Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
47


__ADS_3

Kini Helena dan James sudah berada di dalam mobil, "katakan padaku bagaimana bisa mulutmu yang manis itu berbohong sejak awal pernikahan kita kau bahkan membuat aku bertanggung jawab dan percaya bahwa anak yang kau kandung adalah anakku." ucap James sambil menatap marah pada Helena membuat Helena sedikit takut


"Aku memang mencintaimu dan aku pikir dia putrimu karena aku hanya satu kali berhubungan dengan pria itu dan terus berhubungan denganmu." ucap Helena berusaha membela diri


"Hentikan semua kebohonganmu kau tak pernah mencintaiku tapi kau hanya menyukai hartaku itulah mengapa kau mengatakan bahwa kau sedang hamil anakku sehingga hidupmu dan anakmu bisa terjamin begitupun selingkuhanmu yang sampai saat ini masih terus bersamamu Kau akan mendekam lebih lama di penjara daripada Apa yang kau pikirkan dan bersiaplah aku sudah menyuruh pengacara untuk mengurus perceraian kita dan mengenai putrimu aku akan mengeluarkannya dari kartu keluarga dan mengembalikan kepada kedua orang tuamu terserah dia akan hidup bagaimana itu sudah bukan urusanku lagi dan mengenai semua harta yang telah aku berikan aku berhak mengambil semuanya Kau pasti lupa saat kita menikah kau Sudah menandatangani perjanjian pranikah yang diberikan oleh ayahku." ucap James dengan senyuman sinis Helena sangat terkejut mendengar perkataan James dia melupakan satu fakta penting saat kakek Aditya menyetujui pernikahan mereka sebagai syarat Helena harus tanda tangan perjanjian pranikah, dulu Helen tak berpikir panjang tetang hal tersebut karen dia masih sangat muda dan dia pikir hanya harta


"Jangan ....... jangan lakukan itu James tolong biarkan rumah itu menjadi milik putriku dan orang tuaku bagaimana nanti mereka akan hidup jika tidak memiliki apapun kau takkan Bagaimana jelita hidup dia tak bisa hidup tanpa uang." ucap Helena


"Untuk apa aku memikirkan jelita dia akan mempunyai ayah dan itu bukan menjadi tanggung jawab ataupun urusanku sekarang hanya aku pikirkan adalah Nita Putri kandung ku seharusnya sebelum kau melakukan semua hal ini kau pikirkan apa akibatnya." ucap James lalu berhenti di pos polisi terdekat untuk menyerahkan Helena, Helena yang mendengar semua perkataan James berusaha kabur apalagi dia sudah melihat dua polisi yang mendekat untuk menangkapnya jam keluar dari mobil Helena yang merasa bisa kabur langsung berusaha membuka mobil lalu berlari melihat hal tersebut James langsung berteriak polisi pun langsung mengejar Helena tampak Helena kesulitan berlari karena masih memakai rok dan high heels saat Helena lari dia tak hati-hati lalu tersungkur jatuh membuatnya dengan mudah ditangkap oleh James dan para polisi, para polisi dan James langsung membawa Helena masuk ke kantor polisi Helena memberontak tapi dia tak bisa apa-apa


Sementara itu di tempat lain tampak jelita yang sudah mengepak semua pakaiannya langsung melihat ke arah ponselnya belum ada kabar dari sang Ibu yang tadi menyuruhnya cepat-cepat untuk berkemas "aduh di mana sih ibu dia bilang cepat aku sudah berkemas dia tak menghubungi ku." ucap jelita

__ADS_1


Nita yang baru saja masuk ke dalam ruangan melihat jelita yang sudah duduk dengan koper di hadapannya "Kakak mau ke mana." tanya Nita


"Aku akan pergi bersama ibu untuk beberapa hari mungkin saja Ibu ingin berlibur ke suatu tempat dan ingin mengajakku aku sudah mengatakan pada ibu untuk mengajakmu tapi sepertinya Ibu berpikir kau mungkin sedang sibuk belajar." ucap jelita


"Benarkah seharusnya ibu bertanya padaku terus kapan ibu akan datang kemari." tanya Nita


