
"Oh Sebenarnya dia ingin membangun perusahaan tapi mertua kakakku mengatakan sebaiknya dia mengelola perusahaan keluarga terlebih dahulu sebelum membangun sebuah perusahaan." ucap Andi bohong
Setelah mereka melihat pemandangan dan berjalan-jalan di kota A kini mereka kembali ke rumah tuan Robert tampak raut wajah puas Tuan Robert
Sementara itu Aditya yang masih berada di rumah sakit tapi di sebuah ruangan yang dia sulap seperti ruang kerjanya tampak melihat beberapa berita tentang Dila dan juga ayahnya "aku tak menyangka akan menyukai seorang bocah kecil Apakah aku pedofil, tapi tidak aku hanya menjaganya sampai di dewasa dan aku tak akan pernah memaksakan perasaanya padaku tapi aku akan membuatnya jatuh cinta padaku." ucap Aditya dalam hati sambil melihat foto Dila yang sedang tersenyum
Sementara itu asisten Deni yang sedang berada di kantin rumah sakit tampak bertemu dengan dokter Alex yang juga sedang santai di kantin rumah sakit, asisten Deni sengaja seolah-olah tak melihat dokter Alex karena masih kesal dengan jawaban dokter Alex tadi siang, sementara dokter Alex hanya bisa tersenyum mengejek, ngambek ya, marah ya, kayak wanita sedang PMS aja." ucap dokter Alex
"Sudahlah berhenti menggoda ku
sebaiknya kau Jangan menggangguku aku sedang kesal saat ini apa Kau tidak lihat dari raut wajahku." ucap asisten Deni dengan tampang kesalahannya
"Ada apa denganmu Kenapa kau tiba-tiba baper seperti ini Apa kau sedang patah hati atau kau sedang jatuh cinta dan akhirnya ditolak malang sekali nasibmu padahal kau cukup tampan dan pekerjaanmu bagus tapi kau lebih baik setidaknya kau pernah jatuh cinta dan di tolak, omong punya omong tadi aku berbicara pada tuhan mu yang kaku dan menyebalkan itu aku menyarankan padanya untuk segera menikah tapi kau tahu apa jawabannya dia mengatakan sebuah lelucon yang membuat aku tertawa Dia mengatakan bahwa calon istrinya masih kecil." ucap dokter Alex Sambil tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Mendengar perkataan dokter Alex membuat asisten Deni langsung melotot bahkan mulutnya sampai menganga membuat makanan yang dia makan langsung muncrat hal tersebut membuat dokter Alex yang sedang tertawa langsung menatap bingung dokter Alex yang langsung agak menjauh dari asisten Deni
"Hei Apa yang kau lakukan kenapa kau sangat jorok Apa kau tak melihat ada orang di depanmu." ucap dokter Alex yang tidak menyadari perubahan raut wajah asisten Deni
"Apa yang kau katakan tadi kau bertanya pada Tuan Aditya dan menyarankan dia menikah terus dia mengatakan bahwa calon istrinya masih kecil apa dia mengatakan hal itu." tanya asisten Deni untuk memastikan
"Ada apa denganmu Kau sepertinya sangat terkejut dan merasa serius dengan perkataan Aditya Apa kau gila Tidak mungkin lah Aditya menyukai seorang bocah kecil dan lagi pula selama ini dia selalu menjaga jarak jika melihat anak-anak Apa kau pikir dia mengatakan itu dengan serius Tentu saja itu hanya sebuah lelucon." ucap dokter Alex, asisten Edi tak menghiraukan perkataan Alex selanjutnya dan berlari entah ke mana dia akan pergi sementara itu dokter Alex tampak kebingungan saat melihat asisten Deni pergi begitu saja "Ada apa dengan orang gila itu sepertinya setelah kecelakaan itu otaknya sedikit bergeser seharusnya dia diperiksa lebih lanjut mungkin saja otaknya sedang bermasalah saat sedang berbicara sendiri tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri dokter Alex maaf dokter Alex pria yang tadi berbicara dengan anda belum membayar makanannya." ucap pelayan tersebut membuat dokter Alex langsung melihat ke arah pelayan jadi "maksudmu aku harus membayar semua makanannya." tanya dokter Alex
"lain kali kalau orang yang tadi datang untuk makan di kantin ini sebaiknya kau meminta uangnya terlebih dahulu sebelum menyajikan makanan untuknya aku takut setelah makan dia kabur lagi." ucap dokter Alex, "baik dokter." ucap pelayan tersebut Lalu meninggalkan dokter Alex
Sementara itu asisten Deni tampak masuk ke dalam mobilnya kemudian membuka laptop miliknya "aku harus benar-benar menjaga anak kecil ini sepertinya dia akan menjadi pelindungku di masa depan aku tak menyangka ternyata Tuan Aditya yang begitu mempesona dan pekerja keras serta memiliki kemampuan dan EQ yang luar biasa ternyata menyukai seorang gadis kecil yang lucu dan imut sungguh tak akan ada orang yang akan menyadarinya pantas saja dia sangat perhatian dan menjaganya, sebaiknya aku menghubungi pengasuh itu agar benar-benar mengawasi nona Dila ." ucap asisten Deni
Asisten Deni langsung mengambil ponselnya lalu menekan sebuah nomor sementara itu di kediaman Tuan Delon tepatnya di dalam kamar Dila tampak sang pengasuh yang sedang membantu Dila belajar langsung melihat di arah ponselnya dan menjauh sedikit dari Dila lalu mengangkatnya "Selamat malam." Tuan ucap pengasuh tersebut
__ADS_1
"Aku ingin memberikanmu beberapa ultimatum Aku ingatkan padamu jauhkan nona Dila dari semua yang berjenis kelamin laki-laki walaupun itu binatang peliharaan dan ingat kau harus menjaga nona Dilah satu kali 24 jam dan ingat kau harus setiap pada Nona Dila apapun yang terjadi Kau tak boleh mengabaikannya dan terus ikuti dia apapun Yang terjadi, kau membuat kesalahan sekecil apapun terhadap Nona Dila maka taruhannya adalah nyawamu sendiri nona Dila adalah masa depan mu." ucap asisten Deni, sontak saja ucapan tersebut terkejut lalu melihat ke arah Dila yang sedang belajar sepertinya gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini adalah wanita yang sangat berharga sehingga asisten Deni membuat panggilan mendadak
"Baik Tuan aku mengerti aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri ucap pengasuh tersebut tersebut
"Dan kirimkan video setiap yang dilakukan oleh Nona Dila saat pagi, siang dan malam." ucap asisten Deni
"Baik tuan akan aku laksanakan." lalu panggilan tersebut terputus, setelah memutuskan panggilan telepon sang pengasuh Langsung kembali ke tempat di mana Dila sedang belajar sementara itu di tempat lain tampak asisten Deni tampak tersenyum puas "sekarang aku tahu bagaimana cara meredakan emosi Aditya dengan mengirimkan gambar segera merenda ternyata nona Dila membawa keberuntungan untuk ku." ucap asisten Deni sambil tersenyum penuh arti
Sementara itu di kediaman kakek Aditya tepatnya di kamar kedua orang kedua orang tua Aditya tampak sang ayah dan ibu sedang duduk berdua sambil berbicara "apa kau yakin Aditya atau siapa yang telah mencelakainya." tanya ayah Aditya
"Ibu yakin Aditya Sudah tahu siapa yang melakukan hal tersebut dan aku merasa orang tersebut adalah keluarga besar kita yang menginginkan kematian Aditya." tanya ayah Aditya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1