan langsung berangkat untuk menjemput putrinya Nita bersama jelita di bandara maupun di pesawat tak ada suara apapun dari ketiga orang tersebut James Tak banyak bicara membuat Nita dan jelita juga terdiam karena mereka melihat raut wajah ayahnya yang sangat jauh berbeda
kini James, Nita dan jelita sudah sampai di kediaman yang dulu di tempati James dan Helena di sana sudah ada kakek dan nenek jelita yang menunggu, James sudah menyerahkan rumah tersebut atasnama jelita dan beberapa persyaratan yang haru ke dua orang tua Helena penuhi, mereka semua sudah duduk di ruang tamu
"Baiklah jelita dan Nita kalian pasti bertanya-tanya apa yang terjadi dengan ibu kalian dan kenapa Ibu tidak datang untuk menjemput jelita dan Kenapa ayah datang untuk menjemput kalian aku dan ibumu sudah bercerai saat ini Ibu kalian sedang ditahan di kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yaitu mencoba membunuh Paman Aditya dan menggelapkan uang perusahaan dan untuk mu jelita maaf kau tak bisa merawat mu lagi seperti dulu, rumah ini akan menjadi milikmu bersama kakek dan nenekmu sedangkan Nita akan ikut dengan ayah." ucap James walaupun berat dia harus mengatakan yang sebenarnya
Jelita nampak terkejut mendengar perkataan James, begitupun Nita pasalnya jelita adalah anak kesayangan ke dua orang tuanya "Apa maksud Ayah mengatakan hal ini Ayah tak menyayangiku lagi sehingga Ayah menyuruh kau tinggal di sini bersama kakek dan nenek setelah ibu di penjara apa Ayah tidak menganggap aku sebagai Putri Ayah lagi." ucap jelita dengan nada marah
Aku tak akan banyak bicara silakan kakek dan nenekmu yang menjelaskan semuanya aku pergi dulu ayo sayang ikut Ayah kita akan kembali ke rumah nenek." ucap James jangan sambil menggenggam tangan nikah membuat jelita menatap tak suka pada Nita lalu berlari masuk ke dalam kamar miliknya sementara Nita menggenggam tangan sang ayah bingung harus melakukan apa
Waktu terus berlalu tak terasa minggu berganti bulan bulan berganti tahun kini Dila kini sudah tumbuh dewasa dan menjadi anak yang periang, mandiri, cantik dan pintar, kini Dila sudah masuk SMU membutakannya menjadi salah satu gadis terfavorit .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1