Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
7


__ADS_3

Kakek terdiam sesaat Sebenarnya dia ingin Aditya tinggal di sini bersamanya sampai akhir hayatnya dia sangat menyukai cucunya karena hanya Aditya yang peduli padanya sebenarnya Aditya selalu mencari dokter dan mengirimkan berbagai macam obat untuk kesehatan kakeknya walaupun secara diam-diam


"Baiklah kakek setuju tapi aku ingin kau tinggal bersama kakek selama beberapa minggu." ucap kakek Aditya


Aditya Menghembuskan nafasnya kasar bukannya dia tak ingin tinggal bersama kakeknya tapi dia sangat tak menyukai suasana rumah di mana paman dan bibinya berada mereka selalu mengeluarkan kata-kata yang kurang baik didengar bahkan mereka tak menghargai orang tuanya kadang di saat berbicara membuat Aditya sangat tak nyaman berada di kediaman sang Kakek

__ADS_1


"Kakek Bukankah kakek tahu aku lebih nyaman tinggal di hotel atau di kediaman pribadi orang tuaku daripada harus tinggal di sini aku akan datang setiap hari untuk melihat kakek selama kakek sakit." ucap Aditya


"Tapi bagaimana jika aku tidak sembuh dan tiba-tiba aku telah dipanggil Yang maha pencipta bukankah kau memerlukan waktu untuk melihatku Aku ingin menghabiskan hari-hari terakhirku bersamamu." ucap sang kakek


Aditya menatap sendu ke arah kakeknya sungguh itu adalah kata-kata yang membuatnya tak bisa menghindar "Baiklah kakek aku akan tinggal di kediaman kakek sampai kaki pulih setelah itu aku akan kembali ke kota A." putus Aditya

__ADS_1


Aditya tersenyum simpul mendengar perkataan neneknya memang benar neneknya sangat memanjakan paman dan bibinya mungkin karena pamannya adalah anak laki-laki satu-satunya sedangkan bibinya adalah anak perempuan bungsu


Setelah perdebatan antara kakek dan cucu tentang semua yang terjadi akhirnya semuanya bisa damai dengan Aditya mengalah pada sang kakek sedangkan paman dan bibi Aditya menatap sini pada Aditya dan kedua orang tuanya karena mereka selalu berpikir bahwa ayah Aditya adalah orang kaya raya sedangkan Aditya adalah pengusaha yang sukses Kenapa mereka masih saja mau mengambil harta warisan orang tuanya padahal ayahnya sengaja memberikan warisan itu kepada Aditya agar perusahaan itu bisa bertahan dan berkembang lebih baik karena kakek Aditya tahu jika sampai perusahaannya lihat tuh pada anak laki-lakinya atau anak perempuan bungsunya maka perempuan itu akan hancur libur tanpa sisa dan mereka masih mendapatkan uang tiap bulan dari perusahan karena mereka memiliki beberapa persen saham atas nama mereka hanya saja mereka tidak puas hanya menjadi pemilik saham Mereka ingin menguasai perusahaan tersebut dan berbuat seenaknya padahal mereka tidak tau bahwa pemegang saham terbesar adalah Aditya bukan lagi ayah mereka yang merupakan pemilik perusahaan tapi tak ada yang mengetahui hal tersebut selain Aditya dan kakeknya Karen kakeknya sengaja menjual sebagian besar sahamnya pada Aditya agar ke dua anaknya tak punya jalan untuk berusaha mengambil perusahan tersebut apalagi sampai menuntut mengenai saham perusahan


Kini Aditya sudah berada di dalam kamar miliknya tampak Aditya langsung memeriksa ponselnya Benar saja pesan dari sang asisten Deni mengenai keadaan gadis kecil yang dia tolong " syukurlah dia sudah sadar." ucap Aditya dalam hati sambil tersenyum melihat gambar yang di kirim asisten Deni.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2