"Ibu bilang akan menghubungiku beberapa menit setelah dia menutup telepon tadi tapi sampai saat ini dia belum menghubungiku lagi tapi saat aku menghubunginya ponselnya tidak aktif." ucap jelita


Nita melihat ke arah kakaknya lalu menghembuskan nafasnya kasar Tapi Kakak jika aku terus yang mengerjakan semua tugasmu bagaimana nanti jika kau ujian pasti itu akan membuatmu sedikit kesulitan." ucap Nita


"Kau tak perlu mengkhawatirkan tentang yang lain intinya kau lakukan saja apa yang aku suruh sudahlah aku akan menelpon ayah kau diamlah." ucap jelita

__ADS_1


Helena sudah berada di ruang tahanan sementara itu James sudah berada di dalam mobilnya saat dia akan melajukan kendaraannya tiba-tiba berdering tampak nama jelita di layar ponselnya James langsung mematikan panggilan telepon tersebut lalu mengemudikan mobilnya menuju kediaman orang tuanya sementara itu jelita sedikit terkejut karena sang ayah menolak panggilannya begitu saja tak seperti biasanya Kalaupun ayahnya tak melihat panggilannya pasti ayahnya tak akan mematikan panggilan tersebut dan akan langsung menelepon begitu melihat ponselnya pasalnya ayahnya sangat menyayangi dirinya ayahnya tak akan pernah mematikan pangilan telepon walaupun dia sedang sibuk, Nita yang melihat jelita melihat ponselnya sambil menautkan alisnya seperti kebingungan, "ada apa kak Kenapa Apakah Ayah tak mengakat teleponnya." tanya Nita, jelita mengaguk dengan masi penasaran," coba kau telepon ayah, soalnya ini sudah lewat lima menit biasanya ayah akan menelepon ku kembali." ucap jelita, " menelepon ayah kk saja yang sangat ayah sayangi mematikan panggilannya mana mungkin ayah akan mengangkat telepon ku yang pasti hanya akan membuat ayah frustasi saat aku bertanya tentang manajemen." ucap Nita yang senang mengerjai ayahnya


"Sudahlah coba saja kau menelpon ayah cepat lah." ucap jelita tak sabar, Nita yang di suruh sang kakak langsung mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi nomor ayahnya, sementara James yang baru saja memarkir kan mobil miliknya, langsung mengambil ponselnya tertera nama Nita anak kandungnya yang kadang dia abaikan karena Nita anak yang cerdas dia akan menelepon jika bertanya mengenai pelajaran yang menurutnya agak sulit atau dia sedang usil, James tanpa ragu langsung menerima panggilan masuk tersebut "halo sayang ada apa menelepon ayah jangan katakan ku anak bertanya mengenai pelajaran lagi." ucap James berusaha terlihat biasa saja


"Halo ayah apa aku." ucap Nita terhenti karena jelita yang berusaha mengambil ponsel dari tangan Nita "sudah serahkan ponselmu biar aku yang berbicara dengan ayah mungkin saja tadi ayah salah menekan tombol." ucap jelita penuh percaya diri, "tapi kakak aku belum mengatakan apapun." ucap Nita tapi jelita tampaknya tak peduli


"Ayah Apa aku mengganggu kegiatan ayah pasalnya tadi menelepon ibu tapi nomornya tidak aktif pasalnya ibu menghubungi diriku dan mengatakan dia akan mengajakku untuk pergi berlibur." ucap jelita riang, tak ada suara yang keluar dari mulut James untuk beberapa menit "serahkan telepon pada Nita ." ucap James dingin membuat jelita sangat terkejut,lalu melemparkan ponsel Nita ke arah Nita lalu masuk ke dalam kamar


"Ayah apa yang terjadi apakah ayah marah pada kakak jelita dia sedang di kamar menangis aku akan menghubungi ayah lagi nanti mungkin ayah sedang kelelahan." ucap Nita yang khawatir pada saudaranya pasalnya ayahnya tak pernah memarahi mereka berdua


"Baikalah nak ayah akan berbicara denganmu nanti, ayah harus berbicara dengan Kakek dan nenekmu terlebih dahulu." ucap paman James lalu mematikan ponselnya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2